Diam (Puisi)

DIAM

Terlambatkah kesadaran itu datang

Hingga cerita ini banyak tertahan

Bagaikan awan yang sanggup menahan turunnya hujan

Bagai derasnya air laut yang tertahan oleh sebuah bendungan

Semua tersekat…

Jikalah kini sudah cukup banyak ku kumpulkan semua cerita

Tentang sebuah jalan meraih asa dan harapan

Namun mengapa semua itu tertahan untuk dikatakan

Hanya karena sebuah kesadaran

Bahwa itu semua seolah tak berharga

Bahkan mungkin tak pernah ada

Menyisakan pesona yang hilang karena terkikis derasnya hujan

Namun… tak mengapa jika berbagi itu tak perlu didengar

Dan diam menjadi sebuah pilihan

Mungkin ini hanya sesaat, hingga kelak akan ku bagikan pada saat yang tepat

Disebuah tempat yang tepat

Dalam sebuah ketenangan yang menyelimuti sanubari

Tanpa perlu ego yang merajai

Begitu berharga walau hanya dengan empati

Bersama doa dan keyakinan yang ku titipkan di gelapnya malam

Akan sebuah janji yang lebih pasti dari hanya sekedar keinginan

 

Bogor, 14 Juni 2012

Linda J Kusumawardani

Pembelajar dari Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s