Teladan Seorang Murabbi (Intro)….

Sosok istri shalehah, keibuan, lemah lembut, sederhana, tegar dan bijaksana….begitulah aku mengenal sosoknya. Profesinya sebagai guru disalah satu sekolah SD berbasis islam dan lingkungan di Bogor semakin menunjukkan pesona kelembutan jiwanya. Beliau adalah salah seorang yang pernah singgah dalam perjalanan tarbiyah ku, murrabiah ke dua ku, setelah aku memutuskan untuk hijrah di “Jalan” ini.

 

“Mba”…begitu aku memanggilnya. Usianya sekitar 27 tahun saat ku bertemu dengannya pada akhir tahun 2006. Masjid Nurroh Al Jabar (NAJ) menjadi saksi pertemuan kami pada kali pertama. Masih jelas ku ingat bagaimana pertemuan itu, sebuah materi bertemakan “3 model ibadah dalam Islam” beliau sampaikan dengan sempurna. Beliau berhasil mengambil hati ku saat pertama kali bertemu dengannya dalam lingkaran itu. Ternyata benar apa yang sebuah iklan yang katakan “Kesan pertama begitu menggoda…”. Jiwa keibuannya tampak jelas terpancar saat malaikat kecilnya menangis di atas pangkuannya ketika taujih-taujih itu mengalir dengan lembut menembus relung hati kami. Namun, tangisan malaikat kecil itu tidak sama sekali membuyarkan konsentrasi aku dan teman-teman kala itu. Karena, sungguh kami pun terpesona melihat bagaimana cara beliau menenangkan malaikat kecilnya yang saat itu masih berusia 6 bulan kalau tidak salah. Ya….sekali lagi memang kesan pertama memang begitu menggoda…

 

Pertemuan-pertemuan kami selanjutnya pun berpindah-pindah. Sekolah tempat beliau mengajar atau rumah tempat beliau tinggal sering menjadi pilihan kami untuk bertemu dalam Majelis Ilmu-Nya. Setiap pertemuan kami sangatlah berkesan, selalu ada sesuatu hal yang berbeda. Terkadang cara beliau menyampaikan membuat ku merasa seperti anak SD, namun aku sukaaa…😀 . Pernah suatu kali baliau menceritakan tentang hikmah dari cerita ulat. Sebenarnya cerita itu sangatlah biasa, namun cara beliau menceritakan dengan bahasa tubuhnya membuat kami tidak sama sekali mengedipkan mata hingga kami benar-benar sangat memaknai sekali cerita si ulat itu.

 

Walau saat itu rumah beliau dan sang suami masih berstatus kontrak. Namun, aura kebahagiaan itu dapat ku lihat dari pancaran keharmonisan setiap anggota keluarga tinggal di dalamnya. Ya…mungkin juga karena masih bisa dikategorikan “pengantin baru” kali ya😀. Mba tinggal bersama suaminya, 1 orang anak yang belum genap 1 tahun usianya, dan nenek.

 

Tidak sedikit pelajaran hidup yang ku lihat langsung dari hikmah kejadian yang beliau alami. Sebuah kata “Subhanallah” yang ku ucap saat aku benar-benar mengenal sosok dirinya yang tegar. Senyumnya yang selalu terpancar tidak sama sekali mengandung arti kesedihan ujian hidup yang ternyata beliau alami.

 

Aku merindukannya Allah….Semoga dirinya beserta keluarga selalu berada dalam lindungan-Mu ya Rabb….amin….

_To Be Continue_

Coming next : Episode Mabit

Linda J Kusumawardani

Dirumah, 15 November 2010

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

2 thoughts on “Teladan Seorang Murabbi (Intro)….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s