Persiapan MPASI Baby Alea

Assalamu’alaykum para pemirsa dimanapun anda berada… *halah

Yuhuuuu…setelah lama pake banget off sebagai blogger, kali ini…bismillah mulai nulis lagi (sambil bersihin sarang laba-laba…hehe). Udah lebih dari setahun senampaknya ini blog ga diurus, maklum udah sibuk ngurus yang lain semenjak jadi isteri…hihi.

Alhamdulillah putri kecil kami yang selama 40 minggu dibawa kemana-mana didalem perut saya, sudah lahir ke dunia tanggal 22 Maret 2016 ini dengan sehat dan selamat. Setelah melalui perundingan pada konferensi meja bundar, finally putri kami diberi nama Alea Sofi Hafizha, panggil saja Bunga *plaaakkk. (Emang berita kriminal…wkwkw 😀 ). Maksud saya panggil saja Alea. Dan setelah melalui perjuangan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan ini, akhirnya saat-saat yang ditunggu sebentar lagi tiba. 22 September ini, usia Alea tepat 6 Bulan. It means MPASI Timeeee. Deg-degan? Pastinya. Semoga proses MPASI Alea berjalan lancar dan sukses…aamiin.

Diusia yang menjelang 6 bulan, Alhamdulillah Alea sudah menunjukan tanda-tanda siap untuk MPASI, walau agak deg2an juga menunggu tanda-tanda ini. Berdasarkan info dari berbagai sumber. buku, browsing, video youtube dr. Tiwi, ini adalah tanda-tanda Alea sudah siap, InsyaAllah…

  1. Alea sudah menunjukan ketertarikan bila melihat orang lain makan. Gak Cuma tertarik, tapi tangannya sudah mengambil makanan yang kita pegang.
  2. Sudah bisa duduk dengan kedua tangan menopang badannya. Memang belum tegak, karena duduk tegak tanpa ditopang itu ada diusia baby 8 bulan.
  3. Karena refleks menelan belum baik sehingga mudah tersedak, maka kepala bayi harus sudah tegak. Cara men-ceknya adalah pada saat posisi bayi tidur kepala bayi dapat terangkat saat kedua tangannya ditarik. Nah, ini salah satu hal yang saya tunggu-tunggu. Saya stimulus pelan-pelan sejak usia 5 M. Sampai alhamdulillah akhirnya kepala Alea sudah bisa mengangkat kepala seirama saat kedua tangannya diangkat pada usia 5 M 14 D.
  4. Oiya, fyi aja…BB Alea saat ini 6.5 kilogram diusia 5 M 19 D. Alhamdulillah masih ada dikurva hijau KMS, walau kemarin sempat bapil sampai pernah turun BB nya L . Yang jelas sih info dari berbagai sumber, berat bayi berusia 6 bulan harus 2 kali BBL. Alea lahir 2.695 kg, artinya dua kali lipatnya adalah minimal 5.4 kg. So, BB Alea saat ini sudah baik.

Next…Persiapan MPASI Alea….Horeeee…Sungguh yaaa, ini emaknya sangat antusias. Ceritanya udah sejak 2 minggu yang lalu saya listing dan hunting keperluan mpasi Alea. Apa aja item yang kemudian jadi targetan saya? Ini dia listnya…

  1. Buku-buku

buku-mpasi

Sejak negara api menyerang, saya mulai paham bahwa Ilmu selalu menjadi prioritas atas amal. Jadi sebelum melakukan segala sesuatu, ilmu tetap didahulukan. Begitu kata Rasulullah yang disampaikan oleh guru saya. So, sebelum melakukan yang lain saya perkaya dulu keilmuan tentang MPASI. Gak harus dari buku melulu kok, karena sekarang teknologi kan sudah canggih, bisa browsing sana-sini. Cuma kalo saya dengan buku biasanya lebih greget belajarnya, nanti tambahannya bisa dari mbah google dan mbakyu tub. Nah, Ini adalah 3 buku yang jadi bahan bacaan saya. Alhamdulillah tiga-tiganya spesial dari Abinya Alea. Bundanya tinggal melahap hap aja. Buku-buku sangat membantu terutama saat membuat daftar menu MPASI Alea dan how to make and serve-nya.

  1. Booster Seat

booster-seat

Saya beli Babydoes untuk menemani MPASI Alea. Untuk pemberian mpasi memang tidak disarankan sambil digendong atau tidur, karena kemampuan mengendalikan otot saraf dibagian kepala dan leher belum baik. So pemberian makan lebih baik dalam posisi duduk. Selain itu, agar baby terbiasa disiplin saat makan.

  1. Feeding Set

Saya beli feeding set warna-warni. Mangkok merk Munchkin dan sendoknya merk Pumpee. Sebenernya ada feeding set yang sudah BPA Free (Ex-Kado) Cuma warnanya putih aja. Sengaja saya beli yang begini, karena berdasarkan hasil penelitian yang ada, bahwa perlengkapan makan yang full color bisa membangkitkan gairah makan si kecil. Semoga Alea semangat makannya… 😀

  1. Training Cup (MagMag by Pigeon)

magmag

Ini buat latihan mimi Alea juga, biar pelan2 bisa lepas dari dotnya. Yang dipilih Magmag-nya pigeon, karena ujungnya silicone jadi lebih lembut buat gusinya dan kalau silicone nya rusak, bisa dibeli silicone nya aja.

  1. Spoon Feeder

food-feeder

Nah buat awal-awal MPASI yang si baby belum bisa makan sendiri (Metode BLW), spoon feeder ini cukup membantu untuk nyuapin Alea.

  1. Food Maker

food-maker-pigeon-2

Yang ini Pigeon. Udah lengkap-kap buat  Alhamdulillah gak beli, karena udah ada yang kadoin.

  1. Blender

Kebetulan pake blender yang ada dirumah aja. Cuma pakenya grinder yang kecilnya aja, berhubung gak banyak yang diblend.

  1. Slabber

Nah ini gak ketinggalan, menumbuhkan rasa semangat makan karena ada benda baru yang dipake saat Alea mau makan.

  1. Panci (Untuk mengukus)

Saya gak pake slow cooker, lebih hemat dan murmer saya pilih beli panci yang mini aja buat ngukus buah/sayurnya.

  1. Mini Container/ Wadah Es Batu

Kalo yang ini buat nyimpen stok makanan.

  1. Food Grinder

grinder

Ini belum dibeli sih, nanti mungkin menjelang 8 bulan. Supaya pelan-pelan Alea bisa naik tekstur makannya.

Dan yang gak ketinggalan adalah menu mpasi Alea…

Sekian yang bisa dibagi dari Bunda-nya Alea…Semoga bermanfaat. Semoga nanti bisa nulis lagi buat share pengalaman mpasinya Alea…

Happy MPASI,Alea !!!

Bogor, 17 September 2016

Linda J Kusumawardani

Blogger Pembelajar Kehidupan

Iklan

Belanda, Sang Juara Penakluk Air

Deltawerken

Belanda, Apa yang terlintas dipikiran anda saat mendengar Negara ini ? Bendungan, ya…mungkin itu bisa jadi salah satu jawabannya. Tak dipungkiri lagi, jika cerita Belanda dan bendungannya bukanlah cerita fiktif yang berasal dari negeri dongeng. Bendungan yang dimiliki Belanda bukanlah sembarang bendungan, karena setiap bendungan merupakan bukti kegigihan sebuah bangsa untuk tetap bertahan dan menunjukkan eksistensinya pada dunia.

Mari kita ingat kembali sejarah Belanda dan bendungannya. Satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1912 saat Belanda mengalami hal yang sangat memilukan. Seolah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan, badai dan banjir besar telah menyapu daratan wilayah Belanda dan menelan banyak korban. Ditambah lagi dengan kondisi 27 persen wilayah Belanda berada dibawah permukaan laut. Hal ini tentu menjadi sebuah momok permasalahan besar yang menghantui bangsa Belanda. Namun, kejadian dan kondisi ini justru membulatkan tekadnya untuk tetap bertahan hidup dinegaranya sendiri.

Posisi wilayah yang tidak strategis dan sejarah masa lalu ternyata tidak membuat Negara Belanda hilang dari peta dunia. Pertahanan Belanda menghadapi musuh-musuh bebuyutannya selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil. Belanda berhasil mengatasi ini dengan membangun bendungan-bendungan yang kini telah banyak dipelajari oleh Negara di dunia.

Pembangunan bendungan dilakukan dengan memperhatikan detil konstruksi, aspek lingkungan, ekologi pantai disekitarnya dan kehidupan nelayan serta kelancaran arus lalu lintas pelabuhan. Hal ini menjadikan bendungan tak hanya kokoh dari sisi konstruksi, namun juga menjadikan nilai tambah estetika dan pariwisata yang berdampak pada ekonomi Belanda. Kemampuan Belanda dalam membangun daratan melalui berbagai coastal construction project menjadikannya sebagai kiblat teknologi pengelolaan air dan menjadi sang juara penakluk air.

Ini adalah Gambaran Umum Proses Pembuatan Bendungan

Ini adalah Gambaran Umum Proses Pembuatan Bendungan

Sebut saja Amerika yang beberapa tahun terakhir banjir telah menjadi tamu di negara ini. Hal ini memaksa Amerika memikirkan kembali infrastruktur terbaik untuk mengendalikan banjir, khususunya di daerah delta Mississipi. Sebagai Negara adidaya, para politisi, insinyur, planner, dan desainer yang terlibat dalam proyek ini mengakui keahlian Belanda dan menjadikannya sebagai rujukan dalam membuat bendungan. Bendungan pun dirancang dengan meninggikan daratan. Desain dibuat bertingkat namun tetap memperhatikan aspek ekologi laut, ekonomi, kenyamanan dan kemudahan transportasi. Dibawah ini adalah tiga prototype bendungan yang dirancang oleh Amerika.

3 Jenis Prototype ini dibuat dengan Mempertimbangakan Ekologi Laut yang terpisah sesuai dengan jenis habitat hewan laut

3 Jenis Prototype Ini Dibuat dengan Mempertimbangakan Ekologi Laut. Tingkatan Pemisahan Disesuaikan dengan Habitat Jenis Hewan laut

Ini adalah Desain Kota ditepi Laut. Dibuat dengan  memperhatikan Arsitektur Bangunan dan tetap Menjaga Lingkungan Hidup di Laut.

Ini adalah Desain Kota Ditepi Laut. Dibuat dengan Memperhatikan Arsitektur Bangunan dengan Tetap Menjaga Lingkungan Hidup Perairan.

Negara lain yang terinpirasi oleh Belanda adalah Vietnam. Sungai Mekong di Vietnam memiliki persamaan dengan Holland Selatan dan Zeeland, yaitu keduanya memiliki delta yang dibatasi oleh barier dan bendungan disekelilingnya. Dalam rangka proses pengembangan dan penyempurnaan delta sungai Mekong, Pada tahun 2011, Perdana Menteri Vietnam bersama delegasinya mendatangi Belanda untuk melihat karya-karya delta yang dihasilkan dan mempelajari teknik konstruksi untuk pengembangan delta sungai Mekong.

Delta Sungai Mekong-Vietnam

Delta Sungai Mekong-Vietnam

Kemudian…Apakah anda mulai berpikir tentang Jakarta? Yup…kota yang notabenenya menjadi Ibu kota Negara kita telah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Pemerintah tentu tidak diam. Berbagai rencana telah disusun untuk menanggulangi bencana tahunan di Jakarta. Salah satunya adalah Giant Seawall alias bendungan raksasa. Dalam hal ini, lagi-lagi Belanda telah menjadi kiblat bendungan. Tahun 2011, Pemprov DKI Jakarta yang pada saat itu dibawah kepemimpinan Fauzi Bowo menggelar pertemuan dengan tim teknikal  dari Rotterdam, Belanda yang dipimpin oleh Wim Stolte untuk membahas dan mempelajari Giant Seawall.

See,what a great pioneer! Akhirnya sebuah keterbatasan justru telah membuat Belanda menjadi Pioneer pembangun bendungan yang menginpirasi dunia untuk menaklukan air.

Quote

***

Note : Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetiblog 2013

Sumber :

http://www.rnw.nl/english/article/barriers-and-dams-exporting-hollands-sea-defences

http://www.rnw.nl/english/article/giant-delta-plan-mekong-river

http://m.ammoth.us/blog/2011/09/de-damming-the-dutch-delta/

http://post.suropeji.web.id/?/read/2011/09/14/437/502632/megaproyek-fauzi-bowo-di-penghujung-jabatan

http://market-insight.blogspot.com/2010/04/dibalik-bendungan-belanda.html

Motivation Letter (Sample 1)

Let me share some the documents related the scholarship. Just found when I was looking for some data.  Wish you’ll get some inspirations to write down your motivation letter. Because most of the scholarship requirement to study abroad need it. Okay…then… I will make it into some  parts..Check it out… 😉

 

Motivation Letter (Part 1)

Since I was in Senior High School, I have believed that mathematics is an important factor in a life. All human activities in several fields such as information technology, economics, physics, social and others will run well if they are cited in a good mathematics framework. This circumstance stimulated me to attend faculty of mathematics and natural science. I choose statistics as my specialization even though at this time, there weren’t many people know about statistics and few students choose statistics as their specialization. I saw in several developed countries such as The Netherlands and Belgium, the mathematics degree-holders not only have many opportunities but also were cited as important scholar in their societies.

As a student at XXXX Department faculty of XXX of XXX University, I had numerous opportunities to do many activities. From XXX to XXX I had chances to become a lecturer assistant in mathematics and statistics laboratory. My resposibilities are taught and supervised students in the following subjects; Basic Programming, Computational Statistics, Statistical Methods and XXX.

Besides studying, I was active in the student senate and became the head of research and development division. In XXX I, in a team, became the third winner of Indonesian student research competition. Overall I am pleased with my academic record and I believe that it has prepared me very well for graduate school.

Presently, I work as a XXX for XXX. My responsibilities are teaching, conducting research individually or in a team and etc (mention your responsibilities)…… Working as a statistics lecturer needs deep knowledge of fundamental mathematics and experiences in advanced research of applied statistics. Even though my undergraduate programme has given me a strong background in the fundamentals of various mathematics especially statistics, this is not enough for me to be a professional lecturer. I have to continue my study to enrich my skills and broaden my knowledge.

Currently, our institution which one of the functions is to XXXX to the government of Indonesia, has formulated its Long Term Plan known as the XXX PLAN, which directed toward the establishment of the Integrated National XXX System. This plan is including the development of statistics in various fields such as economy, demography, agriculture, and health. It leads the need of statistician who expert in those fields. Today, there is no Master of Science in XXX in our institution. These circumstances persuade me to apply Master of Science in XXX under XXX Scholarship programme.

Master of Science in XXX is needed in Indonesia because of the following reasons:

  1. It will improve education in XXX and Indonesia in general, and strenghten the establishment of the Integrated National System
  2. I will fill the masters of XXX scarcity and strengthen the sustainable development of Indonesia.

Considering all factors above. I believe that the chosen study will benefit Indonesia in general

I consider myself to be a good candidate for XXX Scholarship because I am young, energetic, hardworking, visionary, and motivated person who believes that I can do something for the benefit of my country to whom I have been working. I did my best with all maximum efforts I could give for my institution. But this is not enough. Frankly, I am not satisfied yet with what I did. I believe that I can do much better if I am trained and developed through a master of science in Belgium.

Source : Pak Tio’s blog…

Linda J Kusumawardani

Pembelajar dari Kehidupan

Tahukah Kamu? (10 Hal ini…..)

 

1. #Tahukah kamu? Jika darah akan semakin mengental seiring dengan bertambahnya usia manusia. Hal ini menyebabkan jantung perlu bekerja keras untuk mempompa darah. So, gak perlu heran bila orang tua akan cenderung mudah lelah.

2. #Tahukah kamu? Kalau aspirin salah satu jenis obat yang membuat darah menjadi lebih encer namun aspirin memberikan efek sakit pada lambung. Sehingga, penderita maag sebaiknya jangan mengkonsumsi ini.

3. #Tahukah kamu? Kalau ternyata ada cara paling murah dan mudah untuk membuat darah menjadi lebih encer, yaitu dengan banyak mengkonsumsi air putih. 🙂 Baca lebih lanjut

The Journey To Japan (Episode : Belajar dari mereka…)

Japan…dengan segudang cerita yang ku dengar sebelumnya…

Kali ini saya akan bercerita bagaimana saya belajar dari mereka….

Sebuah pemandangan yang sangat mengagetkan memang ketika berada disana. Banyak hal yang saya pelajari dari orang-orang jepang dan ehmmm…sepertinya saya sangat  mengerti bila banyak sekali orang yang mengelu-elukan bangsa ini. Saya tidak bermaksud membandingkan negara ini dengan Negara manapun termasuk Tanah Air Indonesia. Namun bolehkan saya mengambil pelajaran-pelajaran positif dari mereka…

Satu hal yang saya poin penting dalam hal ini  adalah mereka bukanlah Negara Islam, penduduk asli (bukan pendatang) yang beragama islam pun masih sangat minoritas. Tapi, bila dilihat secara keseluruhan bangsa mereka sudah banyak menerapkan sistem ajaran Islam yang Rasulullah ajarkan kecuali masalah minum Khamr, Babi dan masalah Aurat.

Dalam bayangan saya, bila Indonesia yang memang notabene sudah memiliki penduduk muslim mayoritas menerapkan apa yang telah Rasul ajarkan, sungguh rasanya terasa luar biasa…ahh, ingin sekali dalam masa itu… Baca lebih lanjut

Nikah dini banyak Problema…???

2 Minggu lalu, saat perjalanan saya ke kantor, saya dikagetkan dengan sesuatu…mengernyitkan dahi sesaat, membaca berulang-ulang tulisan yang baru saja saya baca hingga akhirnya angkot yang saya tumpangi melewati papan reklame itu yang bertuliskan

“Nikah Dini banyak Problema

Ayo siapkan dirimu raih Prestasi Tunda Nikah Dini. dua anak lebih baik!”

Yaa…kurang lebih begitulah tulisannya…

Saya heran…sesaat setelah saya membaca tulisan ini kok banyak pendapat saya yang menyatakan kontra dengan tulisan ini. Muncul pertanyaan-pertanyaan dalam otak saya..Padahal nikah dini gak masalah kalau sudah dipersiapkan dengan baik…

  1. Mana ada kaitannya prestasi dengan nikah dini??? Prestasi tetap bisa kita dapatkan walau dengan menikah. Siapa bilang dengan menikah berarti kita sudah tidak bisa berprestasi??? Ehmmm….aya2 wae… Baca lebih lanjut

Cara “Gila” Membangun Indonesia (Belajar dari Tolikara,Papua)

sumber: dari milist tetangga  jurnalisme@yahoogroups.com

Pak Kunjaya and colleagues,

Salam dari Jayapura! Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific.

Hasilnya? Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan, Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medali perunggu Indonesia di raih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil di Tolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. Dari Tolikara, Indonesia belajar!

Kisahnya dimulai dengan seorang “gila” bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiade science dunia, yang telah sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajang olimpiade science dunia, memprakarsai  dilaksanakannya Olimpiade Astronomi Asia Pacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda di Indonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari… Baca lebih lanjut