Mencari Ibrah dari Tsunami….

Terinspirasi dari obrolan siang ini mengenai Tsunami dengan salah satu “Anak PKL-an” di kantor yang berasal dari Aceh membuat ku jadi ingin menulis mengenai hal ini dan sharing beberapa informasi terkait hal ini.

Tsunami memanglah bencana yang sangat menakutkan bagi siapapun, terlebih lagi setelah kejadian tahun 2004 lalu di Aceh yang telah meluluhlantakan daerah yang mendapat julukkan Serambi Mekah tersebut . Hal ini seolah-olah memberikan rasa traumatis yang tinggi. Bayangkan lebih dari 230 ribu orang tewas dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Sungguh menyedihkan T_T… Ditambah lagi Tsunami yang baru saja terjadi kemarin di Mentawai yang juga menelan korban sudah lebih dari 400 orang (Info terakhir dari berita yang didapet…).

Perlu teman2 ketahui berikut adalah penyebab-penyebab timbulnya Tsunami.

  1. Gempa baik gempa bumi dan gempa laut
  2. Gunung api meletus yang berolakasi dibawah laut,
  3. Hantaman meteor ke laut
  4. Pergeseran Lempeng kulit bumi
  5. Pengujian Nuklir

Jadi ingat salah seorang Dosen waktu dikampus dulu saat kuliah yang pernah menjelaskan mengenai penyebab tsunami yang terjadi 6 tahun silam tersebut. Beliau adalah seorang dosen yang sangat ku kagumi dan menjadi dosen Favorite ku. Walau sudah berusia namun beliau tidak pernah tertinggal informasi mengenai perkembangan-perkembangan teknologi. Kalau berdiskusi atau berbicara dengan si Bapak Dosen ini rasanya seperti berbicara dengan orang yang datang dari Abad ke-23…*hehe…lebay, tapi memang begitu rasanya…Jadi malu saya sebagai orang muda malah banyak ketinggalan Informasi….Andai saja pak, Indonesia lebih menghargai orang2 seperti bapak…banyak yang bapak bisa berikan untuk negeri ini….

Sebenarnya agak khawatir nih menjelaskan ini disini…tidak bermaksud menuduh siapa2 ya, karena ini hanya sebuah analisis saja yang tidak pernah dilakukan penelitian sebelumnya…

Baiklah…dilanjutkan ya…akan ku jelaskan bagaimana Bapak Dosen Favorite ku ini menganalisis penyebab terjadinya tsunami di Aceh 6 tahun lalu…

Begini…dari beberapa penyebab tsunami yang telah ku sebutkan di atas banyak orang atau peneliti yang menyebutkan bahwa tsunami Aceh disebabkan oleh pergeseran Lempeng kulit bumi atau juga ada yang berpendapat karena Gempa Bumi. Namun, tidak dengan analisis Si Bapak Dosen Favorite ku itu…

Analisis beliau adalah…Jelas jika tsunami di Aceh bukanlah disebabkan oleh Meteor yang jatuh ke laut (karena saat itu memang tidak ada meteor yang jatuh toh???), atau karena Gunung api meletus yang berlokasi dibawah laut (karena di sekitar Samudera Hindia memang tidak ada gunung api dibawah laut). Kalau gempa, menurut beliau gempa itu merupakan efek dari penyebab sesungguhnya sebelum tsunami datang, jarak kejadian antara gempa dan tsunami sendiri tidak terlalu lama kan?? Sama halnya dengan pergeseran lempeng kulit bumi, itu merupakan efek dari penyebab yang sesungguhnya.

Nah kalau begitu ketebak kan pilihan terakhir yang belum ku sebutkan???Yup, si Bapak Dosen Favorite ku itu lebih meyakini bahwa penyebab tsunami itu disebabkan oleh Pengujian Nuklir yang dilakukan dibawah laut. Ini adalah statement yang tidak pernah dikeluarkan oleh para peneliti tsunami Aceh baik dalam atau luar negeri. Bukan tanpa alasan beliau mengeluarkan statement ini, terkait dengan teknologi nuklir yang saat itu di Indonesia belum ada apa2nya, sungguh pasti tidak mungkin orang Indonesia yang melakukan hal itu apalagi lokasinya berada dibawah laut yang masih berkisar diperairan Indonesia. Mungkin patut dicurigai negara2 maju yang teknologinya sudah lebih canggih yang melakukan hal tersebut (tanpa bermaksud Su’udzon)…begitu kata si Bapak…

Beberapa analisis yang beliau sampaikan terkait hal ini adalah :

1. Suhu air laut yang tumpah ke daratan itu cukup tinggi. Padahal suhu air laut di daerah tropis normalnya adalah berkisar 26 – 35 oC. Kita dapat melihat kenyataan yang terjadi yaitu dari jenazah yang ditemukan. Hampir semua itu hitam “gosong”, walaupun beberapa orang menyatakan itu adalah hitam lumpur. Tapi sebenarnya tidak. Jenazah itu memang gosong yang disebabkan suhu air laut tinggi yang memang ditambah dengan lumpur-lumpur dari lat yang ikut naik. Kata si Bapak mungkin bisa diprediksikan sekitar 70-80oC (walaupun ga mencapai titik didih air, tp suhu segitu ya cukup untuk membuat tubuh manusia gosong). Tinggi nya suhu air laut yang tumpah ke daratan hanya bisa disebabkan oleh sebab gunung api atau nuklir.

 

2. Yang kedua, tsunami itu kan gelombang, dilihat dari pengertiannya “serangkaian gelombang yang terjadi ketika sekumpulan air yang besar, secara cepat berpindah tempat”. Coba perhatikan *tapi perhatikan dimana yak???hehe…klo gitu coba diingat2 kalau pernah liat tayangan terjadinya tsunami Aceh. Air laut yang naik ke daratan kalau diperhatikan bukan dalam bentuk gelombang, tapi adalah tumpahan. Seperti mendapat tekanan dari dasar laut yang kemudian tumpah ke daratan.

Sebenanya masih ada analisis ke 3 dan ke-4, tp ya…segitu aja yang dishare…

Tsunami yang terjadi di Aceh memang mengakibatkan efek yang luar biasa baik di darat maupun di Laut. Kalau di darat jelas kelihatan efeknya…kalau dilaut??? Kejadian ini menyebabkan pergeseran lempeng bumi yang tidak normal. Menurut si Bapak Dosen ku lempeng tersebut akan berusaha kembali untuk mencari posisi nya yang sesuai, sehingga bisa jadi akan terjadi pergeseran hingga posisi lempeng tersebut mencapai posisi Pe-We nya (red : Posisi Wuenak)^^. Efek yang paling sederhana adalah akan kembali terjadi gempa diarea itu yang bisa berefek kembali untuk Aceh atau sekitarnya. Sehingga harus tetap waspada, si Bapak juga bilang “Hati-hati…Aceh jangan merasa aman setelah tsunami kemarin, bisa jadi suatu saat nanti tsunami itu muncul lagi karena pergeseran lempeng yang diinginkan”…*MasyaAllah pak serem amat dengernya..

Sekali lagi saya jelaskan ini hanyalah analisis, bukan berdasarkan penelitian. Wallahu’alam….yang jelas hanya ingin menuangkan apa yg pikirkan oleh beliau saja…..

Tapi terlepas dari semua itu….Musibah, ujian dan cobaan hidup itu terjadi atas kuasa-Nya…Sehingga yang menjadi penting adalah melakukan tugas dan kewajibah kita sebagai manusia (Khalifah) di bumi dengan sebaik-baiknya agar Allah tidak murka…

Ada sebuah kisah menarik yang diceritakan oleh anak PKL-an yang ku sebutkan di awal yaitu Peristiwa Masuk Islamnya keluarga berdarah cina.

Ceritanya begini, sebelum terjadi tsunami si orang2 cina ini bersama keluarganya (lupa jmlnya berapa orang) sedang bersiap-siap membuka toko yang kebetulan lokasinya persis berada di depan Masjid Agung Baiturrahman. Tiba-tiba, tanpa diduga-duga terlihat tumpahan air laut yang tingginya lebih dari 9-10 meter. Dengan refleks keluarga cina ini langsung menaiki lantai dua tokonya dan menyaksikan tumpahan air laut yang sudah seperti orang kalap itu dari dalam toko dengan rasa takut dan cemas sangat. Disaat yang bersamaan tiba2 mereka melihat jelas ada sesosok makhluk berpakaian putih namun wajahnya terlihat tidak jelas sama sekali dengan perawakan yang sangat tinggi besar  seperti raksasa katanya sedang mengangkat Masjid Agung Baiturrahman saat tumpahan air laut itu datang. Seakan tak percaya, namun itulah yang dilihat dengan mata kepala mereka sendiri. Setelah menyaksikan kejadian itu, mereka sekeluarga menyatakan dirinya untuk menjadi seorang Mualaf dengan mengucapkan Syahadat “Asyhadualaa ilaa ha illallah wa asyhaduanna muhammadarrasulullah”….Subhanallah…

Satu kisah lagi yang dialami oleh salah satu paman dari si “anak” ini yaitu ketika setelah shalat subuh paman si anak ini tidak langsung pulang ke rumah karena memutuskan untuk melakukan wirid dan tilawah dimasjid. Kebetulan lokasi masjidnya memang dekat dengan pusat tsunami dan posisi masjidnya dibangun lebih tinggi dari tanah. Tiba-tiba saat beliau sedang menikmati tilawahnya terlihat air bagai naga katanya yang siap menghancurkan bangunan masjid dimana beliau ada didalamnya. Dengan rasa takut yang teramat sangat beliau tetap berada didalam masjid dan berdoa semampunya…”Ya, mungkin ajal saya akan tiba” begitu katanya dalam hati. Namun apa yang terjadi???Beliau menyaksikan sebuah Kekuasaan Allah yang luar biasa. Ketika gulungan air itu sudah mulai mendekati masjid, secara tiba-tiba kecepatan air menurun perlahan saat melewati mesjid dan air yang masuk pun tak banyak. Sesaat setelah gulungan air yang kalap itu melewati masjid, kecepatannya pun bertambah kembali…Sang paman pun selamat dan kondisi Masjid pun tidak sama sekali rusak….Subhanalla Wal hamdulillah walaa Illahaillallahuallahu Akbar!!!

Hal yang lain yang diceritakan oleh si anak ini adalah setelah peristiwa yang memilukan tersebut muncul 2  daratan baru seperti sebuah pulau yang cukup luas  di antara Pulau Tailana dengan Tambarat sebelumnya tidak ada…dan hilang nya 3 pulau  pasca tsunami (Pulau Malelo, Pulau Jawi-Jawi, dan Gosong Sianje)…

Allah akan selalu memberikan hikmah dibalik setiap kejadian, dan akan selalu ada pelajaran dibalik setiap ujian, cobaan atau musibah…Jadilah sebaik-baik manusia sebelum Allah mencabut jatah kehidupan di dunia ini, karena tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui ajalnya. pun saudara-saudara kita yang sudah lebih dulu dipanggil dalam waktu yang hampir bersamaan baik di Mentawai karena tsunami maupun Yogyakarta karena letusan merapi…

Sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dari apa-apa yang berada dilangit dan bumi, bila kita termasuk orang-orang yang berpikir…

Sebenarnya masih ada lagi cerita2 yang ingin disampaikan…tapi, mungkin ini cerita yang paling berkesan dari obrolan siang ini….

Semoga dapat diambil Ibrah nya…^^

 

Linda J Kusumawardani

01 November 2010

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s