Keikhlasan…..

Ketika ikhtiar yang maksimal itu tidak menghasilkan harapan yang diinginkan. Lupa mungkin kalau manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa saja…Hasil akhir tetap Allah yang menentukan. Ya…kita kan hanya penonton yang berada diluar lapangan dan hanya bisa berkomentar, bukan pemain yang menentukan arah bola. Jadi, tentu kita tidak tahu tingkat kesulitan pemain yang berada di medan juang (Halah, bahasanya….)

***

Dalam menerima kekalahan, ujian, cacian, kekecewaan, kemarahan, dan teman-temannya, sebenarnya kuncinya hanya satu yaitu “KEIKHLASAN”….

Imam Hasan al Banna mengatakan, “Ikhlas itu kunci keberhasilan.” Menurut Imam Hasan Al-Banna, para salafushalih yang mulia, tidak menang kecuali karena kekuatan iman, kebersihan hati dan keikhlasan mereka. “Bila kalian sudah memiliki tiga karakter tersebut, maka ketika engkau berpikir, Allah akan mengilhamimu petunjuk dan bimbingan. Jika engkau beramal, maka Allah akan mendukungmu dengan kemampuan dan keberhasilan…” Imam Syahid begitu serius memandang masalah ini, sehingga setelah kalimat tadi, ia mengatakan, “,… Tapi bila ada di antara kalian yang hatinya sakit, cita-citanya lumpuh, diselimuti oleh motif sikap egois (tanda tidak ikhlas), masa lalunya pun penuh masalah, maka keluarkan ia dari barisanmu! Karena orang seperti itulah yang akan menghalangi rahmat dan taufik Allah. “ (Al-Awai’q, Muhammad Ahmad Rasyid).

Sebenarnya tidak ada yang mengetahui sebuah keikhlasan dalam hati manusia melainkan Allah sendiri, bahkan para malaikat yang setiap detik mencatat amal kebaikan dan keburukan manusia pun tidak mengetahuinya. Seorang ustadz dalam sebuah kajiannya yang pernah ku dengarkan mengatakan bahwa seseorang yang ikhlas itu tidak akan pernah ingat amal-amal kebaikan yang telah dilakukan olehnya, dia akan melupakannya begitu saja dan ingatannya mengenai amal tersebut tidak akan kembali. Ini bisa menjadi kesimpulan awal bagi kita untuk tidak mengingat-ngingat atau bahkan menghitung amal kebaikan apa saja yang pernah kita lakukan dimasa lalu….

Ke-ikhlasan juga merupakan kunci bagi seseorang mudah memaafkan orang lain di kala marah. Selain itu keikhlasan menjadikan seseorang ringan memberi meski ia membutuhkan. Ikhlas, yang membuat seseorang tak memandang situasi dalam beramal dan menjauhi maksiat, meski tak seorangpun melihat. Keikhlasan juga yang membuat orang tak memandang risiko apapun dalam menyampaikan kebenaran.

“Ah…itu kan teori, parkteknya kan gak semudah teorinya…”. Mungkin kata-kata ini yang sering sekali menjadi kambing hitam….

Memang untuk mengaplikasikannya terkadang atau bahkan seringnya tidak semudah teori yang sudah diucapkan. Perlu kita sadari, manusia adalah makhluk yang berpotensi melakukan kesalahan, kekhilafan, ketidaksengajaan atau yang lainnya….

Misalnya…

Kekhilafan lupa menempati janji pada seseorang….

Kesalahan dalam mengerjakan suatu pekerjaan….

Ketidaksengajaan menyakiti perasaan seseorang….

Itulah manusia, tidak bisa dipungkiri kita pun pasti pernah melakukan hal-hal seperti itu. Mungkin kita sering khilaf menyalahkan atau memojokkan kesalahan orang lain. Tanpa disadari dalam kondisi seperti itu padahal diri kita sendiri sedang dalam kekhilafan….Astaghfirullah…

Namun, kita lupa bahwa Rasul sudah memberikan keteladanannya….

Berkat ikhlas, Rasulullah saw tercatat berhasil melewati momen-momen yang dianggap paling sulit dalam Dakwahnya Rasul adalah sosok yang paling mudah memberi maaf, paling banyak memberi laksana angin, paling terpelihara dari penyimpangan, paling berani menyampaikan kebenaran kepada siapapun. Benarlah ucapan Ibnul Jauzi rahimahullah, “Barangsiapa yang telah mengintip pahala (yang dituai karena keikhlasan), niscaya menjadi ringanlah semua tugas yang berat itu.” (Ar-Raqaiq, Muhammad Ahmad Rasyid).

Teman….tahukah kita bahwa sebuah keikhlasan mampu memberikan keberkahan yang luar biasa, walaupun dilakukan dari hal-hal yang kecil dan sederhana .

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)

Lihatlah betapa kecilnya amalan yang dia lakukan, namun hal itu sudah cukup bagi dia untuk masuk surga karenanya. Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Dahulu ada seekor anjing yang berputar-putar mengelilingi sumur, anjing tersebut hampir-hampir mati karena kehausan, kemudian hal tersebut dilihat oleh salah seorang pelacur dari bani israil, ia pun mengisi sepatunya dengan air dari sumur dan memberikan minum kepada anjing tersebut, maka Allah pun mengampuni dosanya.” (HR Bukhari Muslim)

Subhanallah….Sungguh keberkahan dan buah dari keikhlasan itu luar biasa….

Dengan keikhlasan, kita jadi tak mudah diperdaya oleh nafsu. Dan itulah nikmat yang hanya dirasakan para mukhlishin. Seperti yang tertuang dalam untaian nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah, bahwa mengutamakan kelezatan iffah (menjaga diri dari perbuatan durhaka), lebih lezat daripada kelezatan maksiat. Dalam kesempatan lain beliau pernah mengatakan, “Rasa sakit yang ditimbulkan oleh mengikuti hawa nafsu, lebih dahsyat daripada kelezatan yang dirasakan seorang karena memperturutkan hawa nafsu.”

Ini adalah beberapa surat-surat cinta dari Allah mengenai keikhlasan…

Dalam surat-Nya keikhlasan kan mampu mencegah setan untuk menguasai dan menyesatkan manusia…

“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (Qs. Shod: 82-83).

Dengan keikhlasan Allah akan menjaga dari kejelekan dan kemaksiatan…

“Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas. “ ( Qs. Yusuf : 24)

….Semoga Allah senantiasa memelihara kelembutan hati kita untuk tetap ikhlas dalam menerima setiap ketentuan-Nya…..Amin…..

*Yang nulis juga masih harus belajar banyak mengenai ilmu ikhlas…..😀

Linda J Kusumawardani

Dirumah, 29 Desember 2010

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s