Mengambil Hikmah…(Episode : Gara-gara Kunci)

Mengambil Hikmah…(Episode : Gara-gara Kunci)

Pagi itu cerah secerah wajah Icha yang dipenuhi dengan senyuman, berjalan berangkat menuju tempatnya bekerja dengan penuh semangat 45. Sambil mendengarkan lagu-lagu Maher Zain icha menggunakan headset yang sudah menempel ditelinganya, dia membaca artikel-artikel berita pagi dengan gadgetnya yang hampir tidak pernah terlepas dari tangannya selama perjalanan dalam angkutan umum itu.

Namun, tiba-tiba icha membuang gadget itu dari tangannya. Gerakan itu terlihat reflek tidak direncanakan.

“Kenapa cha????” tanya Ira, teman perjalanan yang juga satu kantornya.

“Kunci…kunci…” Icha menjawab sambil merogoh-rogohkan tangan ke dalam tasnya. Selama beberapa saat dia tetap mencari disemua kantong dalam tasnya.

Setelah beberapa menit dia berusaha terus mencari tujuannya, akhirnya icha pun berekspresi “Hufft…gak ketemu.” Wajahnya nampak kecewa.

“Kunci apaan sih?” Ira kembali bertanya.

“Itu kunci semua…termasuk kunci laci meja ra. Wah, jangan-jangan ketinggalan dirumah”

Tak lama…diraihnya gadget yang sudah dilemparkannya tadi, kemudian dia kirimkan sms untuk adik tercintanya dirumah untuk menanyakan perihal segerombolan kunci itu.

Beberapa saat kemudian tia yang merupakan adik icha membalas sms dan menyatakan

“Iya kak, kuncinya ketinggalan dirumah.”

“Yaaah…bener. Kuncinya ketinggalan.” Kata icha dengan wajah yang kini terlihat khawatir.

Icha kembali berpikir “Mana bisa balik lagi, bisa-bisa telat masuk kerja…”

Ira kembali bertanya “Disitu ada kunci lacinya ya?”

“Iya ra, semua kunci disatuin disitu.”

“Nah terus gimana dong, gak bisa kerja nanti. Kan USB buat koneksi ke server ada didalem laci. Mau ngapain nanti dikantor” Statement Ira semakin membuat hati icha gusar.

“Iya iya…nanti mau coba pinjem kunci yang lain. Kali aja ada yang sama.” Icha berusaha menenangkan dirinya sendiri.

Icha mulai agak sedikit panik, namun wajahnya tetap terlihat tenang di depan ira. Tak mau membuat ini menjadi terlalu pusing. Walau tetap saja, dia membenarkan ucapan ira, Bagaimana dia bisa bekerja kalau PC nya tidak konek ke server karena USB itu ada didalam laci.

Icha terus berusaha mencari jalan keluar selama perjalanan

“Bagaimana ini? Masa iya harus dibongkar paksa itu laci. Wah bisa merusak fasilitas kantor kalo gini” kembali dia berbicara dengan dirinya sendiri.

Namun, tiba-tiba icha mengingat tausyiah Ust.Yusuf Mansur beberapa hari lalu yang menyatakan Apapun masalahnya…Allah dulu, Allah Lagi, Allah Terus…Seperti mendapat jawaban dari langit, icha berusaha mengaplikasikan ilmu itu. Dalam sisa perjalanannya icha mencoba berdialog dengan Allah melalui hatinya untuk memberi jalan keluar perihal kunci tersebut.

Beberapa saat sebelum tiba, icha lebih stabil. Apapun masalahnya, kecil atau besar…walau itu hanya karena sebuah kunci, yang ada dalam pikirannya hanya Allah Dulu….kalaupun nantinya harus meminta tolong ke manusia ya itu atas izin Allah. Icha optimis dia akan bisa bekerja dengan PC nya, karena yakin kalo Allah akan membantunya.

Sesampainya dikantor, entah kenapa icha bergegas dan berlari menuju ruangannya dan segera memeriksa lacinya.

“Ahhhh…..Subahanallah Walhamdulillah, lacinya ternyata tidak terkunci.” Wajahnya kembali sumringah

“Kenapa cha??” Ira yang barus saja memasuki ruangan bertanya

“Lacinya ra, lacinya gak terkunci, padahal aku mastiin kok tiap hari sebelum pulang aku kunci ini laci. Alhamdulillah banget, sesuatu…terharu banget nih..hehe” sambil cengar-cengir wajahnya kembali ceria, karena itu artinya laci kerja itu tidak perlu dibongkar paksa.

“Alahmdulillah kalau gitu.” Sahut ira

“Iya ra, tahu nggak…tadi aku coba aplikasiin ilmu dari ustadz Yusuf Mansur. Apapun masalahnya…Allah dulu…Allah Lagi…Allah terusss…. Dan ternyata bener, dikabulin…wah…terharu banget nih sama Allah ” Icha kembali meluapkan kegembiraannya itu.

“Ah…Kayak gitu aja lebayyy banget deh lu…” Ira seolah tidak peduli dengan apa yang baru saja terjadi pada temannya itu.

“Yaudah….” walau ekspresi ira barusan agak sedikit mengganggu suasana hati icha. Tapi, dia tidak peduli, pikirannya sudah terlanjur senang.

Beberapa saat kemudian…

“Eh…eh…kok laci aku gak bisa dibuka??? Gimana nih??” Tiba-tiba nada suara Ira meninggi

“Kenapa ra lacinya???”tanya icha kaget

“Iya, lacinya kekunci.”

“Kok bisa, dibuka aja pake kuncinya.”

“Nah itu dia…Kuncinya ada ditas dan tasnya ada didalem laci ini….Aduuhhhh gimana nih???” Ira semakin panik

“Hah, kok bisa?”

“Iya padahal tadi gak ngunci kok. Cuma ditutup doang. Kenapa bisa kekunci sendiri ya?”

“Coba pake kunci yang lain” Icha memberikan usul

Usul itu segera di-iya-kan oleh ira, dan sejumlah 7 kunci lainnya dicoba satu persatu, sudah seperti mencari kaki yang pas untuk sepatu kaca Cinderella.

“gak ada yang pas, semua beda. Aduhhh, gimana ya??? Mana belum dinyalain lagi komputernya”

“Hah…belum sempet ngambil USB juga?”

“Iya belum sempet ngapa-ngapain.”

Beberapa teman lainnya sudah terlihat membantu mencongkel-congkel laci tersebut. Namun nihil, hasilnya Nol Besar.

“Yaudah ra..terpaksa harus dibongkar paksa itu mah.udah gak ada jalan lain.”

Akhirnya Ira pun meminta bantuan pada OB untuk membukakan lacinya.

Dengan meminta ijin pada Ira, OB itupun mengusulkan “Mba, ini harus dibongkar paksa kuncinya. Harus di bor mba, gimana?”

“Aduh, gimana ya?? Yaudahlah dibongkar paksa aja mas.” Ira terlihat pasrah.

Icha tersenyum simpul menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi. Lucu sendiri…“Pelajaran nih…jika manusia saja tidak suka disepelekan, apalagi Allah….” gumamnya dalam hati….

“Lucu yah…aku yang udah ngebayangin laci ku dibor, eh malah laci kamu sekarang yang dibor….hehe” Icha membercandai Ira…😀

Ira hanya tersenyum sambil meratapi laci meja kerjanya yang sedang dibongkar paksa itu…

*Beberapa bagian penting dari cerita ini adalah kisah nyata…hehe😀

 Sabtu, 21 Januari 2011

Linda J Kusumawardani

Pembelajar dari Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s