.: Belajar dari Sekitar :.

belajarAlam

Bismillahirrahmanirrahim…

Belajar tak hanya sekedar duduk dikelas, mendengarkan khutbah guru atau dosen kemudian mencatat dan menghafal. Katakanlah saya tidak terlalu sepakat dengan ini. Namun saya sepakat bila itu adalah salah satu tempat atau sarana menimba ilmu pengetahuan.

Saya juga sepakat kalau belajar itu tidak hanya di sekolah atau Universitas. Terlalu sempit bila orang memandang kecerdasan seseorang hanya dari IQ nya saja. Padahal sekarang tingkat kecerdasan seseorang juga diukur dari EQ, ESQ dan lainnya. Ahh… Allah itu memang Maha Luas ilmu nya dan hanya Allah lah yang Maha Memiliki Lautan ilmu itu. Yang tidak pernah memilih kepada siapa ilmu itu harus dibagikan. Mengapa ?? Ya, karena semua tergantung pada diri kita sendiri  apakah kita mau untuk mencari dan mempelajarinya.

Okesipp saya lanjutkan. Saat ini saya ingin berbagi 3 cerita yang saya temui dan saya ambil pelajaran dari dalamnya. Alhamdulillah…akhirnya, Setelah lama saya tidak posting. Sekarang akhirnya saya bisa lagi berbagi cerita lewat tulisan…

Baiklah…Cerita pertama. Langsung saja, pertama kali saya melihat beliau saya langsung mengaguminya. Ini mengenai cerita ibu pedagang yang mencoba mengais rejeki di Gang Senggol , salah satu gang untuk menembus menuju kampus saya Universitas Indonesia. Tidak ada yang istimewa dengan dagangannya. Hanya tissue yang biasa dijual dua ribuan dan permen yang dibungkus plastik kecil-kecil. Tak ada yang istimewa bukan??? Memang ini tidak istimewa…hehe. Okeh, kembali serius. Diam-diam ada hal yang membuat saya bangga pada sosok beliau adalah kondisi fisik beliau yang tuna netra. Beliau tidak memanfaatkan fisik tersebut dengan meminta-minta. Beliau memilih jalan yang lebih mulia untuk menjemput rejekinya dengan tidak khawatir  bila nanti ada mahasiswa atau orang yang iseng sengaja mengambil barang dagangannya. MasyaAllah…saya yang sehat dan lengkap begini jadi malu dengan semangat beliau…Mencari rejeki ternyata tidak hanya sekedar banyak secara kuantitas tapi bagaimana cara mendapatkannya agar rejeki itu menjadi barokah…Semoga Allah memberikan kelapangan rejeki yang barokah pada beliau ya, aamiin…:-) . Nahh…pesan saya buat temen-temen yang gak sengaja lewat gang ini jangan segan2 ya beli tissue ataupun permen yang dijual beliau ya…🙂

 

Cerita kedua, Saya belajar dari kakak sepupu saya yang sudah lamaaaa sekali tidak bertatap muka langsung. Kami sudah lama sekali tidak bertemu, mungkin terakhir saya waktu itu masih kelas 3 atau 4 SD. Wahh…sudah puluhan tahun sepertinya… Namun akhirnya Beberapa tahun belakangan kami berkesempatan bertemu kembali melalui socmed, sebut saja Facebook namanya… #halah. Walau begitu tak banyak juga yang kami bicarakan lewat sana. Dan akhirnya….setelah puluhan tahun itu tepatnya awal bulan oktober lalu saya berkesempatan untuk datang bersilaturahim ke rumah beliau dan keluarga yang berada dinegara tetangga, Malaysia. Sebagai saudara yang sudah puluhan tahun tak bertemu tentu saya merasa canggung diawal-awal untuk berbicang dengan beliau. Ya iyalah…sudah lama kami tak jumpa, hehe. Baiklah…Bukan golongan darah O kalau tak cepat beradaptasi. Dan jreng…jreng…tidak sampai satu jam saya sudah berhasil berkomunikasi dengan baik. Alhamdulillah seketika saja saya merasa berada dirumah sendiri. Saya disambut dengan sangat baik dan hangat oleh keluarga besarnya disana. Bahagiaaaa ….rasanya bisa kembali bersilaturahim dengan kakak sepupu saya, yaitu anak dari kakaknya bapak, begitulah hubungan sepupuan kami. Disana saya juga bertemu dengan suami beliau yang saya panggil Abang, anak-anak beliau yang pintar dan kakak sepupu saya yang lain. Banyak sudah yang kami bicarakan, sampai tak sadar sayapun terbawa-bawa logat melayu nya…hehe😛. Diantara banyak percakapan itu tema percakapan kami adalah bagaimana Mba ayu (cara saya memanggil beliau) bertemu dengan abang, suaminya yang berkebangsaan Malaysia. Ternyata mereka saling jatuh hati berawal dari Abang yang datang tiba-tiba menjadi ksatria untuk menolong mba ayu saat tangannya kejepit pintu. Abang datang setelah 2 orang rekannya tak bisa mengeluarkan darah yang sudah mengental dijari mba ayu. Dan ternyata 2 orang sebelumnya ternyata laki-laki juga…Tibalah waktunya sampai akhirnya abang bilang “Semua cara yang dicuba tu salah linda, yang benar tu rendamlah dulu jari tangannya dalam air hangat. Setelah encer barulah ditusuk dengan jarum dari samping. Supaya tak sakit jari nya waktu darahnya nak keluar.. Begitu metode yang benar”. Kemudian saya pun nyeletuk …”Ooo…jadi begitu ya bang, kalau begitu nanti linda juga coba bagaimana kalau kejepitnya kejepit pintu mobil saja” …hahahah…semua pun tertawa…hihihih #SalahFokus. Baiklah…baiklah itulah pelajaran bagaimana cara bertemu kesatria, ehh…salah maksudnya mengeluarkan darah beku setelah kejepit pintu😀 . Hehe…Syudah…syudah…itu intro saja.

Mulai serius…Mba ayu yang saya dengar adalah seorang  entrepreneur disana. Namun saya tidak tahu persis bagaimananya, yang saya dengar sudah sukses saja…dan benar saja setelah saya mendengar dan melihat langsung saya tak ragu lagi tentang kesuksesannya. Beliau berpesan untuk tidak pernah ragu berwirausaha “jangan takut rugi… Allah sudah atur rejekinya”. Sepertinya Mba Ayu dan Abang sangat memahami dan mengaplikasikan hadist Rasulullah,”Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rejeki” (HR. Ahmad). Saya yang belum memiliki jiwa untuk berdagang namun sudah memiliki niat dan mimpi tentang hal ini semakin termotivasi untuk menjadi entrepreneur kelak. Beliau sukses bukan tanpa hambatan, pernah beliau kehilangan 2 mobil Alphard nya yang dipakai untuk usaha rental, kebakaran di toko nya dan lain-lain. Tapi pada akhirnya, semua dikembalikan lagi Pada Allah oleh keduanya. Akhirnya perlahan Allah kembalikan lagi dengan yang lebih baik. Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tidak pernah mengingkari janji. Saya percaya mba ayu dan Abang termasuk orang percaya akan hal itu. Tak hanya itu satu lagi Mba Ayu dan keluarga termasuk orang yang sangat ringan tangan, dalam arti sangat dermawan. Mungkin ini yang pada akhirnya memberikan keberkahan rejeki pada keluarga beliau. Termasuk pada saya saat disana yang di”bekel”in buat jalan-jalan…hehe, Alhamdulillah😀 .

Jadi, pesannya adalah sebagai seorang muslim harus nya kita tidak ragu untuk berwirausaha. Dari info yang pernah saya baca jika saja 2 % warga Indonesia adalah pengusaha maka Indonesia sudah bisa menjadi Negara Maju. See…bagaimana berwirausaha bisa mengubah keadaan yang lebih baik😀 . Semoga saja saya segera bisa memulainya…Saya juga Ikut menyemangati teman-teman yang sudah lebih dulu menjadi wirausaha muda dan pastinya juga pada diri saya sendiri yang belum jadi apa-apa😀.

Cerita Ketiga adalah Berhubung saya sedang menjalani penelitian untuk thesis saya semester depan. Ini adalah cerita tetangga meja penelitian saya, Beliau adalah seorang ibu yang sedang menyelesaikan penelitian untuk disertasinya. Ya…beliau sedang mengambil pendidikan S3 nya. Kurang lebih 2 tahun, beliau melakukan penelitiannya yang belum selesai itu. Saat pertama kali bertemu saya tidak mengira penelitian beliau sudah lama, karena ekspresi wajahnya tak nampak sama sekali kejenuhan. Beliau sangat bersemangat mengerjakan semua tahapan-tahapan reaksi. Walaupun sudah berkali-kali beliau berganti tema penelitian. Saya teringat pesannya pada saya pada saat saya sedang luntur semangat nya “Harus semangat linda, klo gagal itu artinya kita sedang dibuat pintar”. Wahh….kok jleb banget ya, padahal itu kalimat yang sederhana. Yupp, bener yang beliau bilang, karena saya tahu kalau teknik yang saya pakai harus dimodifikasi lagi jadi saya dipaksa mikir untuk dibuat pintar. Saya pikir-pikir lagi, harusnya saya memang tidak boleh mengeluh, malu sama bahan penelitian saya –> TITANIUM. Selain itu, rasanya cukup adem jika mengingat Firman Allah dalam

Q.S Al-Mujaadilah ayat 11 :“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.  

Seorang ibu tetangga meja penelitian saya saja semangat, seharusnya saya yang lebih muda harus semangat. Alhamdulillah bisa menghilangkan kegalauan saya pada si Titanium😀.  So, buat teman-teman yang sedang mempelajari sebuah ilmu harus semangaaat yaaa…! Semoga kelak ilmunya bermanfaat bagi orang banyak…aamiin…

Depok, 30 Oktober 2013

Linda J Kusumawardani

Blogger Pembelajar dari Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s