Curahan Hati untuk Allah…

Bismillahirrahmanirrahim…

Segala puji hanya untuk Mu ya Rabb atas segala nikmat yang telah Kau beri pada ku hingga detik ini dalam setiap desah nafas ku di dunia ini.  Sungguh tiada nikmat yang dapat ku ingkari hingga detik ini. Bahkan untuk ku yang hanya seorang manusia biasa yang tak kan pernah bisa menyamai keagungan Khadijah, Aisyah, Ummu Sulaim atau shabiyah Rasul Mu yang lain.

Allah…Aku memang tak pernah tahu kapan Kau membuat ku tersenyum, aku juga tak pernah mengetahui bagaimana indahnya Kau memberikan kejutan pada mozaik-mozaik hidup yang mulai ku temui satu per satu. Namun, sebuah keyakinan itu terus saja terpatri dalam hati dan selalu ku benamkan dalam-dalam walau payah aku melakukannya.

Allah…Kau yang selalu menyaksikan setiap proses kehidupan manusia yang tak pernah terlewat bahkan sedetik pun dari penglihatan-Mu. Oleh Karena itu, aku tak pernah khawatir akan setiap ikhtiar yang aku lakukan. Kau juga yang memiliki rencana terindah bagi setiap makhluk, karena itu aku selalu memupuk keyakinan dalam hati. Jika keyakinan itu adalah gunung yang tinggi, maka aku sendiri sudah tak mampu lagi mengukur berapa tingginya.

Rindu ku ya Allah pada Mu tak terbendung lagi. Aku sudah tak lagi peduli apa kata mereka yang tak pernah menyaksikan setiap langkah ikhtiar ku. Sungguh terlalu banyak nikmat ini Kau berikan. Hanya Kau lah satu-satunya sandaran terkuat saat tak ada lagi yang mampu menahan. Kau berikan pada ku mereka yang dengan ketulusannya menghapus air mata ku, Kau juga yang mengizinkan mereka menahan rapuhnya dinding kesabaran ku. Kaulah yang mengirimkan mereka, orang-orang yang menyayangi dan mencintai ku karena Mu.

Allah terima kasih atas orang tua yang luar biasa yang dengan tulus memberikan kasih sayangnya pada ku. Ma…Pa…sejak dulu aku katakan “sudalah ma…pa…, tak perlu lagi berlelah-lelah untuk membiayai sekolah ku.” Sudah tak ingin rasanya aku menyusahkan mama, papa dalam usia ku saat ini. Sudah ku ikhtiarkan apa yang ku mampu, mengejar beasiswa untuk melanjutkan studi pascasarjana ku. Berbekal sebuah keyakinan Allah yang menyaksikan setiap langkah, dan Dia Maha Mengetahui aku tak pernah main-main dalam setiap ikhtiar ini. Beasiswa itu, Erasmus Mundus…sungguh kini aku membiarkan mu tetap berada disana. Setelah dua kali ikhtiar ku sungguh membuahkan hasil, sungguh luar biasa.  Namun, sebuah keputusan pun harus ku ambil pada akhirnya…sebuah keputusan yang datang secara tiba-tiba setelah dialog itu terjadi dengan-Nya. Hingga akhirnya aku pun membiarkannya…

Namun, mimpi itu tak pernah terhapus ya Allah. Kelak jika Kau izinkan ya Allah…aku masih ingin melihat puing-puing sejarah Agama mu yang pernah tegak disana. Menyaksikan secara langsung keagungan Masjid Andalusia yang pernah ku dengar ceritanya dari seorang sahabat, Melihat kegagahan islam di Spanyol yang pernah diruntuhkan dalam sejarahnya dan merasakan betapa kuatnya para pembela agama Mu yang terdahulu. Spanyol, jika bukan dengan melanjutkan studi disana mungkin dengan cara lain Allah akan mengizinkan ku kesana. Kini mimpiku bermetaforfosis, Semoga kelak Kau izinkan aku pergi kesana bersama dengan imamku.

Ma…Pa… terima kasih atas setiap kekuatan yang sudah diberikan saat aku sempat ragu dengan keputusan itu. “Kenapa tidak diambil kalau sudah diterima?” Ahh…saat itu pertanyaan ini masih sulit ku jawab. “Kenapa harus ragu? Masalah biaya Mama tidak pernah khawatir…”. Dan aku pun masih memandang matanya dalam saat itu…Penuh dengan kekuatan dan kesungguhan…”Ambil kesempatan itu, kamu tidak perlu khawatir. Rejeki orang yang menuntut ilmu itu langsung dijamin oleh Allah. Mama dan papa masih punya uang untuk biaya kamu kuliah”. Aku pun terhenyak mendengar mama mengatakan itu. Ahh…aku ingin menangis dihadapannya mengingat keluarga kami bukanlah keluarga yang kaya. Aku tak ingin merepotkan ma…pa..aku masih ada sedikit tabungan untuk membayarnya. ”Bukannya sudah dari bulan lalu itu seharusnya dibayarkan? Jadi apalagi yang membuat tertunda hampir 1 bulan?”…iya ma… ini terlalu sulit untuk dijelaskan. Akhirnya, H-2 deadline…biaya masuk kuliah pascasarjana itu pun dibayarkan. Dan kini resmi sudah nama ku terdaftar sebagai Mahasiswa Baru di Universitas Indonesia.

Allah…aku hanya seorang manusia biasa dengan banyak kekurangan dan kelemahan. Keyakinan itu tak pernah bergeser dari tempatnya karena janji-Mu yang tak kan ingkar. Setelah 4 tahun terakhir dengan segala warna yang berada didalamnya, semoga aku semakin pandai dalam menyikapi dan mengambil hikmah dari kehidupan. Merasakan indahnya berdialog dengan mu dengan penuh air mata adalah salah satu nikmat iman terindah ya Allah. Kaulah yang menuntun ku dalam setiap langkah hidup tanpa harus mengedepankan sebuah ambisi atau ego semata. Hingga aku memahami suatu hakikat hidup yang begitu sederhana, sesederhana menyesuaikan rencana kami (manusia) dengan rencana-Mu.

Sungguh, Segala Puji Hanya untuk Mu ya Allah…

***

In My Room, 20 Juni 2012
Linda J Kusumawardani
Blogger ^Pembelajar dari Kehidupan^

Sumber Gambar : yesi-mahareni.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s