Roda Kehidupan…

Tak pelak lagi rasanya saat ini masa itu kembali berulang, tak mampu mengelak karena keberadaan roda itu yang terus saja bergerak. Dia terus berputar hingga menyentuh dasar terbawah untuk kembali mengulang sebuah masa dimana pusat dari titik terberat itu ada. Pada bagian ini ada bagian terdasar yang harus mampu menopang seluruh bagian yang lain. Ini adalah masanya, saat kita harus kembali saling menguatkan. Inilah masanya, saat kita kembali dipaksa memahami hakikat sebuah tanda. Inilah waktunya saat kita harus kembali bersiap siaga. Inilah masa yang paling tak bisa dipahami apa, mengapa dan bagaimana?

Aku mengerti rasa mu, karena aku pun merasakannya….Sesak…

Raga ini memang lelah, jiwa ini memang penuh dengan peluh namun kekuatan itu masih bersisa walau sedikit…Bertahanlah…ini tak kan lama lagi…Semoga…

Jika tidak ingat dengan janji-Nya. Mungkin aku tak bisa menguatkan mu, karena aku pun nyaris sudah tak berdaya. Seandainya diri dapat memilih, aku akan lebih memilih menjadi seorang relawan untuk palestina, pergi kesana hingga dunia ini tak pernah terlintas di benak ku.

Namun, rasanya ini adalah cara-Nya untuk mendidik kita…

Ini adalah hakikat kehidupan yang nyata, yang selalu menuntut kita untuk terus berjalan, menatap ke depan tanpa takut karena Dia sendiri yang berjanji akan adanya kesulitan yang selalu disertai dengan kemudahan dan Dia sendiri yang berjanji jika ujian itu tak pernah melewati batas kemampuan kita.

Percayalah…semua ini akan mampu terlewati dengan cara-Nya yang sederhana. Bukankan kita tak pernah tahu kemana perjalanan ini selanjutnya akan membawa?

Percayalah…Dia-lah yang akan mengganti peluh dan air mata ini dengan kebahagiaan. Sejarah telah membuktikannya, bukan? Maka…Tetaplah berada dalam sujud untuk meminta…

Saat tak ada lagi yang dapat diperbuat…

Biarlah lantunan doa tetap menyalakan harap

Biarlah sujud sujud panjang menepis semua keraguan

Biarlah dzikir tetap mendamaikan jiwa

Biarlah shalat mengistirahatkan lelah nya raga

Dan Biarlah ujian tetap meluluhkan dosa…

Karena roda itu pun akan terus berputar hingga kelak kita akan saling menatap bahagia, kemudian saling berucap “Terima Kasih ya Allah, Alhamdulillah”

Teruntuk saudari ku…We can make it through…

Bogor, 19 November 2012
Linda J Kusumawardani
Pembelajar dari Kehidupan

Pict Source : http://kfathan.blogspot.com/

4 thoughts on “Roda Kehidupan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s