Rambu ke-V, Dalam Sirah Nabi SAW : Bersabar atas Gangguan Musuh

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya di rambu ke IV dari buku Menuju Jama’atul Muslimin…

Semoga bermanfaat…

Bagian pertama akan dibahas mengenai Bersabar Pada Tahapan Takwin…

Kesabaran merupakan faktor terpenting yang dapat melindungi struktur jama’ah pada tahapan takwin. Selainkesabaran keberhasilan meredam emosi dalam menghadapi setiap ganguan dan ejekan musuh juga merupakan hal terpenting. Sudah menjadi sunnatullah dalam kehidupan ini bahwa setiap makhluk dalam  pembentukkannya masih serba lemah dan tidak memiliki kemampuan untuk melawan faktor-faktor yang menentangnya. Dalam hal ini, kesabaran merupakan faktor terpenting disamping merupakan sunnah ilahiyah untuk melindungi jama’ah pada tahapan pembentukkannya.

Bahkan dalam Al-Quran pun terjadi fenomena pengulangan perintah bersabar…

Berulang-ulangnya perintah Alloh agar bersabar adalah fenomena yang menonjol dalam Al-Quran dan sunnah Nabawiyah. Sabar dibutuhkan karena ummat Islam sangat memerlukannya dalam segala keadaan. Kesabaran diperlukan ummat Islam untuk membantu ketaanatan dan menjauhi kemaksiatan. Kesabaran juga diperlukan ketika melakukan jihad yang berat di jalan Alloh dan ketika menghadapi kemenangan musuh.

Misalnya, Alloh memerintahkan Nabi-Nya agar bersabar dalam surat Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir,

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik” (Q.S Al-Muzzammil : 10)

“Dan untuk (memenuhi perintah) Rabb-mu, bersabarlah” (Q.S Al-Muddatstsir)

Berulang-ulangnya perintah bersabar menunjukkan pentingnya sifat ini dalam memelihara eksistensi jama’ah dan setiap anggota perlu memiliki sifat ini terutama pada tahapan Takwiniyah.


Dalil Kesabaran Rasul & Para Sahabat dalam Menghadapi Gangguan.

Sikap sabar tercermin dalam seluruh keadaan mereka di Makkah sebelum hijrah. Dapat kita lihat kesabaran mereka atas penghinaan dan provokasi walaupun beberapa sahabat mampu melawan dan membalasnya.Walau demikian, mereka tetap diperintahkan menahan diri. Kita dapat melihat bagaimana kesabaran Rasul dan Para Sahabat atas kelaparan dan kekurangan, kesabaran atas keterasingan dan pengusiran, kesabaran atas rasa takut dan keadaan-keadaan yang mengerikan. Pada periode makkah keadaan berjalan menyakitkan yang jika diukur dengan waktu, mungkin relative singkat. Tetapi jika diukur dengan penderitaan jiwa manusia, maka hal itu merupakan beban yang sangat berat. Terutama bagi sahabat dan lebih khusu lagi Rasulullah SAW.

Beratnya Penyiksaan Atas Jiwa Rasul dan Para Sahabat

Diungkapkan oleh Rasulullah SAW sekembalinnya dari Tha’if dalam munajatnya kepada Alloh SWT :


“ Ya Alloh, kami adukan kepada-Mu segala kelemahan, ketidakberdayaan dan ketakmampuan ku dalam menghadapi (kezaliman) manusia, Wahai Dzat yang Maha Rahman. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Kepada musuh yang memusuhiku atau kepada yang dekat yang Engkau kuasakan kepadaku? Aku tidak peduli, asal Engkau tidak memurkai aku. Aku yakin ampuna-Mu sangat luas dan tak terhingga. Aku berlindung dengan nur wajah-Mu yang menjadikan segala kegelapan terang benderang. Di atas nur itu semua persoalan dunia dan akhirat menjadi baik. Sungguh aku hanya takut akan murka-Mu. Bagi-Mu segala penyerahanku, sehingga Engkau ridha. Tak ada kekuatan dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu”

Sepanjang sejarahnya ummat Islam berjalan mengikuti jalan ini: tidak mau tunduk kepada kebatilan sekalipun harus menghadapi kematian. Demikian pula generasi mendatang ummat ini, akan mengatakan seribu kali faktor yang mendorong keluarga Yasir untuk mengucapkan “Kami tidak akan tunduk kepada kebatilan, sekalipun kami harus menghadapi kebatilan” dan memberikan kekuatan untuk menanggung penderitaan itu, tidak sampai Alloh mewariskan bumi seisinya. Faktor keimanan terhadap adanya kekuatan yang lebih besar dari kebatilan. Keimanan akan adanya hari keadilan dan adanya surga menanti para Syuhada.

Karena itu, hendaknya para da’I memperhatikan faktor keimana ini agar terwujud kesabaran, kemudian terpelihara jama’ah dan akhirnya tercapai kemenangan bagi Islam dan kaum Muslimin. Akhirnya hanya Alloh tempat meminta pertolongan….

Bogor, 23 Mei 2010

Linda J Kusumawardani

Blogger Ketika Setiap Kata Bermakna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s