.: Berdialog Dengan Malam :.

Saat malam tak kunjung pergi, aku mulai bertanya…duhai malam kemana mentari? Mengapa dia tak hadir, aku menunggunya, aku ingin kembali mengukir senyum dengan nya.  Aku yakin dia akan datang setelah mu…

Apakah kau tak senang pada ku??? Tanya malam dengan penuh rasa penasaran

Siapa yang mengatakan demikian wahai malam???Aku senang padamu, Walau aku sempat terkejut dengan warna mu, namun tanpa mu aku tak kan sekuat ini dalam menjalani hidup. Kau yang telah mengajarkan ku untuk tetap berjalan dalam gelap, mengajak ku untuk tetap melihat dalam pekat, walau cahaya bulan milikmu tak seterang matahari, namun cahaya mu yang tetap menguatkan ku dalam menyusuri jalan, cahaya yang Allah berikan untuk tetap menuntunku saat berada bersama mu. Tahu kah kau??Saat aku dalam kepanikan, kegelisahan, ketakutan bertemu dengan mu, aku terus berdoa agar Allah tak membiarkan ku sendiri. Hingga akhirnya, Allah berikan sinar bulan bersama rasi rasi bintang untuk terus menuntun ku dalam menyusuri setapak demi setapak jalan. Tidak hanya itu malam!! karena dengan kau jugalah Allah telah menyadarkan ku dari cahaya mentari yang terkadang menyilaukan pandangan ku dari tujuan hidup ku yang sebenarnya.

Lalu, mengapa kau ingin segera pergi meninggalkan ku jika kau senang bersama ku??

Malam…Allah menghadirkan mu pada ku untuk kembali mengingatkan ku tentang hakikat kehidupan. Tanpa mu, mungkin hanya kesombongan yang ada pada ku karena aku tak pernah tahu betapa sulit bersama pekat mu. Allah mengirimkan mu pada ku karena Dia ingin aku berpikir mengenai kerendahan hati. Saat ini ketika aku mampu memahami semua, tidak kah aku salah jika aku kembali merindukan hadirnya mentari???

Jikalah benar itu yang kau ambil dari ku maka aku harap Allah akan segera mengirimkan mentari untuk mu. Kau tahu??? Karena tak semua orang mampu mengambil hikmah dari ku. Banyak diantara mereka yang justru lalai saat bersama ku, mereka merasa tak ada lagi pertolongan Allah untuknya, padahal Allah akan mengirimkan cahaya bulan untuk datang menerangi pada mereka yang tak berhenti meminta dan berdoa pada-Nya. Mereka yang berputus asa, akan lebih memilih egoisme pribadi dan yakin bahwa dirinya akan mampu menghadapi gelap ku sendirian dan tak butuh pertolongan-Nya karena merasa Allah tak adil padanya. Padahal, bersama ku seharusnya manusia menyadari titik terendah dari  kemampuannya, yang itu tandanya sudah tidak ada lagi usaha yang mampu dilakukan kecuali hanya mengharap pertolongan-Nya, karena dititik terendah bersama ku sesungguhnya pertolongan Allah itu semakin dekat karena hanya Dia-lah yang bisa membantu manusia menyusuri jalan melalui cahaya bulan yang dikirimkan-Nya. Jika manusia tidak berserah diri dan hanya berharap pada pertolongan-Nya, justru dia akan semakin terjatuh dan terpuruk karena tak tahu jalan kemana lagi harus melangkah karena pekat ku. Namun jika dia membersamai dirinya dengan doa dan kesabaran maka pertolongan Allah akan segera datang untuk menuntunnya kembali bersama kerlap kerlip cahaya bintang dan sinar bulan.

Begitukah duhai malam???

Iya, banyak yang mengira aku kejam. Tapi sesungguhnya tidak. Setiap manusia akan diuji keimanannya, jika sedih itu ada maka bahagia pun ada. Begitu pula dengan ku ketika siang itu ada maka malam pun ada. Semua datang silih berganti sesuai dengan sunnatullah. Seperti yang telah dijelaskan dalam Quran Surat Al-Ankabut ayat 2 : ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ’Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?” .

Lalu jika mentari sudah tiba apakah itu tandanya aku sudah lulus dari ujian???

Tidak, karena keimanan manusia itu memiliki sifat naik dan turun, seperti yang telah disebutkan oleh salah satu hadist ”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban). Oleh karena itu, perbaharuilah iman mu, saat bersama siang ataupun dengan ku (malam) karena sebenarnya ujian dalam hidup itu akan terus ada.

Apa benar begitu???

Iya, Allah telah menjelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 155 : ”Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan..”. ”Kami sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu.” (QS Ali Imran : 168). dan ketika ujian itu datang maka jadikan sabar dan shalat sebagai penolong mu (Al-Baqarah : 153). Oleh karena itu, Lakukan sabar dan shalat saat kau bersama dengan sinar mentari, semangat mu disiang hari ataupun bersama gulita ku.

Duhai malam, aku ingin berterima kasih pada Allah yang telah mengirimkan kau pada ku, hingga banyak sekali pelajaran yang dapat ku ambil. Allah benar-benar tidak akan membebani suatu kaum diluar kesanggupannya.

Tenanglah, jika kau memahami hakikat kehidupan dan tujuan mu hidup, maka Allah akan memberikan kembali kehangatan mentari beserta cahayanya yang terang. Karena, Allah menjanjikan setiap kesulitan itu akan ada kemudahan (Q.S Al Insyirah).

Iya, InsyaAllah…karena itu aku yakin hangatnya sinar mentari bersama cahayanya akan aku rasakan kembali setelah aku melakukan itu semua dan Allah mengizinkan kau pergi dan mengganti dengan nya.

)1( )1()1(

Innama’al Usri Usro Fainnama’al usri Usro….

Linda J Kusumawardani

13 Februari 2012

Pembelajar dari Kehidupan

2 thoughts on “.: Berdialog Dengan Malam :.

  1. subhanallah…. sebuah renungan yang bagus
    sebuah muhasabah bagi diriku, betapa Allah menciptakan segala sesuatu dengan disertai hikmah, yang kadang diri ini tidak tau hakekatnya.

    masih suka mengeluh dengan sebuah keadaan, padahal semua diciptakan untuk kebaikan manusia, apa yang baik bagi hamba belum tentu baik bagi Allah, tapi sesuatu yg baik bagi Allah pasti baik bagi hambanya

    dan dengan manisnya renungan ini ditutup dgn firman-Nya “Innama’al Usri Usro Fainnama’al usri Usro…” Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah:5-6).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s