Ramadan Ku Tahun Ini…..[2010]

Menjelang kedatangannya banyak hal yang ku persiapkan, karena terlalu bahagia ku menyambutnya dan serasa merugi bila tak ku sambut dirinya dengan sebaik-baik sambutan, karena aku tak tahu apakah Allah menjamin diriku untuk bertemu dengan nya tahun depan…keberkahan, hidayah, ampunan, maghfirah, dan pahala yang telah dititipkan-Nya pada mu membuatku tak sabar menanti hadirmu wahai Ramadhan…

Ramadhan ku tahun ini diawali dengan kegundahan hati. Tangis pecah dari qalbu ku, hati ku resah…tak tahu apa yang terjadi, bingung dan tak mengerti dengan kondisi ini. Saat kebingungan dan kegundahan menutupi pikiran, ku cari penyebabnya jauh lebih dalam ke lubuk hati hingga ku temukan bagian terkecil darinya, lembut ku tanya padanya “ada apa gerangan wahai hati???” Hmm…kini ketemukan jawabnya, Ya Rabb bahkan tak bisa ku membohongi diriku sendiri…aku merindukkannya lagi…ya, ini akan menjadi Ramadhan pertama dirinya tak hadir ditengah-tengah keluarga ini, adikku tercinta…5 bulan sudah dirimu kembali ke Haribaan-Nya..tangis ku pecah dalam keheningan malam kala itu dengan lirih ku ucap “De’…mba kangen”. Hmm…keesokan harinya ku datangi pusaranya bersama orang-orang yang mencintainya. Sebaik-baik doa kami panjatkan untuknya yang kami sayangi. Alhamdulillah hati ku pun tenang setelahnya, Namun nampaknya….Allah tak tega melihat ku bersedih, Dia tlah mampu mengukir senyuman kecil dibibir ku.hmm…Dia tetap mengizinkan kami menikmati Ramadhan pertama berlima, langkap bukan???…Ada aku, kedua orang tua ku, adikku, hmm dan satu lagi my lovely ukhti nurlela…hmm..ya, ela yang pada akhirnya menggenapkan jumlah seharusnya keluarga ini. Sudah tak canggung lagi baginya, karena keluarga ku sudah mengganggapnya seperti keluarga. Apalagi mama, yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri….walau ela tak bisa pulang ke kampung halamannya di Karawang, ku harap sahur bersama keluarga ku dapat mengobati rasa rindunya dirumah….

Ramadan ku tahun ini….dalam kesehariannya memang berbeda 180 derajat, ku kira orang lain pun sama. Sungguh merugi orang-orang yang tidak memanfaatkannya dengan maksimal. Mencoba berpikir kekuatan macam apa yang membuatnya begitu?hal yang tak ku pahami…karena seluruh tenaga, energi dan semangat akan bertambah bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, sama hal nya yang ku lihat pada kebanyakan orang disekelilingku. Ahhh…….ku coba menebak dalam hati, aku yakin energi itu muncul karena rasa Cinta.ya…Cinta yang pada akhirnya mengubah rasa menjadi energi yang luar biasa. Ramadhan bagai sekolah singkat yang Allah persiapkan bagi hamba-Nya untuk belajar mencintai-Nya lebih dekat dan dekat lagi. Dia menyediakan banyak hadiah bagi siapa yang lulus dalam masa pendidikan ini, ada hidayah, ampunan, rahmat, pahala, Syurga yang dijanjikan dan yang tak kalah menarik adalah Malam Lailatul Qadr yang keistimewaannya selalu dinanti banyak orang. Tak heran jika malam-malam ganjil banyak orang yang menantinya dalam sujud-sujud panjang dan larut dalam lantunan Ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dan masih banyaaaaak lagi reward yang Allah sediakan dalam sekolah Ramadhan ini….Akhirnya, kelulusan akan ditentukan 11 bulan selanjutnya, yang juga sebagai pembuktian diri apakah kita sudah berhasil menjadi Alumni Terbaik Ramadan….

Ramadhan ku tahun ini terlalu sering ifthor diluar…bagaimana tidak????dari 30 hari hanya 7 hari aku merasakan bisa berbuka puasa dirumah. Selebihnya waktu berbuka puasaku banyak ku habiskan di dalam angkutan umum dalam perjalanan pulang kerja     (-_-)”….tapi Alhamdulillahnya ada juga waktu berbuka bersama dengan temen-temen kampus. Suatu hal yang menyenangkan bisa bersilaturahim dengan para saudara-saudara lintas angkatan. LDK KMA sebagai fasilitator yang telah mempertemukan kami dalam cinta pada-Nya. Sore itu sambil menunggu waktu berbuka acara diisi dengan bincang-bincang2 dan diskusi teman2 ADK dengan para Alumni. (Jazakillah ya buat temen2 LDK yang secara tidak langsung memfasilitasi kami para alumni untuk reuni), Sungguh hal yang luar biasa. Semoga Allah tetep memberikan keistiqomahan untuk kita semua, dan teruslah berjuang menjadi “Sahabat Untuk Ummat” dan menciptakan kampus yang madani, … Allahuakbar!!!

Yang lain…juga ada yaitu ifthor bersama dengan temen-temen kantor yang dihadiri oleh anak2 yatim piatu. Sungguh beruntung rasanya diri ini jika melihat kondisi mereka. Jadi teringat Firman Allah dalam surat Ar-Rahman…”Nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan?” Astagfirullah….maafkan hamba ya Rabb bila hamba sering tak mensyukuri nikmat-Mu….

Oiya, satu lagi iftor yang berkesan bagi ku yaitu saat aku berbuka puasa bersama dengan komunitas yang baru aku ikuti Agustus kemarin (ACIKITA a.k.a Aku Cinta Indonesia Kita), sungguh mengesankan. ya…..cukup menghiasi kesan ramadhan tahun ini. Sedikit bercerita ya….ACIKITA adalah sebuah orgsanisasi yang concern ke dunia pendidikan Indonesia yang didirikan oleh orang Indonesia di Jepang sekaligus berpusat disana dengan berskala Internasional. Berkesempatan menjadi pengurusnya menjadi hal yang luar biasa bagi ku, dan ku anggap sebagai modal awal untuk masuk ke dunia pendidikan nantinya. Alhamdulillahnya…aku diberi kesempatan untuk masuk ke Departemen Pendidikan. Ahhh…….tak sabar rasanya menanti pertemuan selanjutnya, duduk bersama orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar untuk bangsa ini…terima kasih ya Rabb…

Ramadan ku tahun ini di akhiri dengan kesan mendalam. 10 hari terakhir tak beda jauh dengan teman-teman yang lain, ku upayakan seoptimal mungkin semuanya, apalagi ada Lailatul Qadr di dalamnya yang membuatku ikut berlomba *tak mau kalah dengan yang lain. Tapi…..memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan nikmat sehat ku sedikit Allah kurangi. Flu berat melanda…demam, bersin2, pilek selama 3 hari lumayan mengganggu aktivitas kerja ku. Sampai akhirnya harus bedrest 1 hari dirumah untuk memulihkan kondisi jasadyah, karena aku tidak ingin mendzolimi diri sendiri ditambah lagi ku ingat rencana I’tikaf yang ku susun dimalam ke-25 bersama dengan teman2 ku. Setelah 1 hari bedrest dirumah keesokan hari nya dengan kondisi jasad yang masih lunglai ku paksakan diri untuk ngantor. Hanya berharap hari itu tak banyak pekerjaan yang harus ku lakukan lagipula jenuh juga seharian ada dirumah. Dan Akhirnyaaaaaaaaa…………Alhamdulillah kondisi ku semakin membaik. Memang Allah selalu memudahkan hamba-Nya yang memiiliki niat baik..malamnya ku lanjutkan dengan melakukkan I’tikaf bersama 3 orang teman ku di At-tin. Suasana I’tikaf disana selalu ku nantikan setiap tahun, apalagi saat shalat berjama’ah…bacaan surat sang imam mampu menyentuh qalbu ku terdalam. Ahh…..merdu sekali…membuat kekhusyu’an shalat semakin mudah didapat. Tausyiah yang disampaikan oleh sang ustadz pun luar biasa menggugah semangat ku yang bertemakan Visi Rasulullah untuk Ummatnya di Abad 21 (Isi tausyiahnya sudah diposting sebelumnya di blog). Lagi-lagi!!!! I’tikaf menambah rasa cinta ku kepada Sang Ilahi, menyadari dunia bukanlah tujuan hidup yang utama. Subhanallah wal hamdulillah walailahaillahu wallahu Akbar!!

Di detik-detik berakhirnya Ramadan…Allah memberikan pesan pada ku dengan cara-Nya. Melalui sebuah kejadian, Allah memberikan ku pelajaran untuk lebih memaknai rasa cinta yang sesungguhnya..Dialah Allah yang Maha Mengetahui kelemahan diriku. Walau sangat sering ku dengar tausyiah2 mengenai hal itu namun terkadang masih harus sering Allah berikan teguran itu ….*dasar ndableg…Kejadian itu membuat ku merenung dan bermuhasabah cukup lama. Entah apa rasanya qalbu ku saat itu, yang ku rasa hanya keresahan dan kerisauan. Ahh….tak karuan  sepertinya. Beruntung aku memiliki sahabat-sahabat dalam jalan dakwah ini, yang tak pernah bosan saling mengingatkan satu sama lain. Padahal aku tahu tausyiah apa yang akan mereka berikan untuk ku, namun terkadang memang hal itu perlu diucapkan lagi oleh mereka sebagai alarm pengingat untuk ku. Beberapa kisahpun mereka ceritakan yang berkaitan dengan perasaan ku, menjadi sebuah pelajaran yang sungguh mengena…hmm…3 pelajaran dari 3 orang berbeda menjadi modal untuk ku bermuhasabah diri. Malam-malam ku setelah kejadian itu ku habiskan lebih lama untuk mengadukan semuanya pada Sang Pemilik Hati.  Hingga akhirnya hati ku jauuuuuuuuuuh lebih tenang, ku serahkan semua urusan ku pada-Nya. Ini adalah beberapa pelajaran dan hikmah nya yang ku peroleh…

  1. Serahkanlah segala urusan-Mu pada Allah maka hatimu akan menjadi tenang.
  2. Berusahalah mengambil “hati” Allah, karena bila berhasil Allah akan memberikan apa yang kau minta bila itu yang terbaik bagimu.
  3. Janganlah pernah menggantungkan diri pada makhluk-Nya, karena kau akan kecewa bila ia tak sesuai dengan harapan mu.
  4. Jika hati mu tak tenang, maka mintalah pada-Nya sebuah ketenangan dengan sebuah doa dan dzikir.

Hmm…..ya, itulah Ramadan ku tahun ini….sungguh bermakna…dan akan ku tutup dengan ucapan

Taqabalallahu minna waminkum waja’alna  minal aidzin wal faidzin…..

Mohon Maaf Lahir dan Batin,…

Ied Mubarak 1431 H

semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang mendapatkan hidayah dalam bulan ramadan tahun ini dan berhasil lulus dengan predikat terbaik yang akan dibuktikan 11 bulan selanjutnya…….Amin ya Rabb…

Bogor, 09 September 2010

Linda J Kusumawardani

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

4 thoughts on “Ramadan Ku Tahun Ini…..[2010]

  1. taqobbal yaa kariim…

    maaf lahir batin juga ya nda…^^

    Ramadhan tahun ini memang benar2 penuh ujian..tapi mudah2 an selalu ada kemudahan di setiap kesulitan..

    Alloh Maha Tahu apa yang menjadi mimpi2 dan harapan2 kita !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s