Pencurian… (Part 1)

19/12/11.  Pagi itu pukul 05.40 aku sudah meluncur ke luar rumah menuju tempat kerja ku di daerah Kawasan MM 2100, Cibitung. Hari itu tepat 3 bulan aku bekerja disana, hari itu juga pertanda hari masa probation ini berakhir. Pagi itu udara sangat terasa dingin sekali, sangat terasa menembus baju dan kulit ku. Padahal ku pastikan ini sama seperti biasanya, mungkin ini karena kondisi ku yang memang sedang kurang sehat hari itu. Setelah sampai ditempat menunggu bis ternyata tak butuh waktu lama untuk menunggunya, hanya 3 menit saja hingga akhirnya bis Bis Jurusan Jonggol-Bekasi nampak sudah dari kejauhan. Kondisi bis yang membawa penumpang dari perempatan cileungsi ini pagi itu terlihat tidak terlalu penuh sehingga aku bisa memilih dengan leluasa dimana tempat untuk duduk. Tentu saja aku memilih kursi yang dekat dengan pintu keluar agar mudah saat turun, karena berdasarkan pengalaman penumpang akan terus bertambah banyak bahkan diawal-awal status ku menjadi pengguna bis jurusan bekasi aku terheran-heran karena sepertinya bis tidak mengenal kata penuh, setiap ada calon penumpang yang melambaikan tangan dipinggir jalan selalu saja bis ini berhenti. Tak heran jika sudah overload bis ini jadi miring ke sebelah kiri karena banyak orang bergelantungan dipintu. Kalau sudah begini aku yang melihat sungguh merasa miris dan khawatir dengan kondisi bis nya. Apa jadinya kalau bis ini tidak bisa menahan beban sebanyak itu???

Perjalanan ini akan berlangsung selama 45 menit menuju daerah bernama Rawa Panjang, Bekasi. Rasa kantuk tak dapat ku tahan selama perjalanan, mungkin ini karena efek samping obat yang ku minum tadi sebelum berangkat kerja. Sampai pada akhirnya sekitar pukul 06.35 pagi bis sampai sudah di lampu merah Rawa Panjang. Sampai situ belum selesai perjalanan ku, karena angkot 25 menuju Giant Bekasi Barat sudah menunggu ku. Karena waktu masih menunjukan pukul 06.35, aku tidak terlalu terburu-buru saat berjalan. Dengan menenteng tas dibahu sebelah kanan dan tupperware dibahu sebelah kiri aku berjalan santai menuju dimana angkot dengan nomor 25 itu ngetem. Berbeda dengan perjalanan menuju Rawa Panjang, perjalanan menuju Giant Bekasi Barat ini hanya butuh waktu sekitar 10 menit. Setelah turun dari angkot 25, aku segera menyebrang menuju SPBU Pertamina, tempat dimana mobil jemputan menunggu 4 personil lainnya. 10 menit setelah semua personil yang berjumlah 5 orang ini lengkap, dengan segera mobil langsung tancap gas menuju Kawasan Industri, MM2100 Cibitung. Aku pun melanjutkan tidur ku (hehe…serius, itu obatnya bikin ngantuk banget). Mata dan telinga ku rasanya sudah tak peduli lagi dengan obrolan teman-teman ku didalam mobil. Namun, beberapa kali aku terbangun karena sinar matahari pagi itu lumayan menyengat ditambah lagi posisi tempat duduk ku didepan sebelah Pak Eman yang setia antar-jemput kami setiap hari.

Old Office

Dari salah satu sudut office lama

Hari Terakhir Bekerja di Old Office (Sebagian Personil)

Sekitar pukul 07.30 kami tiba dikantor. Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi penghuni kantor lainnya karena hari ini kami akan pindahan menuju office baru yang sudah dalam proses konstruksi hampir 1 tahun itu. Setibanya mobil carry berwarna merah yang kami tumpangi didepan bangunan berbentuk rumah-rumahan yang merupakan tempat kami bekerja selama berbulan-bulan ini, kami langsung melompat keluar dengan cepat dari dalam mobil tak sabar sambil mengucapkan “Makasih yaaaa Pak Eman…”. Pagi itu baru para kontraktor saja yang sudah terlihat banyak dan sibuk bekerja sedangkan karyawan tempat ku bekerja belum terlalu banyak yang datang saat itu namun beberapa sudah terlihat sibuk menggotong barang-barang milik masing-masing. Ahh…kami pun tidak mau kalah, segera setelah melakukan absen kami bergegas mengangkut barang-barang yang terhitung belum terlalu banyak jumlahnya.

Aku yang saat itu masih menenteng tas di bahu sebelah kanan dan tas berisi Tupperware dibahu sebelah kiri bingung bagaimana caranya aku bisa membawa seperangkat PC, CPU dan UPS ini.

“Waaah…ternyata kecil-kecil berat juga yah nih UPS? Gimana cara bawanya ya biar langsung keangkut semua” Kata ku sambil berpikir.

“Udah…lu bawa aja dulu tuh CPU nya. UPS nya biar gw yang bawain.” Sahut orang yang meja kerjanya bersebrangan dengan ku sambil sudah bersiap-siap mengangkut 2 UPS lainnya.

“Eh… ternyata Mas Mukhlis yang denger ucapan ku barusan…hehe” kata ku dalam hati.

“Hah? Berat banget mas…gimana cara bawanya?” aku pun menyahutnya sambil menenteng CPU dengan tangan kanan dan segulung kabel-kabel dengan tangan kiri ku.

“Tenang aja…” sahutnya

“Asyik…” sahut ku sambil cengar cengir senang kepada rekan kerja ku ini.

Dengan segera kami pun meninggalkan bedeng ini menuju office baru bersama dengan teman-teman lainnya.

New Office

Terlihat penghuni semakin banyak berdatangan pagi itu, dan terlihat juga kami semua memiliki kesibukan yang sama. Sampai sudah aku didepan pintu office Laboratorium yang saat itu masih dalam keadaan terkunci, karena yang bawa kunci nya belum datang. Aku simpan saja CPU disebelah 2 CPU lainnya beserta dengan kabel-kabel di atasnya Aku tinggalkan itu semua kemudian berjalan menuju loker untuk menyimpan tas dan berganti seragam . Loker ini letaknya di dekat office 1, Jalan menuju kesana melalui lorong yang kedap suara. Design office ini memang didesign seperti lorong semua akses menuju Toilet, Pantry 1 dan 2, Office 1, Office 2, Office Lab, Laboratorium, Mushola, Loker ini berada disisi lorong. Ditengah-tengah lorong sendiri ada pintu akses masuk yang menghubungkan satu sama lain dan tidak semua orang bisa mengaksesnya hanya staff ke atas yang berjumlah 29 orang saja yang bisa keluar masuk sini. Dari arah office Lab, keluar dari pintu akses ini langsung bertemu dengan lobby yang cukup luas sekali disisi sebelah kanan.

Loker wanita berada dipaling ujung bagunan gedung ini. Sudah banyak orang ternyata disana, bergegas kami semua berganti pakaian seragam sebelum melanjutkan pindahan ini. Semua bergerak cepat, pun dengan aku. Setelah keluar dari loker, aku sendiri langsung kembali menuju office lama untuk mengangkut sisanya. Saat perjalanan menuju kesana aku bertemu dengan rekan kerja ku, terlihat dia membawa monitor sebanyak 6 buah dengan menggunakan Trolley.

“Mas Arief… itu PC yang ada  dimeja kita bukan?” tanya ku

“Iya…” jawabnya sambil memandangku dengan wajah cukup datar

“Punya aku ada juga gak mas?”

“Semua yang ada dimeja udah dibawain semua.” Jawabnya masih dengan ekspresi yang sama

“Ahh…berarti udah semua yak?” kataku sambil berbalik arah. Karena itu artinya aku tidak perlu kembali kesana.

Aku pun urung untuk kembali ke office lama. Dan sekarang kami lanjutkan aktivitas kami dengan memasang kabel-kabel yang terlihat semrawut itu. Dan….aha…kabel CPU ke UPS punya ku kurang satu, pantes aja kok gak nyala-nyala ini computer dari tadi. Aku segera keluar dan mencari, mungkin saja ke bawa yang lain. Setelah berputar-putar kesana kemari, benar saja ternyata 1 kabel itu ketemu juga di Logistic.

Kembali aku ke tempat ku dan memastikan semua tidak ada yang tertinggal. Setelah semua beres, sesuai dengan informasi dari Bapak Manager briefing hari ini dimulai 45 menit lebih siang dari biasanya.

Sudah sebulan ini, aktivitas kami focus pada instalasi dan kualifikasi instrumen di Lab yang jumlahnya 18 Unit. Briefing pun dimulai pukul 09.00 tepat sesuai dengan schedule. 45 menit pun berlalu, kami dengan personil yang berjumlah 7 orang termasuk bapak manager membahas apa yang akan dikerjakan hari ini bersama 2 orang sensei yang sengaja didatangkan dari Jepang 1 minggu lalu untuk memastikan semua alat sesuai.

Sekitar pukul 10.00. Aku keluar lab menuju loker untuk mengambil gelas Tupperware. Kemudian menuju pantry mengisi air ke dalamnya kemudian kembali menuju lab untuk melanjutkan pekerjaan.

Selanjutnya berjalan seperti biasa hingga pukul 16.30. Sebelum pulang kami kembali melakukan briefing tentang bagaimana hasil pekerjaan kami hari itu. Jam sudah menunjukan pukul 17.45. Aku dan mba putri (yang juga personil jemputan) sudah memastikan tidak ada lagi jemputan yang menunggu didepan. Konsekuensi kami ditinggal, karena limit yang diberikan hanya 20 menit dari jam 17.00 sore. Akhirnya setelah shalat maghrib, mengunci semua pintu, kami bertujuh pulang. Aku sendiri dan mba putri diantar sampai keluar kawasan oleh rekan kerja kami…

Bersambung…

di Rumah, 25 Desember 2011

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

3 thoughts on “Pencurian… (Part 1)

  1. Ping-balik: Pencurian…(Part 2) « Khoirunnas Anfauhum Linnas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s