Senandung Jiwa

Senandung Jiwa

Allah…
Biarkan ketenangan merajai hati, meyakini akan setiap janji Mu atas segala apa-apa yang ada dibumi, itu lebih dari cukup bagi ku.

Kau tak pernah pergi dari setiap jiwa yang masih mengingat Mu walau dalam keadaan sempit.

Aku mungkin bukanlah hamba terbaik, namun izinkan kecintaan ku pada Mu menjadi sebuah pusara akan hakikat cinta sesungguhnya.

Tak peduli seberapa sakit ujian yang ada

Tak mengapa jika pahit ini terasa

Tak mengapa ya Rabb…asalkan Kau Ridho

Allah…Apalah aku…

Jika masih saja tak mampu merasakan kasih sayang-Mu

Apalah aku…

Jika tapak kaki ini masih saja terseok-seok untuk menjalankan perintah-Mu

Tak pantas memang aku menuntut terlalu banyak, karena sungguh nikmat-Mu lebih dari itu

Allah…

Cukupkan aku dengan cinta-Mu

Cukupkan aku dengan Ridho-Mu

Semoga Kau mau menerima amal ku

Semoga masih ada usapan lembut mu atas setiap peluh itu

Semoga cinta-Mu menjaga ketenangan jiwa

Semoga Kau jaga hati ini dalam keikhlasannya

Semoga untaian ridho Mu tak putus mengalir pada setiap amal

Bagai cahaya yang menerangi jalan ini…

Pada ku…seorang hamba yang masih apa adanya…

 

***

 

Depok, 30 April 2014
Linda J Kusumawardani
Pembelajar dari Kehidupan

Doa Bunda Zainab Al-Ghazali

Ini adalah doa ibunda Zainab Al Ghazali rahimahullah ketika beliau mengalami penyiksaan dipenjara…

“Ya Allah sibukkanlah aku dengan (mengingat)-Mu, hingga melupakan selain-Mu. Sibukkanlah aku dengan (mengingat)-Mu, wahai Tuhanku. Wahai zat Yang Maha Esa, wahai zat Yang menjadi tempat bergantung. Bawalah aku dari alam kasar (dunia) ini. Sibukkanlah aku agar tidak mengingat seluruh hal selain-Mu. Sibukkanlah aku dengan (mengingat)-Mu, bawalah aku di hadirat-Mu. Berilah aku ketenangan yang sempurna dari-Mu. Liputilah aku dengan pakaian kecintaan-Mu. Berikanlah kepadaku rezeki mati syahid dijalan-Mu. Karunikanlah kepadaku kecintaan yang tulus kepada-Mu, keridhaan pada (ketentuan)-Mu dan Ya Allah, teguhkanlah diriku, sebagaimana keteguhan yang dimiliki oleh para ahli tauhid ya Allah!”

Doa yang sangat indah…

2 November 2013

Pengagum karakter, kisah dan sejarah mu…

Linda J Kusumawardani…

Ramadhan dan Pernak Perniknya…

Bimillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillahirabbil’alamin atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya, terutama sudah dipertemukan dengan ramadhan dan genap mencapai idul fitri. Sungguh ini adalah salah satu nikmat yang sangat luar biasa. Salah satu moment yang dinantikan dalam kurun waktu 1 tahun sekali. Saat bertemu dan bermaaf-maafan dengan orang banyak yang belum tentu bisa dijumpai setiap hari. Berkumpul bersama saudara-saudara, berbincang dan makan ketupat bersama. Tentu tidak lupa dengan ritual bagi-bagi angpau….hehe. Maklum ini adalah tahun ke-4 saya sudah berganti posisi dari yang menerima menjadi pemberi., Alhamdulillah…

Ramadhan dengan pernak-perniknya memang akan selalu dinanti bagi umat islam diseluruh dunia. Bulan yang sangat mulia, bulan yang penuh rahmat, ampunan, bulan pengabulan doa, bulan dimana salah satu malamnya terdapat malam seribu bulan, bulan dilipatgandakannya pahala sedekah dan ibadah (bahkan tidur saja bisa jadi ibadah ..) dan masih banyak keistimewaan lain yang berada di bulan ramadhan. Itulah mengapa tidak heran banyak orang yang memasang target ibadah pada bulan ini dengan tidak melupakan doa-doa terbaik untuk dirinya, keluarga atau pun saudaranya yang lain. Karena saya yakin mereka adalah orang-orang yang tidak ingin merugi dalam menjalani hari-hari nya selama ramadhan.

Ramadhan juga merupakan bulan pendidikan bagi manusia, dimana jika setiap manusia berusaha memiliki kebiasaan yang baik selama 1 bulan ramadhan, maka ini akan mendidik kita hingga terus dilakukan di 11 bulan selanjutnya. Dan pada akhirnya, kemenangan berhak diperoleh oleh orang-orang yang berhasil menahan segala hawa nafsunya. Tentu kebahagiaan yang luar biasa akan dirasakan oleh Para Pemenang. Para Pemenang tidak akan berhenti setelah ramadhan berakhir yang ditutup dengan Idul Fitri, namun para pemenang akan terus berusaha melakukan penjagaan dibulan-bulan selanjutnya dan bahkan mereka akan terus memperbaiki segala kekurangan yang ada pada dirinya untuk lebih mempersiapkan diri menyambut ramadhan selanjutnya. Baca lebih lanjut

Karena Ukuran Kita Tidak Sama

Saya Boleh Copas Taujih ini dari Ust. Salim A Fillah…


Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi

 

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

 

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya, Baca lebih lanjut

.: Berdialog Dengan Malam :.

Saat malam tak kunjung pergi, aku mulai bertanya…duhai malam kemana mentari? Mengapa dia tak hadir, aku menunggunya, aku ingin kembali mengukir senyum dengan nya.  Aku yakin dia akan datang setelah mu…

Apakah kau tak senang pada ku??? Tanya malam dengan penuh rasa penasaran

Siapa yang mengatakan demikian wahai malam???Aku senang padamu, Walau aku sempat terkejut dengan warna mu, namun tanpa mu aku tak kan sekuat ini dalam menjalani hidup. Kau yang telah mengajarkan ku untuk tetap berjalan dalam gelap, mengajak ku untuk tetap melihat dalam pekat, walau cahaya bulan milikmu tak seterang matahari, namun cahaya mu yang tetap menguatkan ku dalam menyusuri jalan, cahaya yang Allah berikan untuk tetap menuntunku saat berada bersama mu. Tahu kah kau??Saat aku dalam kepanikan, kegelisahan, ketakutan bertemu dengan mu, aku terus berdoa agar Allah tak membiarkan ku sendiri. Hingga akhirnya, Allah berikan sinar bulan bersama rasi rasi bintang untuk terus menuntun ku dalam menyusuri setapak demi setapak jalan. Tidak hanya itu malam!! karena dengan kau jugalah Allah telah menyadarkan ku dari cahaya mentari yang terkadang menyilaukan pandangan ku dari tujuan hidup ku yang sebenarnya.

Lalu, mengapa kau ingin segera pergi meninggalkan ku jika kau senang bersama ku?? Baca lebih lanjut

Surat untuk Allah…

Duhai Allah…izinkan untaian kata ini tertulis untuk-Mu.

Rabbi…Telah Kau ciptakan kami, manusia menjadi makhluk-Mu yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-Mu yang lain.

Kau berikan kami akal untuk berpikir. Berpikir mengenai segala penciptaan-Mu hingga kami mampu mengenal-Mu darinya. Berpikir tentang indahnya ciptaan Mu yang terhampar luas di alam ini yang darinya kami akan mengenalkan pada anak cucu kami tentang keberadaan-Mu.

Bak karpet hijau terhampar luas hijau daun-daun, pepohonan dan rerumputan itu nampak tak berujung…

Bagaikan akuarium raksasa Kau ciptakan luasnya lautan beserta ikan-ikan didalamnya

Seperti tiang menjulang tinggi Kau ciptakan gunung itu… Baca lebih lanjut

Ya Rahman…

Ya Rahman

Allahu ya Rahman….Allahu ya Rahman
Allah.. Allah.. Allah.. Allah.. Allahu ya Rahman

berlalu waktu berlalu
sepi menghantar kembali padaMu
bersimpuh aku bersimpuh
dalam lelah hati memohon padaMu

di pintu kasihMu hati kan mengadu
di dalam gelapku memohon ampunMu
kasihani aku terangi jiwaku
sinari hidupku

dan berharap belas kasih
dan berharap maaf untuk
segala salah dan dosa dari hitam di langkahku
semoga engkau beri
setitik cahaya terang
sebelum masa hilang dari pandangan

Allahu ya Rahman…Allahu ya Rahman

By : Opick

 ***

“Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku.” (HR. Bukhari & Muslim) Baca lebih lanjut