Ramadhan dan Pernak Perniknya…

Bimillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillahirabbil’alamin atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya, terutama sudah dipertemukan dengan ramadhan dan genap mencapai idul fitri. Sungguh ini adalah salah satu nikmat yang sangat luar biasa. Salah satu moment yang dinantikan dalam kurun waktu 1 tahun sekali. Saat bertemu dan bermaaf-maafan dengan orang banyak yang belum tentu bisa dijumpai setiap hari. Berkumpul bersama saudara-saudara, berbincang dan makan ketupat bersama. Tentu tidak lupa dengan ritual bagi-bagi angpau….hehe. Maklum ini adalah tahun ke-4 saya sudah berganti posisi dari yang menerima menjadi pemberi., Alhamdulillah…

Ramadhan dengan pernak-perniknya memang akan selalu dinanti bagi umat islam diseluruh dunia. Bulan yang sangat mulia, bulan yang penuh rahmat, ampunan, bulan pengabulan doa, bulan dimana salah satu malamnya terdapat malam seribu bulan, bulan dilipatgandakannya pahala sedekah dan ibadah (bahkan tidur saja bisa jadi ibadah ..) dan masih banyak keistimewaan lain yang berada di bulan ramadhan. Itulah mengapa tidak heran banyak orang yang memasang target ibadah pada bulan ini dengan tidak melupakan doa-doa terbaik untuk dirinya, keluarga atau pun saudaranya yang lain. Karena saya yakin mereka adalah orang-orang yang tidak ingin merugi dalam menjalani hari-hari nya selama ramadhan.

Ramadhan juga merupakan bulan pendidikan bagi manusia, dimana jika setiap manusia berusaha memiliki kebiasaan yang baik selama 1 bulan ramadhan, maka ini akan mendidik kita hingga terus dilakukan di 11 bulan selanjutnya. Dan pada akhirnya, kemenangan berhak diperoleh oleh orang-orang yang berhasil menahan segala hawa nafsunya. Tentu kebahagiaan yang luar biasa akan dirasakan oleh Para Pemenang. Para Pemenang tidak akan berhenti setelah ramadhan berakhir yang ditutup dengan Idul Fitri, namun para pemenang akan terus berusaha melakukan penjagaan dibulan-bulan selanjutnya dan bahkan mereka akan terus memperbaiki segala kekurangan yang ada pada dirinya untuk lebih mempersiapkan diri menyambut ramadhan selanjutnya.

Kini…ramadhan telah pergi. Entah apa kita akan diizinkan bertemu lagi dengan nya atau tidak atau bahkan menggenapkannya hingga idul fitri. Tak ada yang dapat menjamin semua…Saya teringat dengan apa yang telah terjadi pada tetangga saya. 2 hari menjelang idul fitri, 17 Agustus 2012 lalu beliau telah dipanggil oleh Allah (Innalillahi wa inna ilaihi roji’un). Setelah sebelumnya, pada saat awal memasuki ramadhan penyakitnya sudah tampak serius dan harus diopname di rumah sakit. Dari yang aku dengar, penyakitnya memang begitu terdengar parah, empedunya sudah pecah. Dari pihak keluarga pun sudah pasrah akan ketetapan Allah untuk mereka. Itulah salah satu kuasa Allah, ketika salah satu organ dari tubuh kita sudah tidak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, tak ada yang dapat menggantikannya. Maha suci Allah yang telah mengizinkan semua organ pada tubuh kita kini masih bekerja dengan baik.

Dari cerita yang ku dengar, sebelum meninggalkan dunia ini beliau yang merupakan ayah dari 4 orang anak  memang sudah ngelantur dalam berbicara, beliau sempat menyampaikan pesan pada putra bungsunya yang masih SD itu, “kamu rajin belajar y nak, nanti kalau sudah besar kamu jadi dokter biar bisa nyembuhin mama”. Bahkan beliau tidak sama sekali memperdulikan dirinya sendiri yang sedang terbaring, beliau lebih memikirkan istri tercintanya yang menderita penyakit diabetes. Selain itu beliau juga sempat menelpon salah satu putrinya yang baru saja berangkat keluar negeri untuk bekerja beberapa minggu sebelum beliau jatuh sakit. Beliau bertanya pada putri keduanya via telp “kamu kapan pulang? Cepet pulang ya, bapak mau pulang”, dan beberapa hari setelahnya ketetapan Allah itu berlaku untuknya yang merupakan seorang mualaf pada hari Jum’at dini hari, tepat 2 hari sebelum datangnya idul fitri.

Semoga Allah menerima segala amal ibadah beliau dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan…aamiin ya Rabbal’alamin.

Itulah kematian, tak ada satu orang pun yang dapat mengetahuinya…

 

Ramadhan dan pernak perniknya….

Pagi setelah melaksanakan shalat idul fitri dan mengelilingi komplek perumahan, kami sekeluarga langsung menziarahi makam adik bungsu kami yang sudah Allah panggil 2 tahun lalu. Saat kami datang, ternyata  3 makam setelah makam adik saya sudah ramai dikunjungi oleh banyak orang yang ingin mendoakan. Itulah makam tetanggaku yang sedang dikunjungi keluarganya. Tanah itu masih basah dengan kembang warna warni yang berada diatas gundukan tanah merah itu. Sesaat terasa sesak melihatnya, mungkin mereka tak pernah membayangkan idul fitri harus berada dalam kondisi seperti itu. Kehilangan salah satu anggota keluarga yang amat dicintai, seorang ayah yang menjadi tumpuan dan penyangga bagi keluarga. Air mata ku pun menetes melihat kejadian itu…perih rasanya.

Doa pun segera mengalir, Semoga Allah mempertemukan kami kembali pada ramadhan selanjutnya dan menggenapkannya tanpa ada kekurangan suatu apapun…aamiin ya Rabbal’alamin.

Allah yang Maha Pengasih tentu tidak akan pernah mendzolimi hamba-hamba Nya. Kualitas ketaqwaan dan keimanan pada diri kitalah yang pada akhirnya menjadi penialaian Allah. Doa-doa akan segera menemui titik realita saat kita bersungguh-sungguh memintanya dan bersungguh-sungguh memenuhi apa yang menjadi kewajiban kita pada-Nya. Namun, mengapa diri kita terasa sulit menjadikan kebiasaan yang sudah terbentuk selama ramadhan, justru malah membiarkannya hilang perlahan selama perjalanan waktu? Padahal Allah tetap ada untuk menunggu rintihan taubat kita, Allah tetap melihat atas apa-apa yang kita lakukan dan Allah tetap mendengar seluruh doa-doa kita. Astaghfirullah…Semoga Allah mengampuni segala kelalaian kita…

Ramadhan dengan pernak-perniknya…

Saya sempat menonton beberapa episode film Omar (umar Bin Khatab), walau tidak sejak awal (karena saya baru tahu adanya film ini saat pertengahan ramadhan), film ini sudah cukup mampu menampar bolak balik pipi saya. Sudah sering saya mendengar dan membaca sirah mengenai salah seorang Sahabat ini, seorang sahabat yang sudah Allah jaminkan syurga untuknya, namun media audio visual ternyata memberikan efek tersendiri untuk saya. Sebuah pelajaran berharga, Jika saat ini kita adalah salah seorang manusia yang terbiasa menuntut pada para pemimpin kita agar bisa berlaku adil, tidak dzolim, tidak rakus, tamak atau bahkan Takut kepada Allah. Maka, tanyakan itu semua terlebih dahulu pada diri kita. Sudahkah kita seperti itu??? Jika ingin menuntut, maka tuntutlah diri kita, karena sejatinya masing-masing dari diri kita pun adalah seorang pemimpin. Film Omar telah membuka mata dan hati kita untuk mengajarkan bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin, berusaha berlaku adil, berkeliling melihat kondisi rakyatnya secara langsung tanpa rakyat itu sendiri mengetahui bahwa yang dihadapinya adalah seorang Amirul Mukminin. Dan hal yang sangat menyentuh hati adalah pesan-pesan beliau disaat detik-detik  akan menemui ajalnya. MasyaAllah…

Umar telah memberikan teladan dan gambaran yang begitu luas mengenai hakikat Islam, sungguh sangat jelas bahwa Islam adalah Rahmatan Lil’alamin.

Ramadhan dengan segala pernak-perniknya…

Salah satu yang menjadi pernak-pernik utama adalah memaafkan. Memberi maaf kepada orang yang menyakiti kita adalah lebih utama. Jika kita gali lebih dalam lagi, betapa mulianya memaafkan. Banyak sekali surat dalam Al-Quran pun banyak ayat yang menyebutkan perintah Allah untuk memaafkan.

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

“Yaitu orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Bahkan menurut hadist Rasul salah satu dari sepuluh golongan yang tidak akan masuk syurga adalah al-’utul.

Saat Rasul ditanya siapakan Al-‘utul itu? Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.” (Salah satu petikan dari HR Qurthubi)

Semoga Allah senantiasa melapangkan hati-hati kita untuk saling memaafkan sesama manusia dan semoga hidup kita semakin mulia dengan memaafkan. Karena, sejatinya memaafkan adalah seorang pejuang, karena dia berjuang sendiri melawan hawa nafsunya untuk melawan amarah dalam hatinya. Kita tak boleh melupakan suatu hakikat dalam hidup, saya ambil istilah No Body’s Perfect. Secara fisik, manusia memang Allah ciptakan dalam bentuk yang paling sempurna dengan segala macam  kelebihan yang Allah berikan. Namun, ada salah satu rasa yang Allah memang lebihkan dibanding makhluk yang lain, yaitu Hawa Nafsu. Jika manusia tidak pandai mengendallikan hawa nafsunya, maka apapun bisa dilakukannya yang mungkin bisa saja menyakiti hati orang lain. Jika orang yang tak berniat menyakiti saja bisa jadi menyakiti, apalagi yang berniat. Manusia adalah makhluk yang sangat berpotensi salah dan mengecewakan. Oleh karena itu rasanya kita perlu mengenyampingkan perasaan kecewa, marah apalagi dendam atas kesalahan saudara-saudara kita. Karena, memaafkan itu lebih mulia. Semoga membuka pintu maaf yang begitu luas dengan penuh kesabaran akan lebih meringankan langkah hidup kita. Hanya Allah adalah sebaik-baik pemberi ganjaran atas apa-apa yang dilakukan manusia…

Diakhir tulisan ini bertepatan dengan moment idul Fitri saya dan keluarga ingin memohon maaf atas segala kekhilafan yang tidak berkenan di Hati. InsyaAllah, saya juga sudah membukan pintu maaf yang seluas-luasnya…

Taqaballallahu minna wa minkum waja’alna minal aidzin wal fa idzin…

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Linda J Kusumawardani

20 Agustus 2012/ 2 Syawal 1433H

Blogger ^Pembelajar dari kehidupan.

Sumber Gambar :

WordPress.com

republika.co.id

baltyra.com

2 thoughts on “Ramadhan dan Pernak Perniknya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s