Surat untuk Imamku… #NazrulAnwar

29 April 2015, Heading to 01 Mei 2015….

Genap, Linda-Nazrul

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh, Suamiku…

Entah diwaktu apa ketika kamu membaca surat ini. Apakah diwaktu pagi yang cerah, siang yang terik, sore yang begitu syahdu atau malam dengan heningnya. Sengaja aku tuliskan surat ini untuk kamu yang saat ini aku beri gelar “Suami-ku”. Kata sederhana namun begitu berharga, karena gelar itu hanya ada satu untuk bersanding dengan nama ku, dan tentu hanya dimiliki oleh satu-orang saja untuk membersamaiku. Gelar yang kemudian menjadikan semua orang mengakui bahwa saat ini kamu adalah Imam ku, ladang pahala bagiku karena bersama mu apapun yang ku lakukan kini akan bernilai ibadah dimata Allah.

Bagaimana kabar mu saat ini? Semoga Allah selalu menjaga mu agar senantiasa dalam kondisi terbaik, baik secara fisik, pikiran maupun kondisi ruhiyahmu….aamiin ya Rabb :”) Baca lebih lanjut

Surat untuk Allah…

Duhai Allah…izinkan untaian kata ini tertulis untuk-Mu.

Rabbi…Telah Kau ciptakan kami, manusia menjadi makhluk-Mu yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-Mu yang lain.

Kau berikan kami akal untuk berpikir. Berpikir mengenai segala penciptaan-Mu hingga kami mampu mengenal-Mu darinya. Berpikir tentang indahnya ciptaan Mu yang terhampar luas di alam ini yang darinya kami akan mengenalkan pada anak cucu kami tentang keberadaan-Mu.

Bak karpet hijau terhampar luas hijau daun-daun, pepohonan dan rerumputan itu nampak tak berujung…

Bagaikan akuarium raksasa Kau ciptakan luasnya lautan beserta ikan-ikan didalamnya

Seperti tiang menjulang tinggi Kau ciptakan gunung itu… Baca lebih lanjut

Surat untuk Calon Suami ku…..

Seperti yang ditulis dijudulnya….ini memang surat cinta untuk calon suami ku…

Tapi….sebenernya bukan diriku yang buat…lho kok???iya….soalnya, ini boleh copas dari salah seorang note temen di FB…isinya subhanallah…itu yang pada akhirnya memberanikan diriku untuk izin copas note ini…dan rasanya isi surat ini InsyaAllah mewakilli apa yang ada dalam hati ku dan mungkin akhwat yang lain untuk seseorang yang sudah Allah persiapkan….

Terharu juga nih bacanya…..

—————————————————————————————————————————————————

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir

“Akan ku jaga hati dan diri ku, hingga aku bertemu dengan mu….” (nah…klo yang ini asli buatan sendiri). Jadi ingat juga kata seorang teman “Jagalah hati dan dirimu, makan kau akan mendapatkan yang terjaga yang Allah sendiri penjaganya”

Bogor, 6 Agustus 2010

Linda J Kusumawardani

^Ketika Setiap Kata Bermakna^