Ramadhan dan Pernak Perniknya…

Bimillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillahirabbil’alamin atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya, terutama sudah dipertemukan dengan ramadhan dan genap mencapai idul fitri. Sungguh ini adalah salah satu nikmat yang sangat luar biasa. Salah satu moment yang dinantikan dalam kurun waktu 1 tahun sekali. Saat bertemu dan bermaaf-maafan dengan orang banyak yang belum tentu bisa dijumpai setiap hari. Berkumpul bersama saudara-saudara, berbincang dan makan ketupat bersama. Tentu tidak lupa dengan ritual bagi-bagi angpau….hehe. Maklum ini adalah tahun ke-4 saya sudah berganti posisi dari yang menerima menjadi pemberi., Alhamdulillah…

Ramadhan dengan pernak-perniknya memang akan selalu dinanti bagi umat islam diseluruh dunia. Bulan yang sangat mulia, bulan yang penuh rahmat, ampunan, bulan pengabulan doa, bulan dimana salah satu malamnya terdapat malam seribu bulan, bulan dilipatgandakannya pahala sedekah dan ibadah (bahkan tidur saja bisa jadi ibadah ..) dan masih banyak keistimewaan lain yang berada di bulan ramadhan. Itulah mengapa tidak heran banyak orang yang memasang target ibadah pada bulan ini dengan tidak melupakan doa-doa terbaik untuk dirinya, keluarga atau pun saudaranya yang lain. Karena saya yakin mereka adalah orang-orang yang tidak ingin merugi dalam menjalani hari-hari nya selama ramadhan.

Ramadhan juga merupakan bulan pendidikan bagi manusia, dimana jika setiap manusia berusaha memiliki kebiasaan yang baik selama 1 bulan ramadhan, maka ini akan mendidik kita hingga terus dilakukan di 11 bulan selanjutnya. Dan pada akhirnya, kemenangan berhak diperoleh oleh orang-orang yang berhasil menahan segala hawa nafsunya. Tentu kebahagiaan yang luar biasa akan dirasakan oleh Para Pemenang. Para Pemenang tidak akan berhenti setelah ramadhan berakhir yang ditutup dengan Idul Fitri, namun para pemenang akan terus berusaha melakukan penjagaan dibulan-bulan selanjutnya dan bahkan mereka akan terus memperbaiki segala kekurangan yang ada pada dirinya untuk lebih mempersiapkan diri menyambut ramadhan selanjutnya. Baca lebih lanjut

Ramadhan dan Pohon Kehidupan

Malam 28 Ramadhan…Cukup lama sekali rasanya aku tidak mengisi blog kesayangan ku ini. Seandainya saja mau beralasan, sudah banyak alasan dalam lemari ku untuk diberikan, penuh sesak tak muat lagi…(hehe… 😀 ). Ahh…tapi, itu tetaplah menjadi sebuah alasan. Menghidupkan semangat menulis terkadang tidak semudah yang aku bayangkan. Saat ide muncul namun kondisi fisik tidak mendukung, menulis tidak akan menjadi optimal. Saat semangat menulis ada, namun ide tenggelam tetaplah tidak akan menghasilkan sebuah karya. Itulah yang terjadi belakangan ini, beberapa hari dan minggu lalu waktu ku banyak yang tersita karena satu dan lain hal. Tidak ingin dipikirkan sebenarnya, tapi ternyata sering sekali melintas dalam pikiran…Harap dimaklumi, karena saya adalah perempuan, jadi hal-hal kecil pun bisa jadi dipikirkan… Tapi, alhamdulillah semua bisa diselesaikan dengan baik.

Tekad saya menulis semakin besar setelah semua hal yang menyita waktu saya itu teratasi satu per satu. Namun…sayang nya hanya tekad. Karena ide menulis itu masih belum muncul…ckckck. Sampai akhirnya masih tak ada karya terbaru di blog kesayangan ku ini….

Dalam kegalauan mencari inspirasi kesana kesini, tiba-tiba aku menemukan sesuatu dalam PC laptop ku. Alhamdulillah….

Tidak sengaja membuka file-file lama…aku menemukan sesuatu dalam PC yang ternyata pernah aku buat dulu. (Dulu…) aku menyebut ini “My Life Tree” atau mungkin bisa disebut sebagai proposal kehidupan. Hal ini mengingatkan ku tentang banyak hal…mengenai masa lalu, harapan, cita-cita dan masa depan…

Alhamdulillah…kali ini, biarkan ini menjadi inspirasi saya menulis. Sekaligus saya juga ingin berbagi….

File ini di buat sekitar 3 tahun yang lalu saat semua harapan terasa begitu jelas, saat mimpi terasa begitu dekat. Mengapa harus ragu bermimpi jika itu semua gratis (Nggak pake bayar…). Walau beberapa bagian dari pohon ini belum diperoleh semua, namun…cukuplah sampai saat ini aku ucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin…

Ini adalah beberapa harapan ku beberapa tahun yang lalu. Tentu saja saat ini pohon itu semakin saja tumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu…Berhubung baru ditemukan dan tidak sempat direvisi, jadi saya posting saja apa adanya…

Dalam Pohon Kehidupan yang ku buat, terdapat beberapa warna, yaitu

Warna Biru, artinya Cita-cita tertinggi

Warna Hijau, artinya Alhamdulillah sudah Allah berikan

Warna Kuning, artinya Masih saya lakukan/ jalani/ ikhtiarkan  sampai saat ini

dan Warna Putih, artinya Allah masih memeluknya hingga kelak diberikan-Nya pada saat yang tepat

Dengan menaruh setiap niat-niat baik, melalui ikhtiar yang baik dan menyerahkan apapun pada-Nya…Alhamdulillah, selalu ada alasan untuk bersabar dan berhusnudzon untuk setiap hasil terbaik dalam menjalani hidup.

Saat ada air mata, selalu ada senyum merekah yang Allah berikan untuk membahagiakan kita. Saat sebuah kesabaran terasa terlalu lama dalam hati, akan ada sebuah garansi yang Allah berikan melalui pengabulan doa dengan cara yang begitu indah. Saat kesulitan dalam menjalani hidup kembali menyapa, selalu ada tangan-tangan Allah yang bekerja untuk meringankannya.

Semoga kesabaran tak pernah menemui tepi nya, karena ujian hidup adalah keniscayaan…

Menjelang beberapa hari berakhirnya Ramadhan yang merupakan bulan Mustajabnya doa dengan segala rahmat dan ampunan-Nya, rajutan doa dan harapan terus dibentangkan karena Allah akan memudahkan proses pengabulan setiap niat-niat baik.

Dengan sebuah keyakinan atas kasih sayang-Nya, Allah yang maha baik akan menggenapkan setiap doa dalam setiap ranting dari pohon kehidupan ini…aamiin ya rabbal’alamin…

Pohon Kehidupan

16 Agustus 2012 / 28 Ramadhan 1433H

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Pembelajar dari Kehidupan^

Aku, Penjual Bakso & Penjual Celana di Malam 12 Ramadhan….

Saat itu malam ke -12 Ramadhan….

Lelah menggelayuti tubuhku, Penat sungguh membebani pikiranku..

Keduanya memaksaku untuk segera mendatangi tempat peraduan itu.

Nyaris saja aku kalah, karena mereka mendapat dukungan dari kelopak mataku Berat…aku hampir menyerah melawan hitungan kilo beban yang menempel diatasnya. Sungguh ini nyaris mengalahkan ku!

Mereka boleh saja merayuku, membujukku dengan segala ketenangan. Namun, tidak dengan hati ku. Ramadhan telah berhasil mengambilnya dan mengembalikan kembali semangatnya yang kemudian menuntunku untuk tetap membayar hutang yang belum ku lunasi hari itu.

Aku butuh 2 jam untuk melunasinya dengan harapan segera aku bisa merebahkan kekakuan tubuh ku. Membalaskan kepada mereka yang gagal merayuku lebih dulu. Tak sabar rasanya aku merasakan sunyinya malam itu melalui alam mimpi, ketenangan yang menembus dimensi ruang dan waktu.

Ku pikir ini tibalah saatnya…

Namun…

Sesaat setelah perbincangan ku dan mama berakhir, waktu ku telah tiba….

Tidak, ternyata tidak… Suara mangkuk yang beradu dengan sendokitu terdengar jelas ditelinga ku. Jelas dengan resonansi yang cukup untuk menyayat hati ku malam itu, pukul 11.00 malam.

Tak perlu bicara ma…aku sudah ingin menangis rasanya. Namun, aku tahu mama akan mengatakannya

“Mencari beberapa lembar uang itu susah kan??” Baca lebih lanjut

Ramadan Ku Tahun Ini…..[2010]

Menjelang kedatangannya banyak hal yang ku persiapkan, karena terlalu bahagia ku menyambutnya dan serasa merugi bila tak ku sambut dirinya dengan sebaik-baik sambutan, karena aku tak tahu apakah Allah menjamin diriku untuk bertemu dengan nya tahun depan…keberkahan, hidayah, ampunan, maghfirah, dan pahala yang telah dititipkan-Nya pada mu membuatku tak sabar menanti hadirmu wahai Ramadhan…

Ramadhan ku tahun ini diawali dengan kegundahan hati. Tangis pecah dari qalbu ku, hati ku resah…tak tahu apa yang terjadi, bingung dan tak mengerti dengan kondisi ini. Saat kebingungan dan kegundahan menutupi pikiran, ku cari penyebabnya jauh lebih dalam ke lubuk hati hingga ku temukan bagian terkecil darinya, lembut ku tanya padanya “ada apa gerangan wahai hati???” Hmm…kini ketemukan jawabnya, Ya Rabb bahkan tak bisa ku membohongi diriku sendiri…aku merindukkannya lagi…ya, ini akan menjadi Ramadhan pertama dirinya tak hadir ditengah-tengah keluarga ini, adikku tercinta…5 bulan sudah dirimu kembali ke Haribaan-Nya..tangis ku pecah dalam keheningan malam kala itu dengan lirih ku ucap “De’…mba kangen”. Hmm…keesokan harinya ku datangi pusaranya bersama orang-orang yang mencintainya. Sebaik-baik doa kami panjatkan untuknya yang kami sayangi. Alhamdulillah hati ku pun tenang setelahnya, Namun nampaknya….Allah tak tega melihat ku bersedih, Dia tlah mampu mengukir senyuman kecil dibibir ku.hmm…Dia tetap mengizinkan kami menikmati Ramadhan pertama berlima, langkap bukan???…Ada aku, kedua orang tua ku, adikku, hmm dan satu lagi my lovely ukhti nurlela…hmm..ya, ela yang pada akhirnya menggenapkan jumlah seharusnya keluarga ini. Sudah tak canggung lagi baginya, karena keluarga ku sudah mengganggapnya seperti keluarga. Apalagi mama, yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri….walau ela tak bisa pulang ke kampung halamannya di Karawang, ku harap sahur bersama keluarga ku dapat mengobati rasa rindunya dirumah….

Ramadan ku tahun ini….dalam kesehariannya memang berbeda 180 derajat, ku kira orang lain pun sama. Sungguh merugi orang-orang yang tidak memanfaatkannya dengan maksimal. Mencoba berpikir kekuatan macam apa yang membuatnya begitu?hal yang tak ku pahami…karena seluruh tenaga, energi dan semangat akan bertambah bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, sama hal nya yang ku lihat pada kebanyakan orang disekelilingku. Ahhh…….ku coba menebak dalam hati, aku yakin energi itu muncul karena rasa Cinta.ya…Cinta yang pada akhirnya mengubah rasa menjadi energi yang luar biasa. Ramadhan bagai sekolah singkat yang Allah persiapkan bagi hamba-Nya untuk belajar mencintai-Nya lebih dekat dan dekat lagi. Dia menyediakan banyak hadiah bagi siapa yang lulus dalam masa pendidikan ini, ada hidayah, ampunan, rahmat, pahala, Syurga yang dijanjikan dan yang tak kalah menarik adalah Malam Lailatul Qadr yang keistimewaannya selalu dinanti banyak orang. Tak heran jika malam-malam ganjil banyak orang yang menantinya dalam sujud-sujud panjang dan larut dalam lantunan Ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dan masih banyaaaaak lagi reward yang Allah sediakan dalam sekolah Ramadhan ini….Akhirnya, kelulusan akan ditentukan 11 bulan selanjutnya, yang juga sebagai pembuktian diri apakah kita sudah berhasil menjadi Alumni Terbaik Ramadan….

Ramadhan ku tahun ini terlalu sering ifthor diluar…bagaimana tidak????dari 30 hari hanya 7 hari aku merasakan bisa berbuka puasa dirumah. Selebihnya waktu berbuka puasaku banyak ku habiskan di dalam angkutan umum dalam perjalanan pulang kerja     (-_-)”….tapi Alhamdulillahnya ada juga waktu berbuka bersama dengan temen-temen kampus. Suatu hal yang menyenangkan bisa bersilaturahim dengan para saudara-saudara lintas angkatan. LDK KMA sebagai fasilitator yang telah mempertemukan kami dalam cinta pada-Nya. Sore itu sambil menunggu waktu berbuka acara diisi dengan bincang-bincang2 dan diskusi teman2 ADK dengan para Alumni. (Jazakillah ya buat temen2 LDK yang secara tidak langsung memfasilitasi kami para alumni untuk reuni), Sungguh hal yang luar biasa. Semoga Allah tetep memberikan keistiqomahan untuk kita semua, dan teruslah berjuang menjadi “Sahabat Untuk Ummat” dan menciptakan kampus yang madani, … Allahuakbar!!!

Yang lain…juga ada yaitu ifthor bersama dengan temen-temen kantor yang dihadiri oleh anak2 yatim piatu. Sungguh beruntung rasanya diri ini jika melihat kondisi mereka. Jadi teringat Firman Allah dalam surat Ar-Rahman…”Nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan?” Astagfirullah….maafkan hamba ya Rabb bila hamba sering tak mensyukuri nikmat-Mu….

Oiya, satu lagi iftor yang berkesan bagi ku yaitu saat aku berbuka puasa bersama dengan komunitas yang baru aku ikuti Agustus kemarin (ACIKITA a.k.a Aku Cinta Indonesia Kita), sungguh mengesankan. ya…..cukup menghiasi kesan ramadhan tahun ini. Sedikit bercerita ya….ACIKITA adalah sebuah orgsanisasi yang concern ke dunia pendidikan Indonesia yang didirikan oleh orang Indonesia di Jepang sekaligus berpusat disana dengan berskala Internasional. Berkesempatan menjadi pengurusnya menjadi hal yang luar biasa bagi ku, dan ku anggap sebagai modal awal untuk masuk ke dunia pendidikan nantinya. Alhamdulillahnya…aku diberi kesempatan untuk masuk ke Departemen Pendidikan. Ahhh…….tak sabar rasanya menanti pertemuan selanjutnya, duduk bersama orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar untuk bangsa ini…terima kasih ya Rabb…

Ramadan ku tahun ini di akhiri dengan kesan mendalam. 10 hari terakhir tak beda jauh dengan teman-teman yang lain, ku upayakan seoptimal mungkin semuanya, apalagi ada Lailatul Qadr di dalamnya yang membuatku ikut berlomba *tak mau kalah dengan yang lain. Tapi…..memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan nikmat sehat ku sedikit Allah kurangi. Flu berat melanda…demam, bersin2, pilek selama 3 hari lumayan mengganggu aktivitas kerja ku. Sampai akhirnya harus bedrest 1 hari dirumah untuk memulihkan kondisi jasadyah, karena aku tidak ingin mendzolimi diri sendiri ditambah lagi ku ingat rencana I’tikaf yang ku susun dimalam ke-25 bersama dengan teman2 ku. Setelah 1 hari bedrest dirumah keesokan hari nya dengan kondisi jasad yang masih lunglai ku paksakan diri untuk ngantor. Hanya berharap hari itu tak banyak pekerjaan yang harus ku lakukan lagipula jenuh juga seharian ada dirumah. Dan Akhirnyaaaaaaaaa…………Alhamdulillah kondisi ku semakin membaik. Memang Allah selalu memudahkan hamba-Nya yang memiiliki niat baik..malamnya ku lanjutkan dengan melakukkan I’tikaf bersama 3 orang teman ku di At-tin. Suasana I’tikaf disana selalu ku nantikan setiap tahun, apalagi saat shalat berjama’ah…bacaan surat sang imam mampu menyentuh qalbu ku terdalam. Ahh…..merdu sekali…membuat kekhusyu’an shalat semakin mudah didapat. Tausyiah yang disampaikan oleh sang ustadz pun luar biasa menggugah semangat ku yang bertemakan Visi Rasulullah untuk Ummatnya di Abad 21 (Isi tausyiahnya sudah diposting sebelumnya di blog). Lagi-lagi!!!! I’tikaf menambah rasa cinta ku kepada Sang Ilahi, menyadari dunia bukanlah tujuan hidup yang utama. Subhanallah wal hamdulillah walailahaillahu wallahu Akbar!!

Di detik-detik berakhirnya Ramadan…Allah memberikan pesan pada ku dengan cara-Nya. Melalui sebuah kejadian, Allah memberikan ku pelajaran untuk lebih memaknai rasa cinta yang sesungguhnya..Dialah Allah yang Maha Mengetahui kelemahan diriku. Walau sangat sering ku dengar tausyiah2 mengenai hal itu namun terkadang masih harus sering Allah berikan teguran itu ….*dasar ndableg…Kejadian itu membuat ku merenung dan bermuhasabah cukup lama. Entah apa rasanya qalbu ku saat itu, yang ku rasa hanya keresahan dan kerisauan. Ahh….tak karuan  sepertinya. Beruntung aku memiliki sahabat-sahabat dalam jalan dakwah ini, yang tak pernah bosan saling mengingatkan satu sama lain. Padahal aku tahu tausyiah apa yang akan mereka berikan untuk ku, namun terkadang memang hal itu perlu diucapkan lagi oleh mereka sebagai alarm pengingat untuk ku. Beberapa kisahpun mereka ceritakan yang berkaitan dengan perasaan ku, menjadi sebuah pelajaran yang sungguh mengena…hmm…3 pelajaran dari 3 orang berbeda menjadi modal untuk ku bermuhasabah diri. Malam-malam ku setelah kejadian itu ku habiskan lebih lama untuk mengadukan semuanya pada Sang Pemilik Hati.  Hingga akhirnya hati ku jauuuuuuuuuuh lebih tenang, ku serahkan semua urusan ku pada-Nya. Ini adalah beberapa pelajaran dan hikmah nya yang ku peroleh…

  1. Serahkanlah segala urusan-Mu pada Allah maka hatimu akan menjadi tenang.
  2. Berusahalah mengambil “hati” Allah, karena bila berhasil Allah akan memberikan apa yang kau minta bila itu yang terbaik bagimu.
  3. Janganlah pernah menggantungkan diri pada makhluk-Nya, karena kau akan kecewa bila ia tak sesuai dengan harapan mu.
  4. Jika hati mu tak tenang, maka mintalah pada-Nya sebuah ketenangan dengan sebuah doa dan dzikir.

Hmm…..ya, itulah Ramadan ku tahun ini….sungguh bermakna…dan akan ku tutup dengan ucapan

Taqabalallahu minna waminkum waja’alna  minal aidzin wal faidzin…..

Mohon Maaf Lahir dan Batin,…

Ied Mubarak 1431 H

semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang mendapatkan hidayah dalam bulan ramadan tahun ini dan berhasil lulus dengan predikat terbaik yang akan dibuktikan 11 bulan selanjutnya…….Amin ya Rabb…

Bogor, 09 September 2010

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

Visi Rasulullah Untuk Ummatnya di Abad-21….

Tema yang cukup luar biasa bukan??? Tak disangka ternyata Rasulullah sudah memiliki visi untuk ummatnya di abad ke 21 ya… Tema ini adalah tema yang dikupas malam hari saat aku dan tiga orang teman ku melakukan I’tikaf di At-tin Jum’at lalu dimalam ke-25 Ramadhan. I’tikaf malam itu cukup dihadiri banyak jama’ah. Saat kajian dimulai waktu sudah menunjukkan 09.30 malam. Kajian malam itu kira-kira berjalan kurang lebih 1,5 jam. Di awal-awal aku semangat sekali mendengarkan tausyiah dari sang ustadz karena tema nya yang luar biasa, namun ternyata aku tak mampu bertahan lama, hanya sekitar 45 menit saja aku benar-benar mendengarkan penyampaian sang ustadz yang subhanallah itu karena setelah itu mata ku sudah tak dapat ku kendalikan. Walau hanya sedikit, akan ku coba ku tuliskan ilmu yang sudah ku dapatkan dari sang ustadz.

Kalau berdasarkan tema yang disampaikan, pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan.. “Tahu dari mana Rasulullah memiliki visi untuk ummatnya di abad sekarang?” atau “Emang pernah ada hadistnya ya menngenai hal itu?”. (nebak-nebak, hee….). Maksud dari tema ini sebenarnya memang bukan berarti rasul pernah secara khusus menyampaikan pesan hanya untuk kita ummatnya yang saat ini berada di Abad ke-21. Tapi…urgensi kita belajar dari sirah Nabi bahwasannya banyak sekali hal yang dapat kita jadikan teladan untuk selanjutnya dilakukan pada zaman ini demi Kebangkitan Kembali Ummat Islam.

Inilah beberapa bahasan yang masih dapat dengan jelas ku dengarkan selama 45 menit sebelum akhirnya ku tertidur pulas….hehe… 😀

Semoga bermanfaat….

*Agak serius sedikit ya….. 😀

Bismillahirrahmanirrahim…..

Poin Pertama…..


Jika saat ini antum/na yang sedang membaca tulisan ini belum berstatus menikah (ana juga termasuk nih kedalamnya….), mudah-mudah ini dapat menjadi masukan dalam prosesnya mencapai gerbang pernikahan. Walaupun saat ini ana belum menikah, tapi boleh ya kembali mengingatkan bahwa menikah bukanlah hal yang sederhana, yang hanya sebuah proses pertemuan seorang laki-laki dan wanita yang diresmikan dengan akad dan dihadiri oleh saksi-saksi kemudian selesai. Kalau mau dilihat justru bagian terpenting dari sebuah pernikahan adalah proses setelah keduanya dinyatakan halal karena sesungguhnya amanah atau tanggunng jawab setelah menikah jauuuuuuuuuuuuuh lebih berat.

Ikhwatifillah selain menjadi sebuah ibadah, menikah juga merupakan pemindahan tanggung jawab seorang ayah kepada seorang laki-laki yang menjadi suami dari anak perempuannya yaitu kewajiban menafkahi, mendidik melindungi istri
dan istri wajib menaati suami dengan catatan selama perintahnya tidak melawan hukum Allah. Itu semua adalah sebuah amanah yang luar biasa bagi seorang suami kepada seorang istrinya. Bahkan ikrar (baca:akad) seorang laki-laki saat menikahi seorang wanita merupakan perjanjian yang kuat “Mitsaqan Ghaliza” yang mampu menggetarkan Arsy nya Allah, selain pengucapan syahadat seorang manusia sebagai pernyataan sebuah janji kepada Rabb nya. Luar biasa bukan???

Oleh karena itu, menikah bukanlah sesuatu hal yang sepele dan simple….Disini sang ustadz sangat mengingatkan bahwa memilih seorang pasangan hidup itu adalah hal yang sangat penting. Sangat penting baik bagi seorang ikhwan atau akhwat memiliki visi dan misi yang jelas kedepannya dalam membentuk sebuah keluarga muslim yang kuat dan merupakan titik tolak kedua untuk meraih kejayaan islam setelah menjadi seorang individu yang rabbani. Keluarga muslim merupakan batu bata yang merupakan institusi terkecil dari masyarakat muslim. Seorang muslim yang membangun dan membentuk keluarga, berarti ia telah mengawali langkah penting untuk berpartisipasi membangun masyarakat muslim.

Sang ustadz juga mengatakan cukuplah kisah Nabi Luth as dan Nabi Nuh as saja yang kita jadikan sebuah pelajaran betapa pentingnya membangun sebuah keluarga muslim. Bahkan anak Nabi Nuh as pun Allah tenggelamkan bersama dengan ibunya akibat mengingkari Allah sebagai Rabb semesta alam.

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba-hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami, Lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu) ‘Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).’.” (Q.S At-Tahrim : 10)”

Cukuplah hanya cerita para nabi saja, jangan terlalu banyak membuat pelajaran-pelajaran pada masa sekarang. Misalnya…seorang laki-laki yang menikah dengan seorang wanita kemudian memiliki anak-anak, namun dalam perjalanannya mengarungi sebuah rumah tangga ternyata sang istri durhaka kepada suaminya (misal, selingkuh) *Naudzubillah) dan sang anak tak berbeda jauh dengan ibunya. Kemudian dengan mudahnya sang suami menyatakan hal seperti ini “Wajarlah, jika saya tak mampu mendidik dengan baik istri dan anak saya, saya kan hanya seorang manusia biasa. Bahkan Nabi Nuh as dan Nabi Luth as pun yang seorang nabi juga bisa gagal dalam membangun sebuah rumah tangga”. Astaghfirullah…jangan sampai hal ini terjadi. Menurut sang ustadz Nabi Nuh as dan Nabi Luth as pun sudah terkena teguran langsung dari Allah berkaitan dengan hal ini. Ana lupa Qur’an surat apa…namun kurang lebih isinya menjelaskan bahwa “Anak dan Istri Nabi Luth as dan Nabi Nuh as merupakan hasil didikan yang gagal”. Itu adalah teguran dari Allah untuk tingkatan para nabi yang dimuliakan. Bagaimana bila teguran itu untuk kita sebagai manusia yang tidak memiliki keistimewaan apa-apa bahkan memiliki dosa yang menggunung. MasyaAllah….Oleh karena itu, sangat penting bagi diri kita masing-masing untuk memilih pasangan hidup karena agamanya yang kemudian memiliki visi dan misi yang jelas agar rumah tangga yang akan dibina terarah dan memiliki sebuah tujuan.

Kisah lain adalah dari seorang wanita bernama Asiah yang memiliki suami seorang kafir bernama Fir’aun. Hidayah Allah datang padanya melalui Nabi Musa as. Namun tidak sama halnya dengan Fir’aun yang tetap memilih untuk menjadi seorang kafir.

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-oranng yang beriman, istri firaun, ketika dia berkata,’Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah disisi-Mu dalam syurga dan sselamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kau yang zalim’.” (Q.S At-Tahrim : 11)

Dari kisah Ibunda Asiah dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa betapa pentingnya memiliki suami yang baik agamanya dan hal ini merupakan sebuah prioritas utama memilih calon pendamping bagi seorang wanita, karena suami itulah yang pada akhirnya akan menggantikan posisi ayah bagi kita (baca :wanita). Bayangkan bila kita berada diposisi Ibunda Asiah, apakah kita mampu mempertahankan keimanan kita???sungguh itu adalah posisi yang sangat sulit. Dan pelajaran lain yang dapat kita (lagi2 para akhwat) adalah rasa cinta kepada Allah harus ditempatkan pada posisi tertinggi dalam Qalbu yang merupakan pusat dari jiwa kita. Karena sungguh betapapun besar rasa cinta kita terhadap sang suami kelak, perintahnya tidak wajib kita ikuti ketika sudah bertentangan dengan syari’at-syari’t islam.

Selain itu meminta kepada Allah untuk memilihkan seorang pendamping hidup terbaik merupakan hal yang paling utama karena hanya Allah-lah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi diri kita. Berikut adalah doa yang biasanya dipanjatkan seseorang yang belum menikah dan akan menikah…

Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama …QS. Al Furqan (25) : 74

Yang artinya :

” …Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)….”


Dari doa diatas Allah memperlihatkan betapa pentingnya memilih seorang pendamping hidup, karena meminta pasangan disebutkan terlebih dahulu baru kemudian keturunan. Sehingga memilih calon suami/istri bukanlah perkara main-main karena seorang anak yang akan bermanfaat bagi ummat ini dilahirkan dari Orang Tua yang Luar Biasa.

Oleh karena itu, ikhwatifillah jadikan rasa cinta kepada Allah sebagai landasan dalam melangkah kejenjang pernikahan, bukan rasa cinta yang lain…kemudian jadikan agama sebagai modal awal dalam memilih calon pendamping…..sehingga akan diperoleh kebarokahan dalam berumah tangga nantinya. Sebuah visi dan misi merupakan hal yang tidak kalah penting untuk dijadikan pondasi awal sehingga lebih memantapkan dalam membangun keluarga muslim yang akan menjadi titik awal tumbuhnya generasi rabbani yang akan menjadi soko guru peradaban islam.

Bagaimana apa antum/na sudah menyiapkan visi dan misi untuk melangkah ke gerbang ini????

Poin Kedua………

Sang ustadz pun membahas peran penting orang tua bagi anak-anaknya. Bagaimana saat ini banyak sekali orang tua yang sudah mengkerdilkan pikiran anak-anaknya. Banyak orang tua saat ini yang tidak mempersiapkan anak-anak nya untuk menjadi pemimpin sebuah peradaban. Padahal seharusnya itu menjadi mimpi bagi setiap orang tua untuk memiliki seorang anak yang dapat bermanfaat bagi ummat ini, karena kita adalah ummat terbaik seperti apa yang Allah firmankan dalam Al-Quran :

Kalian adalah ummat terbaik yang dilahirkan ke tengah-tengah manusia untuk menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (Q.S Ali-Imran :110)

Apa contohnya???saat ini banyak orang tua yang sering sekali mengatakan hal ini pada anak-anaknya “Nak, nanti kamu kuliahnya di Universitas A atau B aja ya, karena lulusan-lulusan dari sana cari kerjanya gampang. Nanti kamu bisa kerja diperkantoran bagus”….Secara sadar atau tidak pernyataan ini sebenarnya sudah mengkerdilkan pikiran sang anak. Bagaimana tidak?? Sayang sekali kan kalau seorang anak yang punya potensi bagus itu hanya harus kerja diperkantoran saja dan hanya sekedar “mudah” mendapatkan pekerjaan. Padahal mungkin saja sang anak itu menjadi seorang pemimpin dunia yang juga memikirkan hal-hal besar tidak hanya pekerjaannya saja namun juga ummat manusia. Oleh karena itu…sebagai orang tua atau calon orang tua, maka menjadi kewajiban kita untuk menumbuhkan pikiran-pikiran besar itu pada anak-anak kita kelak.

Dan bagi kita yang saat ini memiliki mimpi besar untuk menjadi salah seorang pemimpin peradaban islam atau termasuk kedalam orang-orang yang berada didalamnya salah satu kunci yang perlu kita pegang adalah bagaimana kita mampu menjadi anak yang sholeh/sholehah bagi orang tua kita yang mampu menyejukkan pandangan mereka “Qurrata’ayun”. Sebuah statement yang luar biasa yang ana garis bawahi dari sang ustadz adalah “Seorang anak belum bisa menjadi seorang pemimpin sejati bila belum mampu menyejukkan pandangan Orang Tuanya”. Oleh karena itu betapa penting nya diri kita sebagai seorang anak mengamalkan secara menyeluruh mengenai materi “Birrul Walidain”. Karena sejatinya, Ridho Allah terletak pada ridho orang tua kita.

Poin Ketiga…

Ini adalah bahasan ustadz terakhir yang ku perhatikan sayup-sayup hingga akhirnya mengantarkan ku ke alam mimpi, walaupun begitu mudah-mudahan ingatan ku masih dalam kondisi baik untuk menceritakannya kembali…Amin!

Bahasan ketiga ini pun tak kalah menarik, sang ustadz menceritakan tentang berbagai macam peperangan yang berhasil dimenangkan oleh pasukan ummat muslim baik pada zaman Rasul ataupun para sahabat. Dimana kunci kemenangan-kemenangan itu hampir seluruhnya bukan karena disebabkan oleh kuantitas tentara muslim yang sangat banyak bila dibandingkan dengan jumlah tentara musuh, namun kualitas para tentara muslim.

Salah satu peperangan yang diceritakan oleh beliau adalah kisah penaklukan sebuah kota yang pernah dijanjikan oleh Rasulullah oleh seorang Pemuda bernama Muhammad Al-Fatih. Siapa yang tidak mengenal beliau?? Sang Penakluk Konstantinopel.

Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]

Seleksi Allah Jatuh ke tangan Muhammad Al-Fatih

Obsesi tujuh abad itu begitu bergemuruh di dada seorang Sultan muda, baru 23 tahun usianya. Tak sebagaimana lazimnya, obsesi itu bukan mengeruhkan, melainkan semakin membeningkan hati dan jiwanya. Ia tahu, hanya seorang yang paling bertaqwa yang layak mendapatkannya. Ia tahu, hanya sebaik-baik pasukan yang layak mendampinginya.
Maka di sepertiga malam terakhir menjelang penyerbuan bersejarah itu ia berdiri di atas mimbar, dan meminta semua pasukannya berdiri.

“Saudara-saudaraku di jalan Allah..” ujarnya,

“Amanah yang dipikulkan ke pundak kita menuntut hanya yang terbaik yang layak mendapatkannya. Tujuh ratus tahun lamanya nubuat Rasulullah telah menggerakkan para mujahid tangguh, tetapi Allah belum mengizinkan mereka memenuhinya. Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan shalat fardhu sejak balighnya, silakan duduk!”

Begitu sunyi. Tak seorang pun bergerak.
“yang pernah meninggalkan puasa Ramadhan, silakan duduk!”
Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali, tak satu pun bergerak.
“yang pernah mengkhatamkan Al-Qur’an melebihi sebulan, silakan duduk!”
Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menekuk kakinya. Berlutut berlinang air mata.
“yang pernah kehilangan hafalan Al-Qur’annya, silakan duduk!”
Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tak terikut menjadi ujung tombak pasukan merekapun duduk.
“Yang pernah meninggalkan shalat malam sejak balighnya, silakan duduk!”
Tinggal sedikit yang masih berdiri, dengan wajah tegang, dada berdegub kencang, dan tubuh menggelentar.
“Yang pernah meninggalkan puasa Ayyaamul Bidh, silakan duduk!”
Kali ini semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri. Dia, sang Sultan sendiri. Namanya Muhammad Al-Fatih. Dan obsesi tujuh abad itu adalah Konstantinopel.

Begitulah kira-kira keistimewaan yang berada pada diri seorang Muhammad Al-Fatih.Sungguh patut diteladani dan harus menjadi inspirasi bagi para pemuda-pemuda muslim. Pasukkan perang Muhammad Al Fatih adalah orang-orang yang senantiasa menjalani perintah Allah dan Sunnah Rasul dengan sangat baik. Sebagai contoh adalah pasukan ini senantiasa melakukan Qiyamulail di 1/3 malam terakhir. Mereka habiskan waktu itu untuk berkhalwat dalam kecintaan kepada Rabb nya, malam-malamnya semakin berkualitas dengan larutnya mereka membaca surat-surat cinta dari Allah yang semakin menambah ketaqwaan dan keimanan mereka. Sehingga pantas saja jika Allah memenangkan pasukan dalam peperangan untuk menaklukan Konstantinopel. Walaupun secara kuantitas saat itu sangat jauh jumlahnya bila dibandingkan dengan musuh, namun kualitas keimanan merekalah yang pada akhirnya menjadi modal utama kekuatan melawan para musuh.

Masih ada satu kota lagi yaitu Romawi yang pernah Rasulullah janjikan penaklukannya akan berada pada tangan seorang muslim.Siapakan Muhammad Al Fatih selanjutnya????

_Sebagai catatan bagi kita semua adalah peneliti dari Barat pernah memprediksi  bahwa kebangkitan ummat islam akan muncul dari arah timur tepatnya adalah dari INDONESIA. Hal itu dapat dilihat dari salah satu cirinya jika sampai suatu saat nanti akan banyak ummat muslim yang berbondong-bondong datang ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah_Sungguh luar biasa…..Allahuakbar!!!!!

* Ana tak pernah bosan mendengar kisah seorang Muhammad Al-Fatih. Bila ana mendengar cerita ini ada sebuah harapan yang besar yaitu bila Allah izinkan…ana ingin menjadi Ibu dari sosok Sang Penakluk Romawi atau menjadi seorang pendamping Sosok Sang Penakluk Romawi…..Amiiiin ya Rabb….Hmmm…tapi masih banyak kekurangan dalam diri, masih banyak yang perlu diperbaiki…semuanya InsyaAllah sebuah proses. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya….

Itulah 3 poin yang dapat ana bagikan untuk antum/na semua sebagai oleh-oleh i’tikaf ana dimalam ke-25 Ramadhan tahun ini….semoga dapat diambil manfaatnya….

Syukron Katsir….

Wallahu’alam bishowab…..

Bogor, 05 September 2010

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^