My Essay Contest (1st Published)

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah akhirnya saya kembali kesalah satu dunia saya setelah hibernasi lebih dari 1 bulan, Menulis. Namun, kali ini saya tidak sedang menulis suatu hal…Saya hanya ingin me-repost tulisan saya yang belum pernah saya publish sebelumnya kecuali kepada panitia International Essay Contest 2012 yang diselenggarakan oleh UNESCO dan Goipeace sekitar bulan Juni tahun ini (Masih 2012)…

Saya memang tidak memenangkan essay contest ini, namun itu tak mengapa…toh ini bukan yang pertama kali saya gagal dalam menghadapi atau meraih sesuatu yang saya inginkan. Namun hal yang saya sesalkan adalah saya merasa tidak optimal saat membuat essay itu yang pada akhirnya ini membuat saya galau setelah announcement. Bukan apa-apa, saya sudah meniatkan : Jika saya memenangkan essay contest ini maka hadiah yang akan saya terima seluruhnya akan saya berikan ke Mama untuk pergi umroh. dan 1st prize akan memperoleh hadiah : Certificate and prize of 100,000 Yen (approx. US$1,300) dan akan diundang dalam award ceremony di Tokyo, Japan. 

Saya pun sangat meyakini jika ini semua pasti berjalan sudah sesuai dengan skenario terbaik dari Allah, dan saya yakin akan ada rejeki yang lain dikemudian hari untuk mama, aamiin. yang memang bukan melalui jalan ini…

Tulisan ini saya buat 1 hari sebelum deadline kepada panitia. Waktu itu dihari yang sama saat saya mendapatkan info ini dari salah satu teman, saya langsung memikirkan ide apa yang bisa dijadikan inspirasi untuk menulis…Kondisi saya  sangat lelah saat itu, membuat saya agak sulit untuk berpikir lebih jernih. H-1 sore hari deadline saya baru mendapatkan informasi ini dari salah seorang sahabat saya (Ela) yang sudah diposting di wall FB saya. Saya pulang kerja agak malam hari itu dan akhirnya pukul 09.00 malam saya baru sampai dirumah, setibanya dirumah saya langsung on line untuk melihat info lebih lengkapnya. Setelah saya membaca tema yang diminta saya pun bergegas membersihkan diri, shalat isya sambil mencari ide. Alhamdulillah, masih ada ide yang terlintas dalam benak saya terkait dengan tema essay contestnya saat itu, yaitu “Creating the Future We Want”.

Pukul 10.30 malam saya baru mulai menulis dan saya selesaikan artikel itu sekitar pukul 00.30 (malam pastinya…).Alhamdulillah…Nyambung atau enggak, bagaimana nanti penilaian juri…sudah tidak lagi saya pikirkan.  karena saya pun sadar, rival saya tidak hanya berasal dari Indonesia namun dari negara-negara lain diseluruh dunia.  Ditambah lagi naskah ini harus ditulis in english…dan saya pun mengerjakannya dengan kondisi english saya yang pas-pasan…hehe😀. Beberapa persyaratan lain pun akhirnya membuat saya berpikir untuk mengutak-ngatik kata demi kata yang tidak boleh lebih dari 800 kata. Beruntung, setelah diotak-atik akhirnya genap sudah jumlah kata itu adalah 800…Whuaa…Finally.

Setelah saya melakukan apa yang saya bisa. Satu hal yang saya jadikan pegangan saat itu adalah Rejeki kita itu Sudah diatur dan Tidak Akan Mungkin Tertukar. Dan yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah I did my Best, Lahaulaquwattaillabillah….

Menunggu penggumuman pemenang lumayan lama juga, setelah deadline 30  Juni 2012 saya masih harus menunggu sampai November 2012…

Hingga akhirnya pengumuman itu pun diberikan sekitar minggu kedua bulan November 2012 lalu. Setelah pengumuman saya terima, ada perasaan sedih dalam hati karena itu artinya rencana saya untuk memberangkatkan umroh mama tertunda…Maaf ya ma😥 , Insyaallah Allah akan memberikan rejeki yang lebih lagi buat mama dan papa untuk berangkat ke tanah haram sebelum haji nanti tahun 2014….aamiin. Sebaik-baik doa selalu ku panjatkan untuk 2 Bidadari dunia ku ini…

Dan akhirnya saya hanya mendapatkan sertifikat sebagai salah sati participant dalam essay contest itu…hehe. Alhamdulillah…

Essay Contest Certificate

Sekarang…setelah berbulan-bulan, akhirnya saya mempublish tulisan ini yang saya berikan judul Being A Dreamer Is Not a Simple Thing.

Sebelum membaca saya kasih beberapa note ya :

1. Kalau ada yang mau kasih komen ya monggo-monggo saja, bisa jadi saran saya untuk memperbaiki tulisan-tulisan saya kedepannya (Maklum masih amatiran…😀 ). Terutama english saya yang masih jauh dari sempurna🙂

2. Silakan yang berminat dapet info langsung tentang contest ini untuk tahun depan ini link nya Goi Peace Foundation

3. Sebelum klik link diatas, info ttg lomba maksudnya pastikan usia kamu belum 25 tahun ya. Ini salah satu persyaratan juga soalnya selain jumlah kata yang 800 tadi. Kalau tema, biasanya setiap tahun beda😉

4. Foto yang saya attach dibawah ini, itu bukan narsis tapi memang begitu original essay yang saya kirimkan kemarin. harus disertai foto😉

Baiklah…sekarang Langsung aja🙂

BEING A DREAMER IS NOT A SIMPLE THING

IMG_0689

Let me say to be a dreamer is not a simple thing. There are many obstacles to be faced. I realized this fact, but I was ready to face all of the obstacles I will find in the future when I decided to create one of my dreams.

4 years ago, August 2008 I just finished my final examination for my Diploma Degree. After getting my diploma degree I tried to  find out what the purpose I alive . I looked for what the purpose every single day until I found and realized some thing, Become a useful Man for Others.

Through many discussions with my best friend about the life purpose, I created that one, being a Lecturer. Maybe it sounds simple. Many people may think it is easy to get, but not for me. Because, one of requirements to be a lecturer is has to finish a master degree. Because of my family is not wealthy family I should realize that it was too expensive. My father is only an employment and my mother is a housewife. I have 2 young brother, both of them is men.

After I finished my diploma degree, my parents hoped I will get a job soon. Exactly yes, it was the same with my passion at that time. Unfortunately, the job has not been reached by me after 4 months later. In the other hand, I would like to continue my study. It was a dilemma when I did not have a job to pay.

I had no other choice but to ask my parents. Although it was difficult to say I ask my mother, “Mom, I want to continue my study. Let me take my bachelor degree. I know I still have no a job now but I believe I will. I know my brothers still need much money to study but please give me a chance mom. I need two millions rupiah to register, then I will credit until the end of semester while I looking for a job”. I could not hold on my tears when my mother said “Take it dear, I know you can”. How proud I am to be your girl, mom.

1 month later, I got my job. Then, I continued my study while working. I know it was not easy, I should take a time for working on Monday to Friday, and then took my class on Saturday and Sunday. Sometimes I felt tired but when I remembered my dream I must keep on fire. I did not want to make my parents disappointed. I did my best, and finally I could finish my Bachelor Degree for 1,5 years.

The next step for pursuing my dream is I want to study abroad and get the scholarship. For 1,5 years, I always looked for many information how to get the scholarship. I took some English course for improving my English ability, such as TOEFL and Conversation class. Not only English I searched but also some supporting documents I need. I did not care how much money I pay, I just did not want to bother my parents because of my next plan to take master program. Taking my best effort, working hard and praying are my choice. But, suddenly there was a difficult thing to face for my family, 10 days after my bachelor graduation there was an accident which caused one of my brother passed away. I tried to handle my emotion when I heard that news. I was trying to rise my self up while giving the support for my mom. It felt difficult to live for 7 Months, because of my mother got the highly stress. But I realized that I might not give up with the condition. And I kept trying to take the best effort to apply a scholarship until I receipt the announcement on March, 2011. Then, I failed to get it.

I just thought…”I could not continue this way while my family condition was not stable”. I decide to leave my dream to study abroad then continue my study for master program in Indonesia. Therefore, I tried to get a better job which gave a better income for each month, then saving as much as I need. Finally, September, 2011 I got a new job in Japan Oil Company. There was surprising when they gave me training for 2 weeks in Japan on November, 2011. How beautiful the moment is when God has a different way to grant my dream, go abroad. Not only this,  but also the announcement which announced that I was accepted in University of Indonesia to take my master program.

Now I realize there are lot of  the things I learned in life and I feel better to pursue my dream.

***

Depok, 29 Desember 2012

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Pembelajar dari Kehidupan^

7 thoughts on “My Essay Contest (1st Published)

  1. Aseeeep….bisa gak menggil dengan panggilan yang normal😦 …

    Rencana bikin buku, novel atau sejenisnya mah dari dulu…Tulisan selama ini cuma terbit diblog sep, blm sampe penerbit. Someday…InsyaAllah…
    Klo masalah “Seseorang” tuh ya…”Seseorang” Abualkahfi juga bisa nulis. Tuh terbukti di blognya kan….

    • Tapi asa gak berbobot ya kalo yang nulisnya bukan “seseorang” teh… hehe..
      Emang Linjat, Eh, Jati, Eh Linda maksudnya. Emang pernah berkunjung ke blog Asep ya?? Yang mana? Yang ahmadtsabbit.blogspot.com atau yang wordpressnya? Mending kalo mau berkunjung dan syukur2 mau kasih komen, kunjungi yg blogspot aja ya.. yang wordpress mah gak banyak ngerti, makanya dari dulu tulisannya cuma atu doang… hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s