Catatan ku Akhir Tahun…

Catatan ku Akhir Tahun…



Bismillahirrahmanirrahim…..

“Jika dosa itu lebih ringan dari ini pun aku tetap takut dengan akhir yang buruk. Mati dalam kondisi bermaksiat.” Sofyan Ats Tsauri  r.a berkata sambil mengambil sedikit tanah….

Astagfirullah…..aku mengizinkan hati dan jiwa ku merenung sejenak, berkumpul bersatu berbicara pada diri-Nya tentang diri ku dimasa lalu, memohonkan maaf atas segala dosa dan khilaf yang telah dilakukan.Ya Allah…ampuni segala dosa ku, izinkan aku memilih seni kematian itu,yaitu dengan kondisi terbaik dalam keadaan khusnul khotimah, Amiin!

Hari ini….Akhir tahun tlah menyapa ucapan selamat tinggal dengan segala kenangannya, segala tangis dan senyum nya. Detik, menit, jam, hari, bulan tlah menemani ku dengan segala keterbatasannya dan kini sampai dipenghujungnya. Sungguh kenikmatan yang luar biasa karena Dirinya masih memberikan kesempatan pada ku memperbaiki diri dengan sebuah kesadaran akan semakin dekatnya ajal.

Segala puji hanya untuk Allah yang masih memberikan segala kenikmatan pada ku, terutama nikmatnya merasakan manis nya iman ini. Nikmat yang tak kan pernah tergantikan oleh apapun. AllahuAkbar!!!

Kembali ingin menengok kebelakang, mengevaluasi dan bermuhasabah atas semua yang telah ku lakukan dan alami selama 1 tahun ini. Beberapa kesalahan,keberhasilan ataupu hikmah hidup telah ku temukan ditahun lalu.  Ku ingat bagaimana satu per satu ku baca kasih sayang-Nya yang ingin menjadikan ku seorang pribadi yang tangguh dalam menjalani hidup ini. Itulah Allah, yang selalu menyayangi hamba-Nya, apapun yang kita lakukan. Dan, InsyaAllah apapun yang telah diberikannya akan selalu ku syukuri, meskipun terkadang terlambat untuk dilakukan.

Kini akan ku ceritakan beberapa perjalanan berhikmah hidup ku ditahun lalu. Jika masih berminat, silakan dilanjtkan membacanya. Berharap juga ada hikmah yang dapat diambil dari para pembaca.

Baiklah….Bismillah….

Perjalanan ku dimulai dengan kelulusan ku dibulan awal bulan Februari lalu, Alhamdulillah. Lega dan bahagia aku menyelesaikannya. Walau sempat ragu terkejar atau tidak, namun selalu ada saja cara-Nya membuat ku bertahan ditengah-tengah kesibukan kerja ku. Penelitian selama 1 bulan membuatku cukup lelah di awal bulan desember.  Walau tempat bekerja ku dulu menjadikan project penelitian ku sebagai pekerjaan utama yg ku kerjakan sehari-hari , ternyata waktu bekerja 8 jam yang dibutuhkan masih tidak cukup  untuk menyelesaikannya. Ku sisihkan waktu ku selama 1 bulan setelah pulang kerja sampai maksimal pukul 10.oo malam. Beruntung rumah ku dekat, hanya 15 menit naik kendaraan umum atau biasanya aku dijemput oleh papa saat pulang. Sepulangnya ke rumah, aku tidak lantas beristirahat. Biasanya aku kerjakan draft skripsi hingga pukul 12.00 malam. Semua berjalan terus begitu selama 1 bulan. Karena target seminar proposal yang harus ku kejar akhir Desember. Alhamdulillah, atas izin nya semua proses berjalan sesuai target. Pertengahan Januari ku lakukan seminar Hasil dan awal februari Sidang. Subhanallah…Luar biasa rasanya, inilah bagian dari perjalanan yang harus ku lewati.

Namun, rasa bahagia itu tak berlangsung lama setelah 10 hari kemudian. Kelabu…warna itu yang cukup mewakili dan menggambarkan kondisi ku dan keluarga saat itu. Sebenarnya aku tidak ingin berlarut-larut mengenang cerita ini, namun aku ingin ada sebuah hikmah yang bisa diambil.

Ku ceritakan, siang itu kabar datang dari atasan ku melalui sms saat ku berada di ruang kelas ujian. Terhenyak tak percaya saat ku baca sms itu ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un……….” beku…tak ada satu butir air mata pun keluar dari mataku. Sungguh tak percaya, namun itu adalah sebuah kenyataan yang harus ku hadapi. Memang siang itu, kabar ini  tidak ku peroleh dari keluarga ku, karena mereka tahu siang itu aku sedang mengikuti test diLIA, Bogor. Setelah ujian selesai pukul 14.00 siang, aku pulang dengan diantar 3 orang sahabatku. Akupun tak mampu menahan butiran-butiran air mata itu, dalam perjalanannya air mata ku tak mampu tertahankan. ku pandangi dari dalam bis sore itu kota Bogor mendung terlihat seolah mengerti apa yang sedang ku rasakan. Perlahan ku kendalikan diri ku, ketiga orang teman ku pun ikut menguatkan ku. “Aku harus tegar…aku harus kuat, semua ini sudah menjadi ketetapan-Nya” dalam batin ku berbicara. menyadari akulah yang akan menenangkan Mama, aku harus kuaat.

Mendekati rumah sesaat kaki-kaki ku mulai melemah, ku lihat dengan jelas bendera kuning dan tenda berdiri tegak didepan rumah ku. Rasa tak percaya, Namun tiba-tiba air mata itu tak menetes lagi, berhenti….Subhanallah. Seolah ada kekuatan besar yang ku peroleh dari langit untuk masuk ke dalam rumah. Ku lihat mama sangat payah saat itu, lemah tak berdaya ditambah lagi saat melihat ku datang. ku peluk dirinya dengan penuh cinta dan kasih sayang, ku tenangkan beliau. Ku yakinkan atas segala ketetapan dan janji-Nya untuk salah seorang anak yang dicintainya itu. Saat itu jenazah adik ku belum tiba, masih di RS. Sambil menunggu akupun terus menenangkan mama, mengajaknya berdzikir kepada Allah, membantunya untuk ridho atas Ketetapan-Nya. Sementara adik ke dua ku mendampingi papa yang masih terlihat syok karena kecelakaan yang dialami.

Ku ikuti semua proses pemakaman hingga selesai, haruu dan bahagia rasanya ketika ku lihat banyaknya orang yang mengantar ke pemakaman. Tangis haruu ku pecah saat mendengar lebih dari 30 mobil ikut mengantar ke pemakaman, belum lagi ditambah dengan motor yang juga berjumlah puluhan. Aku semakin tenang…Aku tahu jaminan Syurga telah Allah berikan pada Alm. Adik ku yang belum mencapai aqil baligh, saat itu usianya masih 10 tahun. Nabi Ibrahim lah yang nantinya akan merawatnya dengan sebaik-baik kasih sayang disyurga. Sebuah keyakinan itulah yang pada akhirnya membuat ku ridha dari saat pertama ku dengar kabar itu. Karena aku yakin janji Allah itu benar. AllahuAkbar!!!

Sebenarnya aku sangat menginginkan sekali teman-teman datang ke rumah ku untuk bersilaturahim dengan jamuan terbaik, namun ternyata Allah berkehendak lain saat itu. Menjadi sebuah kekuatan ketika melihat para ikhwan/akhwat lintas generasi datang berkunjung bersama doa dalam qalbunya ke rumah ku. Sekali lagi Jazakallah khoir untuk semua, doanya telah menguatkan ku beserta keluarga…

Dari sini aku belajar memahami ajal, yang notabene sudah menjadi ketetapan Allah tanpa ada satupun makhluk-Nya yang tahu. Pun diriku saat pagi hari sebelum berangkat ke Bogor, masih melihatnya sarapan dan mencium tanganku sebelum berangkat. Kami sempat bercanda, tertawa. Namun, tak ku sangka itu adalah waktu terakhirku bercanda dan tertawa dengannya.

Hari-hari setelahnya sungguh terasa lebih berat…saat mama harus berjuang melepas bayangan Alm….bahkan aku hampir putus asa saat itu, nyaris tak sanggup aku melihat mama dalam kesedihannya. Bahkan sempat ku berpikir bila ku mampu mengubah takdir, biarlah aku yang menggantikan posisi adik ku saat itu. Ya…Itulah aku saat itu, sangat rapuh. Namun, kembali ku ingat Allah tidak menyukai hamba-Nya yang berputus asa dari pertolongan Allah. Hal inilah yang pada akhirnya membuatku kuat kembali. Hal ini terus berjalan selama 6 bulan, sampai bulan Agustus tepatnya hingga semua berjalan normal kembali dirumah. Alhamdulillah saat ini bahagia rasanya melihat mama sudah kembali menjalani aktivitas nya seperti biasa tanpa ada rasa khawatir jika ku meninggalkannya bekerja, walau ku tahu masih belum sempurna…Aku yakin doa-doa dari para sahabat, saudara, teman, tetangga semualah yang membuat ku dan keluarga bangkit kembali. Jazakillah…

Masih di bulan yang sama…Februari…tepatnya akhir bulan, sebuah kabar datang mengusik hati dan pikiran ku selama beberapa minggu. Tetesan air mata itu kembali mengalir…Namun, tidak terlalu lama karena kondisi keluarga saat itu yg lebih utama…ku biarkan kabar itu berlalu perlahan walau meniggalkan bekas…ku pasrahkan semua pada Allah…Dari sini aku kembali belajar keikhlasan…

Allah kembali menyayangi ku, kali ini pekerjaan ku yang menjadi wasilah bagi-Nya. Sebuah pengambilan keputusan yang sungguh sangat beraat sekali ketika harus pergi dari tempat yang selama 1,5 tahun itu telah memberikan ku banyaak sekali pelajaran… Sungguh hanya karena Allah ku ambil keputusan itu yaitu dengan mengharapkan rezekinya yang lebih barokah lagi. Masukkan dari keluarga, sahabat pun telah menjadi pertimbangan. Hampir semua ragu akan keputusan yang ku ambil, walau sempat maju mundur akhirnya ku putuskan untuk resign per akhir bulan Mei. Walau saat itu belum sama sekali terlihat dimana kemudian tempat ku mencari rezeki-Nya lagi. Istikharah selama 3 malam dengan segala jawaban yang diberikan-Nya membuatku semakin mantap untuk mengajukan resign. Dengan niat yang lurus aku mantap mengambil keputusan itu. 2 minggu terakhir, aku disibukkan dengan interview hampir di 3 perusahaan yang berbeda dari mulai Jakarta Utara, Selatan sampai akhirnya Jakarta Timur. Sengaja akupun tak ingin mengambil tempat bekerja yang jauh, karena aku masih mempertimbangkan kondisi keluarga. Alhamdulillah…kurang dari 1 minggu setelah hari terakhir ku, Janji-Nya telah ditepati.  Dengan segala kelebihan dan kekurangan, bismillah aku ambil pekerjaan itu. Walau lelah sering ku rasa, namun bila dihitung lebih banyak hal yang harus ku syukuri atas pemberian-Nya ditempat yang baru ini…Walau aku seorang wanita sepertinya masa probation 3 bulan sudah cukup untuk menguji kemampuan ku untuk bekerja disana, mengingat posisi ku seharusnya ditempati oleh laki-laki. Terima kasih ya Allah atas kepercayaan yang Kau tanamkan pada hati-hati Assesor ku….

Hmm…(Sambil tersenyum) aku masih ingat diawal bulan Mei, Allah mengambil milik-Nya, karena sesungguhnya segala sesuatu yang kita miliki adalah FANA, Smuanya adalah milik Allah. Saat itu Handphone yang ku beli dari hasil keringat ku ternyata sudah habis masa aktif nya di tangan ku dalam bis perjalanan ke Bogor, walau ku kejar balik sampai terminal dengan kecepatan tinggi bapak tukang ojeg ternyata memang sudah bukan rezekinya. Namun semoga bisa bermanfaat bagi sang penemunya. dari sini dan cerita sebelumnya aku belajar mengenai rezeki…

Sebuah keikhlasan atas ikhtiar dari awal tahun yang ku lakukan kembali Allah uji lagi ketangguhannya, karena masih remed mulu nih…gak lulus2 ujian the😀. Ya Allah…maaf gak lulus2. Saat itu pengumuman score toefl ku under requirement. Tak mampu ku tahan saat itu, pulang kerja diangkot nangis…hehe…MasyaAllah payah bangeeeet….don’t try this yaa…namun ternyata diri-Nya tak ingin membuat ku menangis. Karena kesempatan ke-2 telah diberikan olehnya….Alhamdulillah…makasih ya Allah…selalu ada senyum dibalik skenario. Walau belum keluar hasilnya…Mohon doanya dari para orang-orang shalih dan shalihah ya, Amiin.

Tak lama menjelang setelahnya, yang ini juga ternyata bukan rezeki ku yaa…mendapatkan pekerjaan ditempat yang ku inginkan. Karena kata Allah itu bukan yang terbaik…Alhamdulillah ini sudah diikhlaskan jauh-jauh hari, mudah-mudahan kali ini lulus ^^/. Hmm…waktu itu dikasih kesempatan ke-2 aja rasanya bahagia dan bersyukur sekali.Ya…dari sini lagi-lagi aku belajar mengenai rezeki…😀 seberapapun payahnya dikejar kalau bukan jodohnya yaa gak akan ketemu…

Begitulah sekilas menganai perjalanan hidup ku, walau sebenarnya masih banyaaaak lagi….beberapa kisah yang ku pilih semoga ada hikmah yang bisa dipetik….

Akhir tahun ini, aku juga ingin mengucapkan terima kasih pada Sahabat-sahabat ku di Jalan ini, atas segala perhatian dan kasih sayangnya yang luar biasa untuk ku. Sungguh hanya Allah sebaik-baik pemberi balasan untuk semua. Sahabat-sahabat dakwah yang selalu ku syukuri kehadirannya sampai detik ini…Betapa jarak tidak sama sekali mengurangi rasa cinta itu. Mereka adalah sahabat yg telah dikirimkan-Nya untuk ku, karena Dia menyayangi ku.  Hangaaat sekali dekapan ukhuwah itu, Indaaah sekali cinta itu…Beberapa minggu terakhir mereka membantu ku untuk terus membaca kasih sayang-Nya…

Banyak sekali pelajaran ditahun lalu InsyaAllah, pelajaran yang mampu membuat diri ini lebih siap untuk menjadi orang-orang besar, Amiiin. Setiap ujian telah semakin mendewasakan diri dalam menghadapi hidup. Akupun banyaaaaak belajar dari pengalaman luar biasa saudari-saudari ku…beberapa di antaranya adalah ukh ela dengan segala kekuatan kesabarannya dalam berjuang yang luar biasa untuk menjemput mimpi2nya (sampe nangis melihat perjuangannya dipertengahan bulan lalu,ssstttt tapi jangan bilang-bilang yak ;D ) , ukh risma dengan segala keikhlasan yang luar biasa (aku udah gak sanggup ukh ada diposisi itu lagi, makannya sedia payung sebelum hujan…hehe), ukh rizka dengan segala kesabarannya dalam menghadapi lingkungannya yang baru, walau sempat autis ya katanya….hehe tapi subhanallah semangatnya ^^/ dan terakhir ukh novi yang telah membuka pandangan ku dari sisi yang lain mengenai makna menuntut ilmu dan makna hidup, novi masih seperti dulu…nasihatnya selalu langsung menancap tepat dihati ku, banyak hikmah hidup yang ku ambil darinya….Semuanyaaa….Jazakillah ya ukh😀

Jika tahun lalu ku sadari diri ini masih belum berbuat apa-apa, InsyaAllah perjuangan ini tidak akan mundur walau selangkah untuk mencapai segala mimpi dan cita-cita ku untuk mencapai keridhoan-Nya. Walau sebenarnya aku malu kepada-Nya atas kekhilafan yang sering ku lakukan dan hasil yang belum maksmimal atas segala targetan ku yang belum tercapai…

Teringat bagaimana seorang pemuda yang ketika usianya sama dengan ku sudah berhasil menaklukan Konstantinopel, dialah Muhammad Al Fatih yang merupakan seorang pahlawan islam pada masanya. Sempat terpikir, andai saja aku Muhammad Al Fatih, mungkin hari ini ada sesuatu yang mampu ku berikan untuk Agama ini. Namun, aku sadar itu bukanlah esensinya, yang menjadi esensi adalah bagaimana memiliki jiwa dan tekad yang kuat yang seharusnya dimiliki seperti Muhammad Al Fatih. Karena jalannya mencapai sebuah kemenangan tidaklah mudah dan pernah mengenal kegagalan saat usianya baru menginjak 16 tahun saat beliau gagal menjadi seorang pemimpin negara setelah Sang ayah menyerahkan kekuasaan padanya. Namun, dengan segala kegigihannya dan mental yang luar biasa akhirnya Muhammad Al Fatih berhasil merebut kota itu. AllahuAkbar!!!

Mengenai kesulitan dan kegagalan ku ingat seorang penyair Arab Al-Muntanabbi yang mengatakan”Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan jadi pahlawan.”

Adalagi…ini ku kutip dari buku -Mencari Pahlawan Indonesia- by : Ust. Anis Matta mengenai rahasia seorang pahlawan.

”Rahasia pertama adalah mimpi yang tidak selesai. Kegagalan adalah perkara teknis bagi sang pahlawan. Kegagalan tidak boleh menyentuh setitikpun wilayah mimpinya. Mimpi tidak boleh selesai karena kegagalan. -Dan tekad seperti ini akan merubah rintangan dan kesulitan menjadi sarana mencapai tujuan – kata Said Bin Al Musayyib”

”Rahasia kedua adalah semangat pembelajaran yang konstan. Seorang pahlawan tidak pernah memandang dirinya sebagai superman atau malaikat. Ia tetaplah manusia biasa. Dan kegagalan merupakan bagian dari tabiat kehidupan manusia, maka ia memaafkan dirinya untuk kegagalan itu. Namun, ia tidak berhenti sampai disitu.”

”Rahasia ketiga adalah kepercayaan pada waktu. Setiap peristiwa ada waktunya, maka setiap kemenangan  ada jadwalnya.”

Begitulah bagaimana seharusnya seorang pahlawan memiliki jiwa. Ujian yang di alami Rasulullah, Para Nabi, Shahabat dan Shahabiyah Rasul jauh lebih luar biasa dari apa yang saat ini kita alami. Mereka adalah teladan bagi semesta yang luar biasa…..

Sebuah keyakinan luar biasa atas Janji-Nya pun harus terpatri dalam hati : ”Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S Al-Baqarah : 256)

Terakhir akan ku kutip kembali quote luar biasa yang mampu memberikan semangat dan energi positif bagi para Pejuang ”Source : Mencari Pahlawan Indonesia”

Jangan pernah menyangka bahwa seorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya dengan mulus atau bahkan tidak pernah mengalami kegagalan. Kesulitan-kesulitan adalah ritangan yang diciptakanoleh sejarah dalammenuju kepahlawanan. Karena itu, peluang kegagalan sama besarnya dengan peluang keberhasilan.

Luar biasa bukan??? So…Perjuangan harus tetap dilanjutkan….

 

”Menjadi orang biasa itu mudah, namun menjadi orang-orang luar biasa adalah sebuah pilihan.” Silakan memilih….

Kini….yuuuk kembali meverifikasi dan membuat target-targetan baru ditahun baru…. \^0^/

InsyaAllah, Allah bersama kita….Jangan menyerah ya…Ujian hidup itu pasti akan ada, seperti yang sudah disebutkan sebelumnyaaa….😉

 

Wallahu’alam Bishowab…..

Tahun Baru, Semangat Baru…..

Selamat Tahun Baru Islam 1432 H….

 

 

 

 

 

 

Semoga tahun ini penuh barokah bagi kita semua…Amin!!!


Linda J Kusumawardani

Bogor, 1 Muharram 1432 H

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

4 thoughts on “Catatan ku Akhir Tahun…

  1. hihihihihi…ada namaku…^^
    hmmm,
    mari rapihkan kembali apa2 yang sempat terserak, bersiaplah membangun dinding2 harapan baru yang lebih kokoh, hidup yang lebih bermanfaat untuk umat,,,dan semua itu ternyata butuh NIAT yang harus diperbaharui dan SEMANGAT yang akan selalu siap bangkit kembali walaupun jatuh berkali-kali…

    ayo ayo…Semaangggkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!! [SEMANGat Karena Alloh] ^_^

    • Misalnya ada postingan baru ya…masuk ke tulisan — tambahkan baru/add new post –seperti biasa, tulis tulisannya di kolom tulisan, judul jgn lupa –klik cursor ditulisan, sampe dibaris mana tulisan qta mau muncul di home–trus pilih “sisipkan tag"more&quot (Alt+shift+T)” klo didisplay yang gambarnya kotak dua diapit sama garis putus2 –Terbitkan –selesai

      Bisa juga kok buat old post, tinggal di edit aja dg cara yg sama….. selamat mencoba😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s