“Katakan Apa Bahagia mu,Ma…?”

“Ma…katakan pada ku apa yang paling membuat mu bahagia?”

“Melihat kau dan adik mu bahagia, itu sudah lebih dari cukup…”

“Sesederhana itu kah ma?”

“Itu bukan hal yang sederhana sayang…bagi mama kau dan adik mu adalah permata yang indah, berkilauan…tak ada yang lebih indah dari kalian berdua” air matanya jatuh…

Hening….

aku menatap mama…dalam hingga aku tertunduk, tak tertahan lagi..bendungan itu mulai merobohkan setiap sisi sudutnya…..

“Tahukah kau? Mama pernah kehilangan satu dari tiga permata itu dan tak ada yang sanggup menukarnya dengan apapun, walau dunia ini beserta isinya sekalipun.”

Terdiam…

Mama melanjutkan bicaranya “Dan kini….mama hanya memiliki 2 permata yang sangat mama sayangi. Tak kan pernah mama sia-sia kan keduanya. Karena 2 permata itu adalah harta yang paling berharga yang mama miliki. Mama akan jaga baik-baik keduanya…”

Kini, bendungan itu roboh sudah….tak terhankan, bak anak sungai yang mengalir deras….

“Mama…hanya dititipkan sebentar saja permata-permata itu. Ketika Sang Pemilik ingin mengambilnya, tak ada lagi yang bisa mama lakukan. Mama berikan satu permata itu walau awalnya itu sangatlah tersasa berat, namun dengan sebuah janji…mama relakan sudah. Dia akan memberikan kebahagiaan kelak disyurga jika kesabaran menjadi benteng hati mama dan papa. Ridho sudah karena Dia lah yang akan merawat satu permata kecil mama dengan penuh kasih sayang ”

“Ma….aku berjanji akan membahagiakan mama dan papa….”

“Berusahalah sayang, agar Allah ridho pada mu…sehingga kelak Allah akan mempertemukan kembali kita semua di syurga, kekal dan tak perlu lagi ada rasa kehilangan.”

Sudah tak ada lagi kata bersisa…Akupun menghambur kepelukannya dengan penuh air mata….

***

Walau kata-kata itu tak pernah terucap, namun semua yang sudah dilakukannya cukup untuk membuatku merasakannya. Seolah inilah percakapan yang terjadi saat aku memandang wajah teduh mama yang sedang tertidur pulas setelah lelah mengurus semua pekerjaannya tanpa keluhan sedikit pun dan untuk setiap alunan doa yang dipanjatkan untuk kami, hanya demi satu kata untuk permata-permata hatinya “KEBAHAGIAAN”.

 

Ma….kaulah permata yang sungguh amat berharga….

 

Bogor, 22 April 2012

^Pembelajar dari Kehidupan^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s