Katanya…Impian semakin dekat dengan kita…..

Ini adalah note yang dibuat oleh salah seorang sahabat ku sehari setelah aku sudah tidak satu kantor dengan nya….ya, 31 Mei 2010 adalah hari terakhir ku bekerja disana setelah kurang lebih 1,5 tahun aku belajar, bersaudara, menjemput rezeki disana…

Note yang dibuat olehnya sungguh sangat berkesan baik dihati atau dikepala ku…serasa mendapat surat cinta kala membacanya. Aku tahu dan sadar aku memiliki tempat khusus dihatinya, begitupun dengan sahabat2 nya yang lain. Karena baginya atau bagi ku, setiap orang memiliki tempat khusus dan spesial di hati kami masing-masing yang masing-masing tempatnya tak mampu berpindah atau digantikan dengan yang lain. Namun tak ku sangka begitu dalam perasaannya…mengharukan hati ku….

Judul note yang dibuatnya adalah…..

“Impian Semakin Dekat Dengan Kita”

“Impian semakin dekat dengan kita!”
Kata2 yang cukup menyemangati -lebih tepatnya mencoba menguatkan hati kita- terucap kala esok tak lagi bertatap muka sesering biasanya…
Setelah kau beranjak pergi… hatiku dingin, pipiku basah

Impian memang semakin dekat, namun semakin terjal
Wajar… semakin dekat dengan puncak semakin sulit medan yang ditempuh (mencoba menghibur…)

Semakin berat bagiku karena tidak akan sesering biasanya kita saling berbagi semangat, keceriaan, keluhan, hikmah hidup, kekonyolan, luapan ekspresi, dan entah apalagi karena terlalu banyak…
Semoga tidak akan mengurangi sedikitpun ukhuwah diantara kita…

Saudariku yang dicintai Alloh…

Semoga Alloh selalu memberkahi setiap langkah yang kau tempuh,
Semakin pandai dalam mengambil hikmah hidup sehingga menjadikanmu bahagia
Bahagia karena kala berduka kau mampu bersabar
Bahagia karena kala bersukaria kau mampu bersyukur

Kukutip kata2 yang tak asing lagi bagimu
“ Alloh sedang memeluk mimpi-mimpi kita dan sedang menyimak harapan-harapan sepi dalam hati kita dan kelak Dia akan mewujudkannya”

Basecamp, June 2nd, 2010
6.05 am

Nurlela

Ya….bagitulah note yang pada akhirnya pun sama membuat pipiku basah seketika…Note yang dibuatnya ini kemudian ku berikan comment…

Subhanalloh….begitu indah kata-kata itu terucap…sebuah kata yang berasal sari hati mu terdalam…dan tanpa sebuah instruksi air mata ku pun mengalir…

ku tahu note ini akan ttg itu, maka ku persiapkan sblm ku membcanya. Ku nyalakan sebuah lagu…kata-kata ini pun mengiringi ktka ku membca tulisan mu… Percayalah lelah ini hanya sebentar saja, jgn menyerah walaupun tak mudah meraihnya…”

Dan nasyid “Doa Perpisahan” mengiringi ketika ku tulis ini untuk mu….

Tetap tersenyumlah kawan…aku akan ada untuk mu, kita akan saling menyemangati dan bercerita kembali walau tak setiap hari kau ku temui.
Ya….semua memang tak selalu sesuai dengan rencana kita. Sang Sutradara telah menyiapkan semua, termasuk perpisahan ini, berat memang rasanya…sungguh berat untuk ku sebenarnya untuk membuat keputusan itu, jika kau tahu 1 hal yang sangat memberatkan ku adalah kehilangan seorang sahabat hidup yang selalu ada untuk ku, yang hampir lebih dari setengah hari ku habiskan waktu ku bersamanya….
Namun, tak sendiri keputusan ini ku ambil..ku libatkan Sang Sutradara, keluarga dan kau…
Ingatlah hal yang sama yang dialami Sang Pemimpi, ingatlah kembali bagaimana ketika arai dan ikal mengalaminya. Apa yang mereka rsakan akan sama dengan kita…Namun rasanya Alloh sangat menyayangi kita untuk tidak dalam kondisi yang sama dengan mereka….
Jzklh ukhti atas doa yang kau panjatkan…hal yang sama dan terbaik yang ku pinta pada Sang Sutradara untuk mu…
Ya…“ Alloh sedang memeluk mimpi-mimpi kita dan sedang menyimak harapan-harapan sepi dalam hati kita dan kelak Dia akan mewujudkannya”

Saksikanlah proses kami ya Rahman….Amin ya Rabbalalamin!

Kami merajut benang-benang mimpi itu bersama sampai hari dan detik ini, saling menyemangati dan saling mengingatkan satu sama lain ketika niat-niat dalam hati ini sudah mulai terbelokkan…ya, mimpi itu yang pada akhirnya memberikan energi yang luar biasa pada kami untuk meraihnya…dengan tujuan menjadi Seorang Pendidik kami jalani semua nya dengan rasa sakit yang terkadang muncul, terjatuh, tersenyum, bahagia dan banyak lainnya. Selain menjadi pendidik anak2 kami nantinya dengan didampingi “suami” masing2…kamipun sangat ingin ikut mendidik generasi muda nantinya untuk menjadi soko guru peradaban Islam, InsyaAllah…Amin ya Rabb…(Lebih spesifiknya tidak bisa diutarakan….).

Kami sangat bersyukur dengan hidup yang kami jalani saat ini…Alhamdulillahirabilalamin, apapun bentuk ujiannya kami yakin akan ada jalan keluar yang menyertainya dan kemudahan untuk menghadapinya….Seperti Firman Allah Q.S Al-Insyirah….

Kami senang bercerita dan menasehati satu sama lain tanpa pernah merasa digurui satu sama lain, karena kami memahami prinsip saling mengingatkan dalam kebaikan…adalah karakter yang sama dalam diri kami, senang mendengarkan dan didengarkan, senang belajar dari pengalaman hidup siapapun itu yang dapat kami ambil ibrahnya, sharing mengenai harapan-harapan kami dimasa depan, bahkan sharing bagaimana belajar menjadi seorang istri sholehah bagi suami dan ibu yang akan mnjadi teladan anak2 kami kelak…jadi ingat aku pernah diberikan buku “Manajemen Istri Sholehah” dan Coklat Delfi saat milad ku tahun ini oleh nya…ya karena menjadi salah satu mimpi dan cita-cita kami  adalah menjadi “zaujatul muthiah wa ummu madrosah”….

Untuk mu, saudariku ela….semoga kita tetap dalam keistiqomahan….Amin!

Dirumah, 17 Agustus 2010

Linda J Kusumawardani

Bloger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

4 thoughts on “Katanya…Impian semakin dekat dengan kita…..

  1. Speechless niy buw…hihihi ^^

    Lebay…tapi gapapa…ekspresikanlah dirimuw
    untuk cerita anak cucu qt kelak, hohoho…

    thank’s a lot for my being big fans, hahaha
    —-> Kabur…………..

  2. Ketika qt sedang tertunduk lemah
    yang terucap hanya keluh kesah

    Yakinlah

    Alloh sedang merajut impian qt dengan sangat indahnya di atas…
    namun kini… baru bisa qt lihat semrawut benangnya dari bawah…

    Biarkan rasa pesimis itu lelah mendaki asa yang tinggi dalam jiwa kita…
    Biarkan rasa pesimis itu lelah mengitari padang harapan yang begitu luas di dalam hati kita…

    Namun, biarkanlah jiwa dan raga kita sangat lemah dihadapan-Nya

    karena…..
    “tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Alloh”

  3. Ping-balik: Kami & Mimpi :’) « Pembelajar dari Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s