The Journey To Japan (Episode : Hari Pertama)

Sebelum Berangkat….sempet2 nya kita foto2 dulu di Bandara Soetta….dasar narsis😀

Sesampainya di Narita….

Brrrrrrrr…..Dingiiiiin….

Kata sensei suhu pagi itu adalah 17 derajat.

“Hmm…Pantes aja dingin, kaget juga nih kulit biasa Cuma berada di area yang suhunya rata-rata 30 derajat.” Kataku dalam hati sambil menunggu JR Express dari Bandara Narita pagi itu sekitar pukul 09.00 pagi waktu Jepang. Dan akhirnya beberapa saat kemudian, kereta yang dinanti itu akhirnya datang juga.

Perjalanan menuju Yokohama membutuhkan waktu sekitar 3 jam-an dari Bandara Narita. Dan selama itu pula aku terus memandang keluar jendela. Walau mata berat rasanya ingin tidur karena sejak jam 4 pagi sampai tiba dibandara mata tidak juga mau terpejam, karena perut ku terasa mual . Walau ingin sekali tidur namun rasanya berat juga untuk ditutup. Karena saat itu aku berada dalam perasaan antara percaya dan tidak pagi itu aku sedang tidak berada di Indonesia. Senang rasanya saat melihat tulisan Yokoso Japan….🙂🙂🙂

Sambil berbincang dengan teman sebelah ku, aku berulang bertanya “Bener ya sekarang kita berada di Jepang?” . Waduhhh….mungkin terdengar katro gimana gitu ya….tp ya gimana, masih gak berasa soalnya. Gak berasa ngeluarin apa-apa hehe… eh tahu-tahu udah ada disana…😀. Semua akomodasi sudah ditanggung oleh pihak perusahaan mulai dari Fasilitas Pesawat  PP, Hotel, Uang makan perhari, Entertaint dan Allowance untuk keperluan setiap personil. Alhamdulillah😀

Tiba sudah kami di Yokohama, kemudian kereta dilanjutkan menuju Kannai yang masih berada di sekitar Yokohama. Selama perjalanan beberapa kali aku dan teman-teman lainnya harus naik-turun tangga (bukan eskalator yaa…) sambil ngangkat-ngangkat travel bag yang punya ku sendiri beratnya 31 Kg, yang hampir setengahnya berisi makanan😀 . (Paling berat lho diantara yg lain…) bukan tanpa alasan, hal ini karena katanya cari makan disana itu susah. Setibanya kami di kannai sekitar pukul 13.00 , kami titipkan seluruh perlengkapan kami dihotel yang akan menjadi tempat kami menginap selama 2 minggu kedepan. Setelah itu kemudian kami pergi mencari makan siang. Saat itu kami sendiri belum bisa masuk ke kamar masing-masing karena check in baru bisa dilakukan pukul 16.00.

Satu hal membuat surprised untuk ku adalah ketika kami akan menyebrang jalan menuju hotel, ketika itu jalan terlihat lowong.”Tapi kenapa orang-orang ini tidak bergerak” tanyaku dalam hati. Ahhh….aku baru saja melihat lampu merah untuk pejalan kaki. Ternyata itulah yang menyebabkan semua orang disitu tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Sunggu mengesankan…”Mana ada Indonesia seperti ini? Jangankan jalan lowong, jalanan rame saja tetep aja nyebrang.” Kata ku dalam hati…

Lampu hijau kemudian menyala yang menandakan pejalan kaki boleh menyebrang. Saat lampu hijau menyala, akan ada suara yang terdengar dan setiap jalan akan memberikan suara yang berbeda bisa “beep…beep…beep…” atau terdengar seperti lagu. Ini adalah pelajaran kedisiplinan pertama yang ku dapatkan saat berada disana.

Setelah menitipkan barang-barang dihotel Sensei yang baik hati mengajak kita China Town yang kebetulan dekat dengan tempat hotel kami menginap untuk mencari makan siang. Dan ternyata betul….susahnya disini cari makan. Hampir semua restoran disana menggunakan daging PORK, kaki ku sendiri sudah pegal rasanya setelah lebih dari 30 menit berjalan kaki mencari makan siang sampai akhirnya bertemu dengan sebuah restoran yang menyediakan makanan selain PORK. Inilah makanan pertama yang ku makan disana…Sensei yang memesan nya, dan kami berlima hanya tinggal makan saja.

Makanan ini cukup bersahabat dengan lidah orang kami sebagai orang Indonesia. Daging yang dimasak adalah daging sapi.

Setelah selesai menyantap makanan itu, sambil menunggu waktu check in sensei mengajak kami ke Marine Tower dan mendatangi Yamashita Park. Memandang dari ketinggian Kota Yokohama sungguh sangat Indah. Melihat Yokohama Bridge yang berada dekat pelabuhan dan dikelilingi laut benar-benar indah sekali. Maha suci Allah yang telah menciptakan keindahan dunia ini.

Setelah berputar-putar d Yokohama, kami berjalan kembali menuju hotel setengah jam sebelum waktu check in. Hujan rintik-rintik dengan suhu saat itu 15 derajat cukup untuk ku sendiri serasa tidak menggunakan jaket. Kami berjalan lebih cepat karena kami tidak punya payung. Aku sangat khawatir pada telapak kaki ku ketika itu, ahhh….ternyata benar…telapak kaki kiri ku mulai terasa aneh….tak lama kemudian menyusul telapak kaki kanan. Baiklah…lengkap semua kali ini kram telah menyerang mereka berdua. Suhu yang dingin dalam kondisi berjalan sangat lama sangatlah berpotensi bagi kaki ku terserang kram.

Aku tahan…tahan…tahan…sakiiiit sekali, MasyaAllah… aku melambatkan langkah ku  namun sepertinya terasa semakin sakit. Dan aku pun agak tertinggal dari rombongan…Salah seroang teman ku ngeh kalau aku sudah tidak berjalan disampingnya. Dia menunggu ku kemudian bertanya.

“Kenapa??”

“Oh, gak papa kok. Biasa kalo dingin dipake jalan suka kram.”

“Trus gmana?”

“ya gak gimana-gimana. Yuk, sambil jalan aja. Semakin cepet jalan kayaknya semakin gak kerasa.”

Raut wajahnya meragukan apa yang ku katakan barusan…

Aku selalu berpikiran, Selama aku masih bisa mengatasi sendiri aku tidak akan pernah ingin memberatkan orang lain. Dan ternyata benar, kaki ku perlahan semakin memmbaik. Bahkan sebelum tiba dihotel. Akhirnya setelah 30 menit berjalan, sampai juga kami dihotel.

Pembagian kamar setiap orang pun dimulai oleh sensei. Ku lihat kunci kamar ku menunjukan angka 854.  Segera setelah kami menerima kunci kamar kami bergegas menuju kamar masing-masing tepat pukul 16.00 untuk melaksanakan shalat jamak dzuhur dan ashar kemudian beristirahat sejenak sebelum berkumpul lagi untuk mencari menu makan malam.

Didepan Hotel

“Ooo…ini kamarnya” kata ku dalam hati setibanya dikamar…aku lihat-lihat sekeliling kamar dan apa saja fasilitas yang bisa aku gunakan disini. Disana sudah tersedia baju TV, AC ( yang jarang banget berada dalam kondisi ON), Hairdryer, kulkas, brankas, Baju tidur, Penghangat ruangan yang juga berfungsi untuk memasak air, kamar mandi lengkap dengan bathtub dan perlengkapan mandinya. Ini lebih dari cukup untuk ku dan 4 orang teman ku rasanya. Biaya penginapan 1 malam untuk 1 orang adalah 2500 yen, itu artinya beriksar Rp 260.000,- .

Malam hari, sensei yang sudah ku anggap seperti ojisan mengajak kami makan disebuah tempat makan cepat saji bernama Sukiya. Jaraknya hanya sekitar 8 menit jalan kaki dari hotel Makanan disana bebas Pork, murah hanya 380 yen dan sesuai dengan lidah Indonesia. Menu yang ada disana bernama Gyu Don’ (baca :giudong). Makanan ini terdiri dari nasi dengan 2 toping yang berbeda-beda. Dan salah satu toping utamanya adalah daging sapi.

Sepulangnya makan, kami kembali ke hotel untuk beristirahat mempersiapkan stamina untuk memulai training esok hari.

Selanjutnya di Episode ini

_Moment_2 Weeks in Japan_

23 November 2011

Linda J Kusumawardani

3 thoughts on “The Journey To Japan (Episode : Hari Pertama)

  1. Ping-balik: Kami & Mimpi :’) « Pembelajar dari Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s