Dan Kami pun harus Belajar dari Tukang Sapu….

“La, Gw percaya kalo orang model kayak loe tuh doanya kuat,tahajudnya atau ibadahnya rajin. Gw juga yakin orang tipe loe kalo udah punya kemauan apapun bakal loe kejar, usaha loe bakal maksimal, loe tuh total orangnya. Gw liat gimana usaha loe buat dapet tuh beasiswa, Gw tahu gimana gigihnya usaha loe sampe sakit aja masih terus loe usahain …Tapi la….gw rasa loe lupa sesuatu, loe udah usaha dan doa maksimal. Loe lupa sesuatu la, loe lupa…Loe Lupa sama KEAJAIBAN ALLAH”

 

Hati ku remuk mendengar itu, bibir ku bisu,  rapat tertutup. Aliran darah ku terasa begitu cepat, tarikan nafas ku sangat dalam, keegoisan ku runtuh. Sepertinya aku baru saja tersadar dari dari pertahanan ego. Mungkin aku pun termasuk pada orang yang lupa…Astaghfirullah….

 

Dengan mantap ela menceritakannya. Perbincangan antara dirinya dengan Tukang Sapu (Sebut saja begitu) sungguh membuatku malu. Hal ini jugalah yang membuat ela sahabatku memutuskan dengan mantap pulang ke Karawang, kampung halamannya. Hal yang selama kurang lebih 3 bulan itu tidak mau berdamai dengan hatinya, saat itu dengan mantap ela mengambil keputusan untuk pulang. Tinggal bersama keluarga besarnya dan memilih menjadi seorang guru honorer di 4 sekolah SMA untuk menyamakan salary yang diterima olehnya saat itu.

 

Rasa ego ku runtuh…akan ku lepaskan dia, aku ikhlaskan dia. Walau berat rasanya menghilangkan kebiasaan bersamanya selama hampir 6 tahun belakangan. Dengan tegas aku pun mengatakan

 

“Kalau memang sudah mantap, Insyaallah…ambil keputusan yang terbaik. Ela gak perlu mikirin THR yang pernah nda jadikan pertimbangan. InsyaAllah akan ada rejeki dari keajaiban Allah itu nanti.”

 

“Iya, InsyaAllah ela mantap. Gak masalah kalau memang ela harus ngajar di 4 atau 5 sekolah supaya gaji ela sama dengan yang sekarang. Karena bisa jadi ini akan menjadi Ramadhan terakhir ela bareng keluarga setelah udah 6 tahun ela gak merasakannya bareng keluarga.”

 

Aku masih terdiam mendengarkannya…

 

“Bisa jadi tahun depan, udah waktunya ela merasakan ramdhan bareng sama suami…hehe” jelasnya sambil tersenyum…

 

“Aamiin ya Allah” Tak mau kalah akupun membalas senyumnya lebih lebar…😀

 

***

 

Pernyataan dari tukang sapu, ya seorang tukang sapu itu sungguh menyadarkan kami. Kami merasa malu dengan beliau, sungguh pernyataannya mengingatkan kami kembali pada sesuatu tentang Kehendak dari Langit. Aku pun kenal baik dengan beliau ditempat ela bekerja yang akupun pernah bekerja disana, usianya kalau boleh ku tebak berkisar 35 tahun…ya, seorang tukang sapu yang pada akhirnya mampu membuka hidayah Allah pada kami.

 

Mungkin rasanya sulit untuk melepaskan apa yang bukan menjadi tugas kita saat usaha sudah dilakukan dan doa sudah dipanjatkan. Selalu ada rasa khawatir akan hasil yang diperoleh, padahal sungguh Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang tidak akan mengecewakan kita. Jikalah permintaan kita tidak dipenuhi mungkin Allah punya rencana lain yang jauh lebih indah. Ketaqwaan kepada Allah adalah poin utama dalam menjalani hidup yang dengannya akan melahirkan Kesabaran dalam menghadapi setiap ujian.

 

Kami tahu betul bahwa Allah itu Maha Berkehendak, Kun Fa Yaa kun…

 

Saat itu rasanya menjadi titik balik bagi kami untuk lebih memperkuat kesabaran dengan sebuah kepercaayaan kepada Sang Khalik.

 

Dan sungguh Allah telah membuktikannya, kurang lebih 1minggu setelah kejadian itu ela mendapat panggilan interview disalah satu perusahaan otomotif untuk penempatan kerja di Karawang, Kampung Halamannya. Prosesnya tidaklah lama, kurang dari 3 minggu setelah dirinya menjalani 3 kali interview.

 

Aku menangis haru saat menerima telp dari sahabat ku itu sesaat selesai interview dengan President Director yang kini menjadi tempatnya bekerja. Ela sudah mendapat keputusan bekerja disana dengan Salary 2 kali lipat dari tempat sebelumnya…Subhanallah…Keinginannya untuk merasakan Ramadhan bersama keluarga pun dirasakanannya tahun ini. dengan rejeki yang lebih dari yang kami bayangkan sebelumnya. Sungguh, ini diluar prediksi saat itu sebagai manusia… Keajaiban Allah itu benar-benar dirasakan oleh kami. Haru aku mendengarnya, kebahagiaan pun sangat ku rasakan. Rasanya saat itu aku baru saja menyaksikan film berputar di otak ku yang berakhir bahagia.

 

Aku benar-benar menyaksikan “Tangan-Tangan” Allah  itu bekerja, yang saat itu rasanya memang itu sudah menjadi titik terlemah dari kemampuannya sebagai manusia. Allah kabulkan semua permintaannya setelah berbagai ujian yang aku tahu persis bagaimana kesabaran dijadikannya senjata olehnya “Man Shabara Zhafira”…

 

Sempat terbersit dalam hati…

 

“Akupun ingin ya Allah…ah, tapi rejeki setiap orang itukan berbeda nda, biar Allah saja yang mengatur semua. Akan ada saatnya pasti untuk ku kelak…”

 

Kejadian ini membuatku semakin ingin dekat dengan-Nya…dekat dan lebih dekat lagi. Semangat ku pun kembali menyala, tak peduli lagi rasanya dengan ujian yang sudah menjadi keniscayaan itu. Sebesar apapun ujian itu aku tak kan khawatir lagi karena Aku punya Allah yang Maha Besar.

 

Dan…rasanya tak butuh waktu lama hingga Allah membuktikannya pada ku. Pertengahan Juli lalu, Panggilan interview pun aku terima.

 

Aku menjalani 2 kali interview , Pertama oleh Pihak Consultant dan  Kedua oleh President Director bersama General Manager sebuah perusahaan Japan Oil Company. Hal yang tak pernah ku duga. Apalagi aku tak ingat kapan aku kirimkan CV ku kesana, 4 hari setelah aku interview dengan kedua orang Jepang itu, Sang consultant yang telah berjasa mempertemukan kami menyatakan mereka cocok dengan aku…Subhanallah…bila aku ingat bahkan persiapan pun tak ada saat aku ingin interview dengan 2 orang Jepang itu. Bahkan tahupun tidak jika yang akan menginterview ku hari itu adalah seorang President Director dan General Manager.

 

4 hari setelah consultant menyampaikan kecocokan mereka dengan ku, Nego salary pun akhirnya berlangsung. Dan pada akhir nya deal diangka 2 kali salary ku ditempat sebelumnya. Jumlah ini mungkin bagi sebagian orang adalah biasa atau tidak ada apa2nya. Tapi tidak bagi aku dan ela juga karena Allah lah yang telah mencukupkannya dan sangat cukup…Semakin tak terbendung rasanya ucapan tahmid itu dari lisan ini….Alhamdulillah…hingga akhirnya 19 September menjadi hari pertama ku kerja disana…

 

Semua kejadian itu benar2 membuka kembali ingatan kami mengenai Tauhid Rububiyyah…Selanjutnya, tak ada lagi keraguan dalam menjalani hidup. Allah akan telah menjamin setiap apapun yang menjadi hak kita, tugas kita adalah menjemput kemudian  mengambilnya. Semua tidak akan ada yang pernah tertukar, Karena Allah itu Maha Baik…

 

 Alhamdulillah…. Terima Kasih ya Allah yang Maha baik…🙂

Sebagai Penutup…

 

…Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (Q.S At-Thalaq :2-3)

 

Bogor, 28 September 2011

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

8 thoughts on “Dan Kami pun harus Belajar dari Tukang Sapu….

  1. hiks..nda…aq terharu..klo flashback lg k kjadian itu jd ngingetin lg ttg tawakal,,,
    lakukan aj yg mjd tgs qt, slebihnya biar Alloh yg atur, and u’ll see d miracle…I do believe..thanks Alloh for all d things that u’ve done to us ^^kan aj yg mjd tgs qt, slebihnya biar Alloh yg atur, and u’ll see d miracle…I do believe..thanks Alloh for all d things that u’ve done to us ^^

    • Alhamdulilah ya Allah atas segala nikmat yang Kau berikan pada kami. Bahkan rejeki itu Allah datangkan hampir bersamaan pada kita😥 . Ini hanya salah satu dari bentuk pelangi yang Allah berikan…

      Memang dalamnya jurang kesabaran itu sebanding dengan hasil yang akan kita peroleh dan Allah sungguh menyaksikan dan menghargai proses setiap hamba…

      Semua skenario itu membuat hati tak lagi ragu untuk menerima ketetapan-Nya dalam hidup…InsyaAllah….

  2. Ping-balik: Kami & Mimpi :’) « Pembelajar dari Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s