Aku dan “Kosan” ku (Kampus Series)….

Sesuai dengan judul nya, ini adalah cerita antara aku dan kosan ku (dulu ya waktu kuliah). Ceritanya agak-agak gimana gitu…ya…agak sedikit menegangkan tapi agak lucu juga. Jadi pengen menceritakan kembali pengalaman itu setelah terinspirasi oleh salah seorang blogger yang memposting hal serupa namun tak sama kisahnya…

Walaupun gak penting untuk diceritain lagi tapi ya…mudah-mudahan bisa bikin refresh yang baca….

Langsung aja nih….

Cerita ini terjadi masih saat awal-awal tahun aku masuk kuliah, tepatnya dikosan ku (baru pertama kali jadi anak kosan nih ceritanya…).Sedikit ku gambarkan bagaimana bentuk kosan pertama ku itu ya.. Jadi silakan dibayangkan… ^^

Kosan pertama ku ini memiliki dua lantai, dengan total kamar sebanyak 29 ruang (wuih…banyak kan???). Saat membuka pintu setiap penghuni kamar dapat langsung melihat pemandangan diluar. Letak posisi kamar berjejer dan juga saling membelakangi satu sama lain. Setiap 4 kamar disediakan 2 kamar mandi, 1 dapur beserta tempat mencuci (Cuci Piring, cuci baju, cuci sepatu dan cuci2 yang lain). Secara keseluruhan lumayan cukup luas bangunannya, dikelilingi oleh tembok yang kira-kira tingginya 2-3 meter (untuk mencegah maling masuk nih ceritanya…). Bangunannya juga terlihat sangat anyar sekali…ya…maklum itu kosan yang baru aja jadi waktu angkatan ku masuk. Setiap kamarnya bisa dihuni oleh 1 atau 2 orang, tergantung yang mau nempatin. Tapi memang ada beberapa kamar yang luasnya hanya di design untuk 1 orang penghuni. Kalo diliat2 ya…udah kayak model asrama gtu kosannya…

Salah satu keuntungan kosan ini adalah posisinya yang nempel banget dengan kampus ku. Disalah satu sudut tembok yang tingginya 2-3 meter itu juga disediakan pintu ajaib yang langsung menembus ke dalam area kampus. Jadi kalau capek habis praktikum atau nunggu kuliah selanjutnya tak jarang kosan ini jadi tempat rujukan teman-teman walau hanya untuk sekedar merebahkan kaki, bahkan ada juga yang numpang tidur…hehe

Gimana, kira-kira kebayang gak bentuk nya? Mudah-mudahan kebayang ya…

ini adalah foto salah satu sudut kampus ku dari arah atas samping, halah…ya pokoknya begitulah. yang ada tangga nya itu adalah aula nya yang persis berhadap2an dengan kosan ku…klo keluar lewat pintu ajaib ya bisa langsung masuk ke area ini…

Nah dimana letak kamar ku??? Letak kamarku sangat dekat dari pintu gerbang kosan. Pintu kedua setelah pintu kamar yang dihuni si Ibu dan Bapak yang jaga kosan adalah kamar ku. Kalau ku boleh ceritakan, sebenarnya kamar ku ini dibuat agak sedikit terkesan memaksa. Karena sebenarnya katanya nih dulu itu sebenarnya bukan kamar. Ya…mungkin karena ingin memanfaatkan lahan jadi aja ruangan itu dijadikan kamar. Ruangan itu di bagi dua dan disekat dengan triplek, sehingga jadilah 2 kamar yang siap berpenghuni yang dilengkapi dengan 2 tempat tidur, 2 lemari dan 2 meja belajar. Ruangannya tidak terlalu luas, tapi cukuplah untuk dihuni 2 orang. Aku tinggal di dalam kamar itu dengan seorang teman ku yang satu sekolah dulu waktu SMA, Sri namanya. Jika pagi hari ku membuka pintu kamar ku Segaaaaar sekali rasanya. Di depan kamar ku persis dibuat seperti sebuah taman dengan bunga-bunga dan rumput-rumput yang indah, tepat disampingnya ada kolam ikan yang setiap pagi si bapak penjaga kosan dan anak2 nya sering sekali ngasih makan tuh ikannya. Walaupun, kamar ku terasa sumpek dan panas bila dibandingkan dengan kamar yang lain aku tetap menikmatinya, karena ini adalah pertama kali aku menyandang predikat anak kosan….hehe😀..aku pikir kamar ku panas karena ada triplek yang menyekatnya dengan kamar sebelah.

2 bulan ngekos aku masih belajar beradaptasi dengan segala macam rutinitas anak-anak kosan seperti pada umumnya. Aktivitas kuliah berjalan lancar dan kegiatan organisasi pun mulai hangat-hangatnya, Open Recruitmen pun dibuka oleh semua organisasi. Wah, semangat sekali aku ini saat macam-macam organisasi itu mulai berlomba-lomba mencari para calon pengurus. Satu kesamaan ku dengan teman sekamar ku adalah kita sama-sama terjun ke organisasi LDK KMA (Keluarga Muslim AKA).Hmm…kalau yang lain kita beda minat nih…teman sekamar ku memilih Makapala (Mahasiswa AKA Pecinta Alam), sedangkan aku lebih memilih Jurnalika (Jurnalistik AKA) dan DPM.

Ya…inilah konsekuensinya punya teman Makapala, sering ditinggal sendirian.Ahh….sri seandainya dirimuw tahu kalo diriku sering kesepian….hehe. ya…Biasanya kalau sudah begitu aku sering mengungsi ke kamar sebelah atau belakang untuk ngobrol-ngobrol banyak hal. Pelan-pelan…akhirnya terbiasa juga….

Suatu hari seperti biasa, sri meninggalkan aku sendiri. Setelah shalat maghrib berjamaah, eh, dia udah ngacir aja. Untungnya aku sudah beli radio tape kecil saat itu, jadi ya gak sepi2 amat tuh kamar. Maklum masih pada baru orang-orangnya jadi belum pada kenal waktu itu. So, sehabis menghrib biasanya gak terlalu rame suasananya. Setelah Sri pergi, aku makan malam sambil ditemani dengan radio tape ku, mendengarkan musik dan sesekali mampir ke kamar sebelah nonton tipi. Sekitar pukul 08.00 malam waktu itu aku kembali ke kamar kemudian ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Sekembalinya ke kamar nih karena ingin shalat Isya aku langsung mematikan radio tape (dengan sadar pastinya, orang langsung mati juga tuh radio gak ada suara sedikit pun), bukan dikecilin lho ya volumenya.

Dengan tenang aku memulai shalat, Bismillah….rakaat pertama berjalan normal, masuk ke rakaat ke dua setelah selesai ruku, tiba-tiba aku mendengar suara musik dari belakang….daaan ternyata itu radio tape nyala sendiri….Astaghfirullah….Kok bisa???? Tiba-tiba aku merinding sangaaaaat. Udah pengen ngacir tuh sebenernya, tapi karena ingat aku sedang menghadap Allah tidak jadiii, masa aku takut sama yang begituan daripada sama Allah dalam hati ku. Shalat pun tetap ku lanjutkan, tahu gak???rasanya setelah sujud aku merasa deg-degan untuk bangkit. Khawatir ada makhluk sejenis apa gtu yang muncul….Ya Allah 2 rakaat lagi aja kerasa lama banget waktu itu…sampai akhirnya selesai juga tuh shalat.. Assalamu’alaykum warahmatullah….Assalamu’alaykum Warahmatullah, Alhamdulillah…setelah selesai aku langsung memandangi radio tape ku yang masih menyala itu, merinding pastinya. Kemudian aku matikan dan langsung ngungsi ke kamar sebelah sampai si sri datang. Tak sedikitpun ku ceritakan kejadian ini saat mengungsi. Akhirnya…. sekitar pukul 09.00 malam sri pulang juga.

“Assalamu’alaykum…nda” ku dengar suara sri datang

“Wa’alaykumsalam Sri” jawab ku sambil nongol dari kamar sebelah.

“Lama banget sih pulangnya?” tanya ku

“Ah, enggak tuh biasanya juga jam segini. Kenapa kangen ya??” katanya meledek, (padahal dia gak tahu kejadian yang ku alami 1 jam sebelumnya…hehe)

“Eh, enggak tuh ge-er” Jawabku…Sok iye aja…padahal dalem hati, Alhamdulillah akhirnya ada temennya tidur😀

Cerita aneh itu tetap tak ku ceritakan pada Sri sampai 2 hari setelahnya. Malam itu, saat isya datang seperti biasa aku kembali mengambil air wudhu untuk shalat, tapi kali ini Sri ada dikosan. Sesaat sebelum aku masuk lamar aku melihat salah satu daun didepan kamar ku bergoyang-goyang jelas sekali. Padahal yang lain gak ikut bergoyang, angin pun hampir tak terasa malam itu. Sesampainya ku ke kamar langsung ku tutup pintu, ku matikan lampu dan mengintip keluar jendela untuk memastikan apa itu daun masih goyang-goyang sendiri ya??

Saat ku matikan lampu, sri berteriak…”Ndaaaa….kenapa dimatiin sih lampunya. Sri kan lagi baca”.

“Sssssst….sri diem dulu. Sini deh” panggilku sambil mngintip keluar jendela

“Kenapa sih, aneh banget.” Katanya

“ Itu masa ada daun yang goyang-goyang sendiri.”

“angin kali” sahutnya

“Bukan ah, masa yang goyang cuma satu. Lagian diluar anginnya juga gak berasa. Sini deh sri”

“ gak ah, males.”

Ah, karena tidak mendapat dukungan, ku tinggalkan saja tuh daun dan ku memulai shalat isya.

Dua kejadian aneh itu pun sering terlintas dalam pikiran ku. Kebayang aja kalau dikosan sendiri….Akhirnya ku ceritakan pada sri dan beberapa teman kosan ku yang lain. Kebanyakan mereka pun merespon dengan bermacam-macam komentar sangkalan. Ya sudahlah…tak apa dalam batin ku.

Beberapa bulan setelahnya, sudah tak ku pusingkan cerita radio dan daun itu karena tugas kuliah yang sudah mulai menumpuk. Tapi, ternyata ada kejadian-kejadian lain yang dialami penghuni kosan yang lebih membuat merinding. Pernah suatu hari, teman ku yang kamarnya berada dilantai dua melihat bayangan putih di Aula Kampus dari dalam kamarnya. Memang karena jarak kosan yang dekat, menyebabkan area kampus terlihat dari kosan ku dilantai 2 termasuk aula lantai dua itu. Saat dia melihat “itu” dari dalam kamarnya yang pintunya terbuka, mendadak dia meminta teman sekamarnya menutup pintu tanpa ada alasan yang jelas. Dia sempat perpikir positif, “oh…mungkin anak-anak Saseka (Sanggar Seni AKA) sedang latihan drama”.  Tapi, setelah esok harinya dikonfirmasi ternyata semalam tidak ada jadwal latihan drama tuh kata anak-anak Saseka.

Wuih…. semakin seru nih cerita kosan ku. Kesini-sini aku sudah mulai terbiasa dengan cerita-cerita semacam itu dikosan. Prinsip ku selama aku tidak mengganggu “mereka”, ya “mereka” juga gak akan ganggu. Lagian, makhluk-makhluk model begituan pasti ada. Jadi ya tergantung juga sama kelakuan si penghuni kamar kosan kan? Ya ku pikir ini saatnya aplikasi. Lebih takut sama siapa hayoo???Allah atau makhluk-Nya yang satu itu??? Ya kan…(Salimul Aqidah nih masuknya^^)

Akhirnya semua berjalan seperti biasa…

Sampai masuk tahun ke dua kuliah (semester 3)….Aku dan Sri harus berpisah kosan…hiks hiks…Sri pindah ke kosan lain, sedangkan aku hanya berpindah kamar ke belakang yang dulu dihuni kakak tingkat yang sudah lulus. Sekarang aku tinggal sendirian dalam satu kamar..ya, sudah biasalah…kan biasa ditinggal-tinggal sama Sri. Kamarku yang lama pun dihuni oleh dua orang tingkat satu baru. Sampai setelah beberapa bulan salah satu penghuninya sering sekali kesurupan. Hagh??? Aku aja aneh banget. Perasaan dulu gak sampe segitunya waktu ngehuni kamar itu….*tuing tuing….mikir…tak jarang para penghuni kosan yang lain pun ikut andil bila kesurupan itu terjadi.

Sampai pada suatu hari, ini sepertinya kesurupan tingkat tinggi. Saat aku mendapat berita kesurupan itu aku langsung ngacir dari kamar ku dengan sigap mengambil jilbab bergo, rok, kaos kaki,oh ya satu lagi Al-Qur’an juga gak ketinggalan…lengkap deh pokoknya. Langsung mendatangi kamarnya bersama dengan teman2 sebelah kamar ku yang lain (Ela, Novi & Puput). Sesampainya di TKP kita berempat kaget ternyata itu kamar udah penuh sesak orang-orang termasuk Ibu Kos dan suaminya dan juga ada nenek-nenek (Kayak paranormal gitu kali ya, bingung juga nih kenapa bukan ustadz atau kiyai yang dipanggil???). Sudahlah…suasana tegang saat itu. Beberapa orang terlihat bingung, ada juga ada yang pegang kaki, tangan korban karena gak mau diam dan yang lain baca Qur’an. Akupun mencari tempat strategis, duduk tepat disebelahnya. Posisi korban saat itu sedang duduk sambil sibuk ngoceh2 sendirian dengan bahasa cina seolah tak peduli dengan orang-orang yang sedang tilawah disekelilingnya.

Akupun seolah terpana ngelihat nih anak kesurupan bisa ngomong bahasa cina…si nenek pun berdialog dengannya. Lebih aneh lagi, si nenek ini berdialog pake bahasa cina juga…Wuihh….hebat amat si nenek bisa ngomong cina, aku aja gak bisa (dalam hati ^^). Si nenek itu tahu kalau aku sedang memperhatikan mereka berbicara dan bilang pada ku katanya “Si makhluk ini merasa diganggu tempatnya, karena kemarin anak-anak tingkat satu itu pada bercanda dikamar mandi. Ketawa-ketawa ngakak jadi seperti buat keributan. Jadi si makhluk ini tidak terima” .

Akupun langsung refleks nanya sama si korban yang masih kesurupan itu, “Emang dimana tinggalnya??”

Dia menjawab denga bahasa cina sambil menunjuk-nunjuk ke arah kamar mandi dipaling pojok.

Kata si nenek “dulu makamnya disana. Di sekitar kamar mandi itu”

Seolah tak percaya, aku tanya lagi dengan penasaran “disebelah mana, disebelah mana????itu kamar mandi yang diujung bukan???” kata ku sambil menunjuk ke arah kamar mandi.

Jawabannya manggut2, sambil berbicara dengan bahasa cina yang aku gak ngerti juga…

Tiba-tiba ada orang yang menepuk pundak ku dan menegur…

“Eh, nda…orang lagi kesurupan kok malah diajak ngobrol sih???nanti makhluknya malah gak mau pergi loh kalo diajak ngobrol begitu….!” (Novi nih kalau gak salah sih, bener gak v??) hehe….

Ku Jawab “Eh iya…iya v, afwan…” sambil nyengir dan manggut2. kemudian melanjutkan kembali tilawah.

Bukan apa-apa aku nanya begitu, karena tepat dibelakang kamar mandi yang dimaksud adalah kamar mandi yang biasa ku gunakan yang sebelahnya persis adalah kamar ku yang baru…hehe

sekitar setengah jam kalau tidak salah…sang korban akhirnya sadar….

Kamar pertama ku itu akhirnya dihuni tidak lama oleh penghuninya, mungkin hanya 1 semester kalau tidak salah. Setelah itu, sampai aku pindah lagi ke kosan yang ke-3 dan ke-4 kamar itu masih saja kosong tidak berpenghuni. Pun beberapa bulan setelah aku lulus, masih belum ada juga penghuni barunya…Jadi mikir, dulu waktu ngehuni kamar itu gak sampe segitunya deh…hehe, alhamdulillah

Gak tahu juga deh apa sekarang udah ada yang huni atau belum ya???

Tapi….terlepas dari semua itu….kosan ini adalah kosan yang nyaman selama aku tempatin kurang lebih 2 tahun kuliah. Kalo masalah makhluk yang begitu sih pasti ada disekeliling kita. ya termasuk dikosanini mungkin aja ada…tinggal gimana kita nya aja sebenernya. Toh, Allah ciptakan manusia sempurna kan dibandingkan makhluk yang lain….

Ya…kira-kira begitulah ceritanya…masih ada lagi sebenarnya cerita  yang lain model beginian waktu kuliah dulu. Tapi ya sudahlah….gak penting juga kalo diceritain banyak-banyak…hehe…

Yang mau komen, sok mangga…siapapun, termasuk yang merasa pernah menghuni kosan ini juga (kalau baca…..)…

Linda J Kusumawardani

di Kamar, 02 November 2010

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

6 thoughts on “Aku dan “Kosan” ku (Kampus Series)….

    • eh..ada si ukhti mampir….heheh….mantaplah ukh mantan2 kosan kita mah^^

      kosan yg ke 2 buat novi tp kosan yg ke 3 buat ku😀,ituu…yang katanya bekas kuburan ruang tamunya. Trus tipi suka mati sendiri…eh ternyata si puput malah anteng aja nungguin distu. Truz malem2 jam 12 dipanggil keluar kosan karena ada yg kesurupan,wlpun ngantuk2…hehe lucu, kayak yg udah biasa yah kita sama hal yg begonoan.

      Nda malah kepikiran buat nulis “Ikhwan Jadi-jadian”…biar si ela ngakak…hihihi…*ingetkan kejadian ini?hal yg bikin nda stress tingkat tinggi…wkwkwk

  1. Hayyaaaaaahhhhh, miss mistis, heheehe ^^
    tapi memang luar biasa kjadian2 yg qt alami…

    ikhwan jadi2an…hmmm yg mana. waduh ko jd amnesia gini ya???
    yg ela inget malah tukang sol sepatu…
    ahaaahhaa…inget ga vi? ampe qt ngintip2 dr kamar?
    *nyengiiiir…

    • haha… serius gelii bgt nih ketawanya.masih dibahas aja tuh tukang sol sepatu. malu sayah jadinya😀

      “Ikhwan jadi2an” itu judul tulisan yg rencananya mw dibuat…nti sedikit butuh bantuan ela buat bantu nginget2 isi smsnya waktu itu yah….

    • hihihi….ya ingetlah v sama si jeny & bobby.masa mau dilupakan bgtu saja 2 pghuni ilegal kosan kita.yg merajalela anak cucunya kali tuh….biarin deh, biar rame tuh kosannya😀

      Btw, dulu yg kasih nama siapa sih?bisa jd jeny + bobby gtu nama kecoa + tikusnya?aya2 wae…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s