Mengambil Hikmah…(Episode : Journey To Japan)

05 November 2011 adalah pengalaman pertama saya pergi keluar dari negeri ini menuju negeri sakura yang biasanya selama ini hanya saya dengar dari orang lain, lihat di TV ataupun hanya hasil googling saja. Pengalaman yang benar-benar luar biasa dan tentunya harus saya syukuri saat saya mendapat kesempatan untuk berkunjung kesana selama 2 minggu.

Tahun lalu…ya…tahun 2010 saya memang pernah bermimpi, tentunya disertai dengan ikhtiar dan doa untuk pergi keluar dan melanjutkan studi sekaligus menjelajahi Benua Eropa menjelang akhir 2011. Namun, apa yang bisa saya lakukan saat keputusan-Nya yang saya terima Maret lalu adalah TIDAK?  Saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa toh, selain satu hal, yatu Rasa Syukur yang luar biasa karena bertambah sebuah keyakinan dalam hati saya yang mengatakan “Alhamdulillah…Allah ternyata punya rencana yang jauh lebih indah untuk ku selain ini” itulah yang saya pikirkan saat itu dan berusaha tidak peduli dengan apapun yang telah saya keluarkan dan upayakan, karena ada sebuah keyakinan dalam hati bahwa Allah telah menyaksikan semua proses yang telah saya lakukan dan Dia lah yang Maha Mengetahui apa yang paling saya butuhkan.

Dan…ternyata inilah yang Allah telah skenariokan untuk saya untuk tanggal 5-19 November 2011, suatu hal yang sebelumnya tak pernah saya rencanakan. Maha Suci Engkau ya Allah…

Setelah berada di Jepang selama 2 minggu, rasanya ada 1 hal besar yang saya dapatkan dari hal yang sudah saya sebutkan sebelumnya diatas. Ehmm…rupa-rupa nya Allah telah memberikan jawaban atas pertanyaan besar saya selama 7 bulan terakhir. Sebuah jawaban yang baru saya dapatkan sepulangnya saya dari Negeri Sakura itu. Sebuah jawaban yang bisa membuat saya tersenyum lebaaaaaar sekali setelah mendapatkannya. Karena ternyata Allah sangat sangaaaat sayaaaaang pada saya…Alhamdulillah :)  .

Apakah pertanyaan besar saya itu??? Pertanyaan besar itu ada didalam doa yang saya panjatkan ketika saya meminta sesuatu pada Allah…

Ini adalah doanya (wah, jadi ketahuan, tapi gapapa semoga bermanfaat :D)  :

“Ya Allah, jika memang itu (sebuah permintaan saya) yang terbaik untuk ku, Agama ku, Keluarga ku, Keturunan ku, Dunia dan Akhirat ku maka mudahkan jalan ku untuk menggapai dan mendapatkannya. Namun, bila itu (sebuah permintaan saya) bukan yang terbaik bagi ku, Agama ku, Keluarga ku, Keturunan ku, Dunia dan Akhirat ku maka aku ikhlaskan apapun yang menjadi keputusan-Mu pada ku”

Dan ketika dalam perjalanan ikhtiarnya pun sebenarnya  sudah  sayapikirkan semua hal diatas berdasarkan hati dan pikiran saya sendiri. Diantara semuanya ada 1 hal yang masih berada di Grey Area benak saya yaitu point “Agama ku” . Kenapa? Karena, walau sudah saya azzamkan untuk apa ilmu yang akan saya dapatkan kelak, saya masih meragukan apakah saya bisa bertahan disana? Hal ini adalah dalam arti Keistqomahan. Ya…keistiqomahan yang jika kesempatan itu ada, saya berada disana tidak hanya dalam waktu 2 minggu, tapi 1,5 tahun. Bagaimana?….ini adalah waktu yang sangat lama sekali bukan? Mungkin ada orang yang berpendapat. Ah, itu kan tergantung manusianya. Iya memang tergantung manusianya. Tapi bukankah Rasulullah itu pernah menyebutkan jika iman seorang manusia itu bersifat fluktuatif (naik-turun). Terlebih lagi lingkungan itu sangat mempengaruhi tingkat keimanan seseorang. Berada di Jepang saja yang notabene masih Asia dan semakin bertambah ummat muslimnya saja saya merasakan atmosfere yang sangat jauuuuh berbeda dengan Indonesia. Bagaimana kalo di Spain, Poland dan Portugal???? 3 negara inilah yang menjadi tempat studi bila saya diterima. Semakin gak terbayang rasanya….MasyaAllah…

Bahkan salah seorang teman saya saat di Jepang berkata begini “Eh, kalo lama-lama dijepang bisa-bisa gak eling kali yak?”

“Lah, ya berdoa lah biar eling…” jawab saya dengan raut wajah yang aneh

“Gimana mau berdoa, klo doanya aja lupa…..hahahah” jawabnya bercanda sambil cengangas cengenges

“Hah…?” jawab saya dengan ekspresi wajah aneh…

“Gimana nggak, tuh tiap hari aja pasti liat yang kayak gitu….hahahah” sambil menunjuk seorang wanita dengan rok yang sangat miniiii sekali

“Waduh…iya juga ya.” Jawab saya dalam hati

Walaupun obrolan itu hanya lewat begitu saja atau mungkin hanya sekedar guyonan, tapi hal ini saya garis bawahi. Padahal selama saya ada disana suhu maksimal adalah 20 derajat dan suhu terendah adalah 9 derajat. Tapi tetep aja itu pengguna rok mini berseliweran dimana-mana. Segini aja sudah winter lho yaa…

“Itu apa pada gak dingin apa ya?” tanya saya dalam hati. “Lah wong saya aja yang udah rapet ditutup atas bawah plus berjaket aja masih berasa dingin”

Inilah salah satu hal yang membuat atmosphere itu terasa sangat berbeda dengan Indonesia yang notabene memiliki penduduk dengan Agama Islam mayoritas dan tentunya terlepas dari kelebihan bangsa Jepang bila dibandingkan dengan Negara kita.

Ya….lagi-lagi memang Allah lebih mengetahui apa yang lebih saya butuhkan dan Allah tahu apa yang harus diberikan pada saya.

Setelah itu hanya satu yang saya pikirkan mengenai Eropa dan sebuah mimpi didalamnya. “Kalau begitu apa yang bisa menjamin keistiqomahan saya dalam keimanan ini? bila bekal ruhiyah saja ternyata belum cukup untuk mendapatkannya.”

 

Penilaian diatas hanya berlaku bagi saya sendiri, karena setiap orang tentu punya pendapat dan penilaian berbeda dalam menyikapi setiap hal.

Wallahu’alam bishowab….

Terlepas dari semua itu, saya juga belajar banyak dari bangsa Jepang. Tunggu postingan saya selanjutnya ya…

Bogor, 22 November 2011

Linda J Kusumawardani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s