Senandung Jiwa

Senandung Jiwa

Allah…
Biarkan ketenangan merajai hati, meyakini akan setiap janji Mu atas segala apa-apa yang ada dibumi, itu lebih dari cukup bagi ku.

Kau tak pernah pergi dari setiap jiwa yang masih mengingat Mu walau dalam keadaan sempit.

Aku mungkin bukanlah hamba terbaik, namun izinkan kecintaan ku pada Mu menjadi sebuah pusara akan hakikat cinta sesungguhnya.

Tak peduli seberapa sakit ujian yang ada

Tak mengapa jika pahit ini terasa

Tak mengapa ya Rabb…asalkan Kau Ridho

Allah…Apalah aku…

Jika masih saja tak mampu merasakan kasih sayang-Mu

Apalah aku…

Jika tapak kaki ini masih saja terseok-seok untuk menjalankan perintah-Mu

Tak pantas memang aku menuntut terlalu banyak, karena sungguh nikmat-Mu lebih dari itu

Allah…

Cukupkan aku dengan cinta-Mu

Cukupkan aku dengan Ridho-Mu

Semoga Kau mau menerima amal ku

Semoga masih ada usapan lembut mu atas setiap peluh itu

Semoga cinta-Mu menjaga ketenangan jiwa

Semoga Kau jaga hati ini dalam keikhlasannya

Semoga untaian ridho Mu tak putus mengalir pada setiap amal

Bagai cahaya yang menerangi jalan ini…

Pada ku…seorang hamba yang masih apa adanya…

 

***

 

Depok, 30 April 2014
Linda J Kusumawardani
Pembelajar dari Kehidupan

Guru Kehidupan (Part 1)

Lama tak menulis, rindu akan aktivitasnya yang mampu menembus ruang dan waktu. Akhirnya bisa sedikit terpenuhi lewat tulisan ini…

Sebuah cerita yang sudah mulai dibuat sejak 3 minggu yang lalu, tapi belum terselesaikan…Semoga Bermanfaat :) :) , Note : Tulisan ini sebuah kisah nyata :D

Sumber : madinahkecil.com

Beliau adalah guru ku, salah satu guru terbaik ku ketika itu bahkan sampai saat ini. Darinya lah aku memulai untuk belajar memahami arti sebuah hidup. Ternyata hidup ini tak seceria tawa ku yang saat itu mengenakan seragam putih abu-abu, kehidupan yang tak selalu dipenuhi warna merah jambu seperti saat manusia merindu. Terkadang hidup ini penuh dengan pilihan yang menyisakan sesal didalamnya.

Semoga Allah merahmatinya, melindungi dan membahagiakannya jika saat ini beliau masih ada dimuka bumi ini. Dan kelak mengizinkannya untuk membaca tulisan ini, memberikan komentar hingga aku kembali bisa bertemu dengan nya. Aku ingin kembali menjalin silaturahim denganya yang telah terputus sejak 9 tahun yang lalu, karena aku masih ingin belajar darinya. Jikapun tidak, semoga Allah terus menyayanginya di alam yang berbeda, karena ada sebuah jariyah yang dimilikinya dari ku, jariyah dari atas ilmu yang telah diberikannya.

Beliau adalah seorang guru bahasa inggris yang ku kenal saat itu, dengan bermodal ijazah D1 di jurusan yang sama beliau mengajar ditempat kursus bahasa inggris yang saat itu aku ikuti. Waktu yang sangat singkat untuk menimba ilmu darinya, hanya 3 bulan saja. Aku sendiri saat itu tak memandang lulusan dari mana beliau ini atau sampai mana level pendidikannya. Tidak, karena faktanya beliau telah berhasil membuat kami, para muridnya menyukai pelajaran yang diajarkannya dan dapat memahami dengan baik apa yang disampaikannya. Begitupula dengan ku, Beliau selalu membuat ku tak memiliki alasan untuk tak hadir setiap 2 kali dalam sepekan, sekalipun hujan begitu deras. Tak pernah ada yang beliau banggakan dihadapan murid-muridnya, namun aku merasa bangga pernah memiliki guru seperti beliau.

2 bulan sudah kami diajarkan dengan penuh semangat dan ketulusan. Mengapa demikian? Ya…rasanya memang sebuah ketulusan hati seseorang itu mampu terpancar dari dalam jiwanya. Sebuah kesimpulan yang dapat aku ambil ketika itu adalah beliau ingin sekali menjadi orang yang bermanfaat dimanapun beliau berada. Selalu saja sebelum kami pulang, beliau selalu memberikan nasihat nya bagi kami. Hingga akhirnya memasuki bulan ketiga, kami yang berjumlah empat orang hari itu datang seperti biasa, masih dengan keceriaan dan semangat yang sama seperti minggu-minggu sebelumnya. Namun, entah mengapa kami merasa aneh karena saat itu guru lain-lah yang mengajar kelas kami. Tak ada penjelasan. Aku sendiri setelah kelas berakhir mencoba bertanya kepada guru penggantinya. Namun sayang sekali beliau tak memberikan sebuah alasan yang jelas. Hanya “izin tidak mengajar”, begitu katanya. Ahh…itu terdengar aneh sekali pikir ku. Satu minggu berlalu…terus begitu hingga memasuki minggu ke-3. “Aneh” ya…hanya itu yang aku pikirkan…”Mengapa sampai tak  ada kabar jika tak mengajar hingga tiga minggu?”…Sudahlahhh…

Diminggu ke-4, betapa terkejutnya kami…sore itu, akhirnya beliau kembali mengajar. Kelas pun berjalan seperti biasa hingga waktu nya habis. Kami kembali antusias mendengarkan apa yang disampaikan hari itu. Semua masih nampak biasa. Hanya satu yang berbeda dari penampilan beliau. Ya…aku melihat ada yang berbeda. Badannya terlihat sangat kurus sekali, dengan postur yang tinggi seperti itu semakin terlihat jika selama 3 minggu menghilang beliau seperti orang yang tak terurus. “apa yang terjadi?” pikirku dalam hati…ya tak pernah terbayangkan oleh ku seberat apa masalah orang dewasa itu. Jika tak salah saat itu usia beliau adalah 27 tahun dan aku masih berusia 16 tahun. Ya…rasanya selisih yang cukup jauh itu membuat aku sulit untuk memahami masalah-masalah orang dewasa. Baca lebih lanjut

Doa Bunda Zainab Al-Ghazali

Ini adalah doa ibunda Zainab Al Ghazali rahimahullah ketika beliau mengalami penyiksaan dipenjara…

“Ya Allah sibukkanlah aku dengan (mengingat)-Mu, hingga melupakan selain-Mu. Sibukkanlah aku dengan (mengingat)-Mu, wahai Tuhanku. Wahai zat Yang Maha Esa, wahai zat Yang menjadi tempat bergantung. Bawalah aku dari alam kasar (dunia) ini. Sibukkanlah aku agar tidak mengingat seluruh hal selain-Mu. Sibukkanlah aku dengan (mengingat)-Mu, bawalah aku di hadirat-Mu. Berilah aku ketenangan yang sempurna dari-Mu. Liputilah aku dengan pakaian kecintaan-Mu. Berikanlah kepadaku rezeki mati syahid dijalan-Mu. Karunikanlah kepadaku kecintaan yang tulus kepada-Mu, keridhaan pada (ketentuan)-Mu dan Ya Allah, teguhkanlah diriku, sebagaimana keteguhan yang dimiliki oleh para ahli tauhid ya Allah!”

Doa yang sangat indah…

2 November 2013

Pengagum karakter, kisah dan sejarah mu…

Linda J Kusumawardani…

.: Belajar dari Sekitar :.

belajarAlam

Bismillahirrahmanirrahim…

Belajar tak hanya sekedar duduk dikelas, mendengarkan khutbah guru atau dosen kemudian mencatat dan menghafal. Katakanlah saya tidak terlalu sepakat dengan ini. Namun saya sepakat bila itu adalah salah satu tempat atau sarana menimba ilmu pengetahuan.

Saya juga sepakat kalau belajar itu tidak hanya di sekolah atau Universitas. Terlalu sempit bila orang memandang kecerdasan seseorang hanya dari IQ nya saja. Padahal sekarang tingkat kecerdasan seseorang juga diukur dari EQ, ESQ dan lainnya. Ahh… Allah itu memang Maha Luas ilmu nya dan hanya Allah lah yang Maha Memiliki Lautan ilmu itu. Yang tidak pernah memilih kepada siapa ilmu itu harus dibagikan. Mengapa ?? Ya, karena semua tergantung pada diri kita sendiri  apakah kita mau untuk mencari dan mempelajarinya.

Okesipp saya lanjutkan. Saat ini saya ingin berbagi 3 cerita yang saya temui dan saya ambil pelajaran dari dalamnya. Alhamdulillah…akhirnya, Setelah lama saya tidak posting. Sekarang akhirnya saya bisa lagi berbagi cerita lewat tulisan…

Baiklah…Cerita pertama. Langsung saja, pertama kali saya melihat beliau saya langsung mengaguminya. Ini mengenai cerita ibu pedagang yang mencoba mengais rejeki di Gang Senggol , salah satu gang untuk menembus menuju kampus saya Universitas Indonesia. Tidak ada yang istimewa dengan dagangannya. Hanya tissue yang biasa dijual dua ribuan dan permen yang dibungkus plastik kecil-kecil. Tak ada yang istimewa bukan??? Memang ini tidak istimewa…hehe. Okeh, kembali serius. Diam-diam ada hal yang membuat saya bangga pada sosok beliau adalah kondisi fisik beliau yang tuna netra. Beliau tidak memanfaatkan fisik tersebut dengan meminta-minta. Beliau memilih jalan yang lebih mulia untuk menjemput rejekinya dengan tidak khawatir  bila nanti ada mahasiswa atau orang yang iseng sengaja mengambil barang dagangannya. MasyaAllah…saya yang sehat dan lengkap begini jadi malu dengan semangat beliau…Mencari rejeki ternyata tidak hanya sekedar banyak secara kuantitas tapi bagaimana cara mendapatkannya agar rejeki itu menjadi barokah…Semoga Allah memberikan kelapangan rejeki yang barokah pada beliau ya, aamiin…:-) . Nahh…pesan saya buat temen-temen yang gak sengaja lewat gang ini jangan segan2 ya beli tissue ataupun permen yang dijual beliau ya… :-)

  Baca lebih lanjut

Aku Rindu….

Aku Rindu….

Tangan besi itu tak sekuat dulu lagi

Tubuh gesit itu tak bisa ku lihat akhir-akhir ini

Namun, lantunan doa dan nasihatnya masih jelas ku dengar seolah tak terputus terhubung dengan Mihrab cinta-Nya…

Sebuah kesabaran itu kembali diuji tak hanya terhitung hari, namun berbulan-bulan kini sudah terlampaui…

Aku masih disini menemaninya yang terus saja berusaha tersenyum…

Terkadang aku mengeluh, mungkin karena aku tak mengerti mengapa ini terlalu lama

Harus nya aku tak begini, karena aku pernah sanggup melewati ujian yang lebih sulit dari ini

Bahkan tak seharusnya memang aku mengeluh, karena masih banyak yang bisa aku lihat dari atas sini

Namun Dia-lah Allah, Tuhan Semesta Alam yang Maha Mengetahui bagaimana cara-Nya menghiburku ditengah-tengah jenuh ini Baca lebih lanjut

Belanda, Sang Juara Penakluk Air

Deltawerken

Belanda, Apa yang terlintas dipikiran anda saat mendengar Negara ini ? Bendungan, ya…mungkin itu bisa jadi salah satu jawabannya. Tak dipungkiri lagi, jika cerita Belanda dan bendungannya bukanlah cerita fiktif yang berasal dari negeri dongeng. Bendungan yang dimiliki Belanda bukanlah sembarang bendungan, karena setiap bendungan merupakan bukti kegigihan sebuah bangsa untuk tetap bertahan dan menunjukkan eksistensinya pada dunia.

Mari kita ingat kembali sejarah Belanda dan bendungannya. Satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1912 saat Belanda mengalami hal yang sangat memilukan. Seolah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan, badai dan banjir besar telah menyapu daratan wilayah Belanda dan menelan banyak korban. Ditambah lagi dengan kondisi 27 persen wilayah Belanda berada dibawah permukaan laut. Hal ini tentu menjadi sebuah momok permasalahan besar yang menghantui bangsa Belanda. Namun, kejadian dan kondisi ini justru membulatkan tekadnya untuk tetap bertahan hidup dinegaranya sendiri.

Posisi wilayah yang tidak strategis dan sejarah masa lalu ternyata tidak membuat Negara Belanda hilang dari peta dunia. Pertahanan Belanda menghadapi musuh-musuh bebuyutannya selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil. Belanda berhasil mengatasi ini dengan membangun bendungan-bendungan yang kini telah banyak dipelajari oleh Negara di dunia.

Pembangunan bendungan dilakukan dengan memperhatikan detil konstruksi, aspek lingkungan, ekologi pantai disekitarnya dan kehidupan nelayan serta kelancaran arus lalu lintas pelabuhan. Hal ini menjadikan bendungan tak hanya kokoh dari sisi konstruksi, namun juga menjadikan nilai tambah estetika dan pariwisata yang berdampak pada ekonomi Belanda. Kemampuan Belanda dalam membangun daratan melalui berbagai coastal construction project menjadikannya sebagai kiblat teknologi pengelolaan air dan menjadi sang juara penakluk air.

Ini adalah Gambaran Umum Proses Pembuatan Bendungan

Ini adalah Gambaran Umum Proses Pembuatan Bendungan

Sebut saja Amerika yang beberapa tahun terakhir banjir telah menjadi tamu di negara ini. Hal ini memaksa Amerika memikirkan kembali infrastruktur terbaik untuk mengendalikan banjir, khususunya di daerah delta Mississipi. Sebagai Negara adidaya, para politisi, insinyur, planner, dan desainer yang terlibat dalam proyek ini mengakui keahlian Belanda dan menjadikannya sebagai rujukan dalam membuat bendungan. Bendungan pun dirancang dengan meninggikan daratan. Desain dibuat bertingkat namun tetap memperhatikan aspek ekologi laut, ekonomi, kenyamanan dan kemudahan transportasi. Dibawah ini adalah tiga prototype bendungan yang dirancang oleh Amerika.

3 Jenis Prototype ini dibuat dengan Mempertimbangakan Ekologi Laut yang terpisah sesuai dengan jenis habitat hewan laut

3 Jenis Prototype Ini Dibuat dengan Mempertimbangakan Ekologi Laut. Tingkatan Pemisahan Disesuaikan dengan Habitat Jenis Hewan laut

Ini adalah Desain Kota ditepi Laut. Dibuat dengan  memperhatikan Arsitektur Bangunan dan tetap Menjaga Lingkungan Hidup di Laut.

Ini adalah Desain Kota Ditepi Laut. Dibuat dengan Memperhatikan Arsitektur Bangunan dengan Tetap Menjaga Lingkungan Hidup Perairan.

Negara lain yang terinpirasi oleh Belanda adalah Vietnam. Sungai Mekong di Vietnam memiliki persamaan dengan Holland Selatan dan Zeeland, yaitu keduanya memiliki delta yang dibatasi oleh barier dan bendungan disekelilingnya. Dalam rangka proses pengembangan dan penyempurnaan delta sungai Mekong, Pada tahun 2011, Perdana Menteri Vietnam bersama delegasinya mendatangi Belanda untuk melihat karya-karya delta yang dihasilkan dan mempelajari teknik konstruksi untuk pengembangan delta sungai Mekong.

Delta Sungai Mekong-Vietnam

Delta Sungai Mekong-Vietnam

Kemudian…Apakah anda mulai berpikir tentang Jakarta? Yup…kota yang notabenenya menjadi Ibu kota Negara kita telah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Pemerintah tentu tidak diam. Berbagai rencana telah disusun untuk menanggulangi bencana tahunan di Jakarta. Salah satunya adalah Giant Seawall alias bendungan raksasa. Dalam hal ini, lagi-lagi Belanda telah menjadi kiblat bendungan. Tahun 2011, Pemprov DKI Jakarta yang pada saat itu dibawah kepemimpinan Fauzi Bowo menggelar pertemuan dengan tim teknikal  dari Rotterdam, Belanda yang dipimpin oleh Wim Stolte untuk membahas dan mempelajari Giant Seawall.

See,what a great pioneer! Akhirnya sebuah keterbatasan justru telah membuat Belanda menjadi Pioneer pembangun bendungan yang menginpirasi dunia untuk menaklukan air.

Quote

***

Note : Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetiblog 2013

Sumber :

http://www.rnw.nl/english/article/barriers-and-dams-exporting-hollands-sea-defences

http://www.rnw.nl/english/article/giant-delta-plan-mekong-river

http://m.ammoth.us/blog/2011/09/de-damming-the-dutch-delta/

http://post.suropeji.web.id/?/read/2011/09/14/437/502632/megaproyek-fauzi-bowo-di-penghujung-jabatan

http://market-insight.blogspot.com/2010/04/dibalik-bendungan-belanda.html

Janji Untuk Raisha (Part 5)

Langit Pagi Hari

Pagi…tahukah kau? bahwa kini aku sudah menjadi semakin dewasa…

Ini bukan karena aku sudah tidak cengeng lagi

Bukan juga karena aku tak mau mendengarkan nasihat kakak

Atau Bukan karena usiaku yang semakin bertambah pada bilangan angkanya, walaupun hakikatnya itu semakin berkurang

Namun… ada hal lain yang katanya hal itu berkebalikan

Pagi…Tahukah kau? Semakin berkurangnya usia ku, maka semakin banyak hikmah yang bisa aku petik…

Jika ilmu itu ibarat sebuah pohon, maka aku telah memetik daun-daun sang pohon setiap harinya

Dengan daun itu aku membuat mahkota-mahkota cantik sebagai tanda aku telah mampu melewati hal terberat dalam hidupku

Dan itu artinya semakin banyak mahkota yang aku kumpulkan maka banyak hikmah yang aku dapatkan…

Pagi…tahukan kau? dulu aku pernah tak menginginkan mu, jika aku tahu aku tak pernah lagi bertemu ibu setelah kedatangan mu….

Namun…dipagi ini aku pun yakin ibu tersenyum menatapku dari syurga bersama ayah

Pagi…tahukah kau? kau selalu menjadi awal dari hari ku, bersama mu aku menemui tuhan ku….

Bersama mu jugalah aku memulai semangatku yang baru…

Bahkan bersama mu jugalah aku menyaksikan sebuah pengorbanan itu dimulai….

*** Baca lebih lanjut