Aku akan Berdamai dengan Takdir-Nya…(Part 2)

Asslmkm. Ini benar nomornya mba nisa kan ya? Bgm kabarnya mba nisa beserta keluarga? smg senantiasa dlm lindungan Allah. Amin.Sbnrnya sya bingung harus mulainya dari mana. Mhn maaf jk sms saya mengganggu.

”Nomor tidak dikenal…” gumam nisa dalam hati

”Nomor siapa ini? pengirimnya tidak menyebutkan nama sama sekali.Apa mungkin ini nomor Ari???”

Detak jantungnya mendadak bergerak cepat setelah membaca sms itu. Tangannya lemas, pikirannya melayang entah kemana. Sms yang paling dikhawatirkannya itu akhirnya harus diterimanya malam itu.

“Ya Allah…beri kekuatan pada hamba.” lirih suaranya terdengar

Tanpa sebuah instruksi butiran air mata kembali tak mampu ditahan oleh kantung mata nisa. Terbayang sosok Arman dalam benaknya, namun ditepisnya jauh-jauh dengan meluruskan kembali niatnya untuk menerima siapapun kelak yang akan didampinginya. Nisa mencoba kembali menguatkan hatinya, mengucap bismillah. 1 jam kemudian dan setelah dirinya menunaikan shalat isya akhirnya hatinya mampu dikendalikan. Nisa memutuskan untuk membalas sms itu.

Wa’alaykumsalam. Iya betul ini nisa. Mohon maaf sebelumnya ini nomor siapa? Karena tdk ada di phone book saya.

Tidak butuh waktu lama sepertinya hanya 15 menit kemudian terdngar kembali nada sms berdering dari Hpnya. Perlahan nisa kembali membuka pesan yang terlihat di display Hpnya itu.

Saya Ari, mungkin mba nisa sudah pernah mendengar nama saya. Sekali lagi saya mohon maaf bila cara saya kurang berkenan.

”MasyaAllah….ternyata benar ini Ari.”

Tak mampu terbendung air matanya, nisa menangis sejadi-jadinnya.

”Apa yang harus ku tangisi???apa??” dengan segera nisa mengambil tisu yang ada diatas meja yang tersusun buku diatasnya. Perlahan, kembali dirinya mencoba mendamaikan hati dan pikirannya.

”Ya Allah…mengapa sosok itu…sosok itu, masih ada dibenakku. Bahkan saat ini semakin nampak jelas. Astaghfirullahaladzim…”

Tak sanggup nisa membalas kembali sms Ari. Hanya sebuah pesan singkat yang mampu diketik olehnya untuk seorang sahabat yang sangat dekat dengannya.

”Ari…udh kirim sms.” massage sent

”Apa??gimana??” massage received

”Aku butuh waktu rin untuk menenangkan diri. InsyaAllah segera ku kabari.” massage sent

”Hmm…baiklah. akan ku tunggu, segera setelah kau tenang tolong berikan kabar pada ku. Allah selalu bersama mu” massage received

Setelah sms dari sahabatnya itu diterima, nisa membentangkan tubuhnya yang lemah itu di atas kasur, berbaring dan berharap bertemu kembali dengan Tuhannya nanti malam.

 

Bogor, 31 Januari 2011

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

One thought on “Aku akan Berdamai dengan Takdir-Nya…(Part 2)

  1. Ping-balik: Aku akan Berdamai dengan Takdir-Nya (Part 1…) « Khoirunnas Anfauhum Linnas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s