Senandung Jiwa

Senandung Jiwa

Allah…
Biarkan ketenangan merajai hati, meyakini akan setiap janji Mu atas segala apa-apa yang ada dibumi, itu lebih dari cukup bagi ku.

Kau tak pernah pergi dari setiap jiwa yang masih mengingat Mu walau dalam keadaan sempit.

Aku mungkin bukanlah hamba terbaik, namun izinkan kecintaan ku pada Mu menjadi sebuah pusara akan hakikat cinta sesungguhnya.

Tak peduli seberapa sakit ujian yang ada

Tak mengapa jika pahit ini terasa

Tak mengapa ya Rabb…asalkan Kau Ridho

Allah…Apalah aku…

Jika masih saja tak mampu merasakan kasih sayang-Mu

Apalah aku…

Jika tapak kaki ini masih saja terseok-seok untuk menjalankan perintah-Mu

Tak pantas memang aku menuntut terlalu banyak, karena sungguh nikmat-Mu lebih dari itu

Allah…

Cukupkan aku dengan cinta-Mu

Cukupkan aku dengan Ridho-Mu

Semoga Kau mau menerima amal ku

Semoga masih ada usapan lembut mu atas setiap peluh itu

Semoga cinta-Mu menjaga ketenangan jiwa

Semoga Kau jaga hati ini dalam keikhlasannya

Semoga untaian ridho Mu tak putus mengalir pada setiap amal

Bagai cahaya yang menerangi jalan ini…

Pada ku…seorang hamba yang masih apa adanya…

 

***

 

Depok, 30 April 2014
Linda J Kusumawardani
Pembelajar dari Kehidupan

Love is The Answer (Just a Poem)

Why you so sad?
Why you cry?
What is your feeling now?
No…it is not too hard like your imagine
Just start it, then you will feel better
You never know if you never try
You’ll never see the sunlight before you see the moonlight at night
You’ll never see the rainbow if you never see the rain

Don’t surrender…
Please keep straight in this way, because the choice is yours
Don’t worry about any obstacles you have to pass
Don’t worry because everything is going to be fine Baca lebih lanjut

Diam (Puisi)

DIAM

Terlambatkah kesadaran itu datang

Hingga cerita ini banyak tertahan

Bagaikan awan yang sanggup menahan turunnya hujan

Bagai derasnya air laut yang tertahan oleh sebuah bendungan

Semua tersekat…

Jikalah kini sudah cukup banyak ku kumpulkan semua cerita

Tentang sebuah jalan meraih asa dan harapan

Namun mengapa semua itu tertahan untuk dikatakan

Hanya karena sebuah kesadaran

Bahwa itu semua seolah tak berharga

Bahkan mungkin tak pernah ada

Menyisakan pesona yang hilang karena terkikis derasnya hujan

Namun… tak mengapa jika berbagi itu tak perlu didengar

Dan diam menjadi sebuah pilihan

Mungkin ini hanya sesaat, hingga kelak akan ku bagikan pada saat yang tepat

Disebuah tempat yang tepat

Dalam sebuah ketenangan yang menyelimuti sanubari

Tanpa perlu ego yang merajai

Begitu berharga walau hanya dengan empati

Bersama doa dan keyakinan yang ku titipkan di gelapnya malam

Akan sebuah janji yang lebih pasti dari hanya sekedar keinginan

 

Bogor, 14 Juni 2012

Linda J Kusumawardani

Pembelajar dari Kehidupan

Kembali (Puisi)

Kembali

Saat semua terasa menyenangkan

Dalam indah dengan selimut kedamaian

Kala Malam menjadi mentari yang menghangatkan

Tak ada lagi hening karena tlah menjadi keramaian

Namun… ketika itu tak selamanya

Karena teringat kembali perintah Sang Penguasa

Terdengar pasti dan penuh ketegasan

Pertahankan…Pertahankan…!!!

Karena kelak dia kan kembali

Dengan kekuatan yang semakin besar…

Tidak lagi menjadi rapuh

Karena tebing itu telah jauh lebih tinggi dari sebelumnya

Untuk menghalangi terjangan musuh

Karena tak ingin terjatuh kembali ke dalam lubang yang sama Baca lebih lanjut

Surat untuk Allah…

Duhai Allah…izinkan untaian kata ini tertulis untuk-Mu.

Rabbi…Telah Kau ciptakan kami, manusia menjadi makhluk-Mu yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-Mu yang lain.

Kau berikan kami akal untuk berpikir. Berpikir mengenai segala penciptaan-Mu hingga kami mampu mengenal-Mu darinya. Berpikir tentang indahnya ciptaan Mu yang terhampar luas di alam ini yang darinya kami akan mengenalkan pada anak cucu kami tentang keberadaan-Mu.

Bak karpet hijau terhampar luas hijau daun-daun, pepohonan dan rerumputan itu nampak tak berujung…

Bagaikan akuarium raksasa Kau ciptakan luasnya lautan beserta ikan-ikan didalamnya

Seperti tiang menjulang tinggi Kau ciptakan gunung itu… Baca lebih lanjut

Malaikat Tak Bersayap

Malaikat Tak Bersayap…

Tak adakah kata yang cukup untuk merangkum semua
Saat warna pelangi saja tak cukup melukisnya
Saat biru tak cukup menggambarkan ketenangan
Saat merah tak cukup memperlihatkan keberanian
Saat hijau tak mampu mengukir ketabahan
Atau…kuning yang tak cukup menunjukan kegembiraan
Bahkan…saat violet tak bisa melukis sebuah harapan

Tak adakah daya yang mampu mengukir semua
Saat lisan itu tak mampu berucap
Saat diam tak ada makna tertangkap
Saat semua tetap berada ditempat
Bahkan bahagia hanya mampu tersirat Baca lebih lanjut

Sungguh hanya karena-Nya…

Sungguh hanya karena-Nya…

Mungkin keindahan yang menjadikannya sulit dilepaskan

Atau mungkin karena menawan tak mampu ditinggalkan

Bahkan pertahanannya kini semakin kuat

Walau sudah tidaklah sama…

Derasnya sama dengan air hujan yang tak mampu tertahan di atap langit

Membasahi seluruh alam dan meredakan kegersangan

Hati itu tidak mati, sungguh!

Karena setiap tetesnya memberikan kedamaian dan menambah keyakinan

Walau sudah tidaklah sama…. Baca lebih lanjut