Libatkan Dia dalam Pilihan Hidup mu

Beruntungnya saat ilmu itu terasa mudah untuk dipelajari, beruntunglah saat ilmu itu mampu dipahami dalam hakikatnya pada kehidupan. Perjalanan ini adalah universitas kehidupan yang memberikan keberuntungan bagi orang-orang yang mampu belajar darinya, mengambil hikmah dalam rimbunnya hutan belantara ujian yang diselimuti kabut cinta. Sungguh beruntunglah kita yang pada akhirnya mampu melibas apa yang menjadi penghalang terbesar bagi diri dalam mengarungi samudra yang luas ini.

Pekatnya malam sering menuntut mata untuk menyerah mencari sumber cahaya, teriknya matahari yang menyengat juga tak jarang memaksa kita untuk bersantai santai dan menunda sebuah perjalanan, juga derasnya hujan dan badai yang kemudian membuat kita untuk berhenti berjalan.

Ahh, aku sendiri masih tak mengerti hal itu karena rasanya masih saja sering terjebak dalam situasi seperti itu. Mengapa? Padahal salah satu hakikat kehidupan adalah memilih, sudah tak asing rasanya mendengar nasihat hidup itu adalah pilihan, maju atau mundur, iya atau tidak, sekarang atau nanti, suka atau tidak, cinta atau benci…Namun agaknya memilih itu bukan lah perkara sederhana, karena tak jarang memilih itu harus menguras energi yang cukup besar.

Memilih jalan hidup tentu saja bukanlah hal yang sepele, baik hal yang sangat sederhana sampai hal yang sangat serius. Lalu apa yang kau pilih saat ini dalam hidup mu?

Kau tahu aku pernah tersentuh oleh mereka yang selalu melibatkan Allah dalam mengambil sebuah pilihan…

Aku pernah ikut menangis saat mendengar cerita seorang sahabat yang penuh dengan air mata dan kebimbangan dalam memilih seorang pendamping hidup. Cinta itu memang tak datang disaat dirinya belum dihalalkan. Namun, dia harus tetap memilih apakah dia akan menerima pinangan seorang lelaki tersebut yang dimatanya lelaki itu belum memiliki pekerjaan yang mapan. Sedangkan dia juga harus ikut membantu perekonomian keluarganya. Hingga akhirnya tanpa bermodalkan cinta dan kemapanan ekonomi dia memutuskan untuk Menerima. Hingga kemudian satu hal yang aku pahami adalah dia memilih dengan modal kepercayaan pada Sang Khalik. Kau Tahu? Sungguh kini, aku mampu melihat bagaimana kebahagiaan melingkupi dirinya dan keluarga kecilnya dengan rejeki yang sangat berlimpah…Maha Suci Allah…

Aku juga pernah ikut menangis saat mendengar cerita sebuah kebimbangan seorang sahabat untuk memilih antara materi dan keluarga. Satu hal yang menjadi kerisauan bagi dirinya adalah saat dia harus mengalah untuk mendapatkan rejeki yang tak seberapa mungkin jika dia harus tinggal bersama keluarga dan membantu orang tua dan adik-adiknya dirumah. Namun, pada akhirnya dirinya mantap untuk meninggalkan semua kelebihan rejeki yang selama ini tlah diperolehnya hanya demi satu hal, yaitu keridhoan Allah terhadap pilihannya. Kau Tahu? Sungguh kini, aku mampu melihat bagaimana kemudian Allah memudahkannya dalam urusan rejeki hingga kemudian kini dia telah melanjutkan studi pasca sarjananya disalah satu Universitas Negeri di Jakarta, bahkan lebih dari itu Allah mengambulkan mimipinya dengan meringankan langkahnya untuk menuntut ilmu selama 2 minggu disebuah benua dimana terdapat Edensor yang sangat mempesona…

Aku juga pernah tersentuh menyaksikan seorang sahabat dengan kesabarannya dia tak pernah mengeluh mengenai apa yang dihadapinya dalam bekerja. Sebuah masalah baginya adalah salah satu dari bagian hidup yang memang harus dihadapi, idealisme membuat dirinya tetap bertahan. Pekerjaan baginya adalah suatu hal yang harus dinikmati dan dicintai. Menjadi seseorang dengan pribadi yang bermanfaat dan selalu tersenyum dihadapan orang lain adalah cirinya dalam bekerja walau terkadang kondisi hati tak sama dengan senyumnya. Disakiti ataupun dimarahi baginya bukanlah menjadi hal yang penting. Baginya, Ridho Allah adalah hal yang utama. Saat itu, aku seolah mampu melihat kesuksesan dapat diraih olehnya kelak. Sungguh kini, hanya dalam waktu 1,5 tahun posisi Manager telah diraihnya setelah bertahun-tahun posisinya jauh dari itu. Semoga Allah semakin memberikan keberkahan….

Aku juga pernah terenyuh mendengar seorang sahabat yang mengikhlaskan suaminya untuk berhenti bekerja karena suatu alasan yang lagi-lagi ditunjukan untuk-Nya. Sepele mungkin bagi sebagian orang, namun tidak bagi nya, yaitu saat sang suami tidak diizinkan untuk melaksanakan shalat Jum’at ditempatnya bekerja. Saat memutuskan untuk berhenti, mungkin aku akan memakluminya bila keluarga mereka berasal dari keluarga yang cukup mapan, namun…tidak seperti itu rasanya. Tinggal saja masih dirumah kontrakan 2 petak dengan 2 orang anak balita sebagai tanggungan. Bayangkan saat setiap hari dirinya masih memikirkan makan dari mana hari ini?? bukan makan apa hari ini…?? Sungguh aku sendiri merasa malu pada keluarga mereka. Semoga Allah semakin memudahkan rejeki untuk mu beserta keluarga saudari ku…

Aku masih harus banyak belajar dari mereka yang mendasarkan Allah pada setiap pilihannya. Tak pernah salah, apapun itu. Ini adalah sebuah hakikat hidup yang perlu dipahami, bahwa Allah akan membersamai orang-orang yang bersabar atas dalam menjalani setiap pilihan hidup.

Jika hidup ini dihiasi dengan air mata, maka kita tak boleh lupa bahwa nikmat Allah itu rasanya melebihi segalanya. Jika hidup dihiasi dengan luka, maka kita pun harus ingat bahwa kebahagiaan selalu mengikutinya. Jika hidup terasa berat, maka ingatlah Allah adalah Zat yang lebih mampu meringankannya.

Seorang sahabat (lagi-lagi) pernah mengingatkan ku, jika kesabaran itu memang berat. Karena Allah sendirilah yang membersamai orang-orang yang bersabar dengan sebenar-benarnya sabar (Fashbir Shabran Jamilan). Allah sendirilah yang berjanji sabar adalah salah satu penolong manusia setelah ditegakkannya shalat.

Kau berhak memilih apa yang menjadi pilihan mu didunia ini, namun tidak kah kau menginginkan suatu hal yang lebih baik dari itu. Disaat masih banyak manusia yang memilih dunia, ternyata masih banyak juga manusia yang lebih memilih berlomba menjadi yang terbaik di mata Allah. Karena bersama-Nya pilihan itu tak pernah salah…

Tak ada yang sulit bagi-Nya jika kita bersandar hanya pada-Nya…Dia lah Allah, yang selalu akan berlari mendekat pada kita jika kita mendekat pada-Nya walau dengan berjalan…Maka Libatkan Dia dalam setiap pilihan mu…

Bogor, 24 November 2012

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Pembelajar dari Kehidupan^

4 thoughts on “Libatkan Dia dalam Pilihan Hidup mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s