Telepati…

Entah mengapa rasanya seperti ada yang mengendap-endap, menyelinap masuk ke dalam ruang bilik hati. Seolah telah mencuri dengar pembicaraan dari dalamnya. Hingga ketika ada sebuah rasa yang berusaha mengaburkan ketenangan dengan melambaikan tangan seolah mengajak ku beranjak dari sini. Saat itu pula, terdengarlah sebuah suara berbisik lembut untuk menguatkanku. Seperti sebuah telepati yang menembus jarak dalam ratusan bahkan ribuan kilometer, bisikan itu datang secepat kilat memberikan sebuah isyarat tertentu..

Telepati…Tak nampak dalam pandanganku bagaimana cara mu sampai. Berjalan-kah? atau berlari untuk segera menghampiri ku? Semua terasa ghaib dalam logika milik ku. Namun kehadiran mu begitu terasa cepat hingga tak perlu membuatku menunggu lama.

Telepati…Kali ini, Aku tak sedang meragukan keberadaan mu. Karena sudah kesekian-kali nya kau memahami kapan aku membutuhkan mu untuk sekedar memberikan jawaban atas setiap tanya yang singgah menghampiri.

Ahh, agaknya aku mulai benar-benar meyakini keberadaan mu, duhai telepati…

Walau tak terlihat, namun kau dapat dirasakan…

Dan aku sedang membuktikannya, dalam pertemuan kita pada satu titik frekuensi yang sama walau dalam jarak yang cukup jauh. Lihatlah, Bagaimana pertemuan kita dihubungkan pada satu titik tujuan yang sama, layaknya pemancar dan penerima gelombang radio. Keduanya dapat saling bertemu ketika saling menginginkan pertemuan pada satu frekuensi tertentu…

Terima kasih, telepati….

===Linda J Kusumawardani===Pembelajar dari Kehidupan===28022015===

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s