Sedikit Membahas Rambu ke-IV Buku Menuju Jama’atul Muslimin…

Dalam Sirah Nabi SAW : Sirriyah dalam Kerja Membina Jama’ah…

Postingan ini dibuat dengan sumber dari buku Menuju Jama’atul Muslimin…

Sebelum kita lanjutkan, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu mengenai pengertian Sirriyah…

1. Pengertian Sirriyah

Makna sirriyah dalam kerja membina kerja membina jama’ah adalah membatasi pengetahuan program kerja pada lingkungan pimpinan. Dalam hal ini setiap individu dalam kerja sirri ini-tidak boleh mengetahui tugas anggota yang lain, tetapi harus mengetahui tugas pribadinya. Sehingga Amir tidak pernah bocor kepada si Zaid sama sekali.
Dalam kehidupan Da’wah Rasul :

a.Alloh SWT menahan Al-Quran secara utuuh dilangit dunia, kemudian menurunkannya sedikit demi sedikit kepada Rasulullah dan orang-orang beriman. Al-Quran merupakan program kerja bagi dakwah pertama. Hal ini merupakan dalil nyata wajibnya pimpinan tertinggi dalam Jama’ah menyimpan program kerja secara keseluruhan, kemudian menurunkannya kepada basis-basis secara sirriyah.

b.Kisah hijrah Rasul ke Madinah menjadi bukti atas peristiwa itu, seluruh program kerja berada ditangan pimpinan, kemudian dilakukan pembagian kerja kepada beberapa orang. Masing-masing memiliki tugas khusus yang tidak berkaitan dengan orang lain
Misalnya : Ali bib Abi Thalib bertugas menjaga amanat dan barang-barang simpanan dan Asma’ binti Abu bakar mencari berita gerakan musuh.

c.Juga dengan kisah sariyah (pasukan kecil) yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy untuk mengintai kaum Quraisy. Program kerjanya dipegang oleh Rasul. Bahkan Abdullah bin Jahsy sendiri tidak diberi tahu kecuali setelah berjalan jauh dari Madinah (setelah membaca surat tertutup yang diperintahkan membukanya ditempat yang telah ditunjuk Rasul).
Jika Jama’ah islam telah berjalan di atas langkah-langkah yang telah digariskan Rasul, berarti Jama’ah tersebut berjalan di atas manhaj yang lurus. Sirriyah dalam amal islami termasuk langkah yang pernah digariskan Rasul untuk dilalui para juru Da’wah.

Setelah kita membahas mengenai pengertian Sirriyah, selanjutnya kita juga perlu mengetahui kesalahan dalam memahami sirriyah.

2. Kesalahan Dalam Memahami Sirriyah

Banyak para da’i yang keliru memahami sirriyah dalam membina jama’ah, Ada yang memasukkan ajaran-ajaran islam yang harus disebarluaskan sebagai sesuatu yang harus dirahasiakan. Di pihak lain ada pula yang “mengobral” segala sesuatu di setiap tempat dan kepada siapa saja.
Nah dibawah ini adalah penjelasan dari kelompok-kelompok di atas…

1.Kelompok Pertama
Kelompok ini tidak mau membicarakan tema-tema dakwah dan menjauhi segala sesuatu yang mengarah kesana. Bahkan ada yang mengingkari beberapa bentuk perwujudan Islam. Kemudian mereka meniru tradisi non-islami, hanya karena supaya tidak dituduh fanatic dan menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Da’i.
Sebenarnya sikap ini justru berbahaya bagi dirinya, karena dapat menjatuhkannya kedalam dosa dan membahayakan da’wahnya karena sebagai da’I ia harus berdakwah dengan ucapan, perbuatan dan perilakunya. Sesungguhnya ia telah melepaskan sesuatu yang menunjukkan keislamannya sebagai pribadi, menghancurkan da’wahnya dari segi keteladanan dan memukul jama’ahnya. Kepada mereka kami katakan : menyembunyikan Dakwah Islamiyah sebagai fikrah dan ajaran, bukanlah termasuk ke dalam prinsip sirriyah. Bahkan agama ini harus dijelaskan kepada semua manusia dengan penyajian yang menarik dan menampilkan aspek-aspeknya yang memikat.
Firman Alloh dalam Q.S Ali Imran : 187
“Dan (ingatlah), ketika Alloh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu),”Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu kebelakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima”
Nabi bersabda, “ Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu menyembunyikannya, maka Alloh akan mengalunginya oada hari kiamat kalung dari api”

Na’udzubillah,semoga kita tidak termasuk kedalamnya….Amin!

Dalam bidang ilmu, tidak boleh menyembunyikan dan merahasiakannya. Demikian ppula dengan mengubah kemungkaran. Apabila tidak ada orang yang mengubahnya dengan lisan, maka tidak boleh seorang da’I hanya berusaha mengubahnya dengan hati.
Rasul besabda :” Jihad yang paling utama adalah (mengucapkan) kalimat haq kepada penguasa yang zhalim”

2.Kelompok Kedua
Kelompok ini mencampuradukkan antara sesuatu yang harus dijelaskan dengan sesuatu yang harus dirahasiakan. Mereka “mengobral” segala sesuatu pada setiap tempat dan kepada siapa saja. Orang-orang seperti ini adalahh orang yang tidak disiplin. Jiwa mereka belum menyerap ajaran-ajaran islam, sementara akal mereka belum mengetahui pengaruh issu dalam mengacaukan barisan dan akibat-akibat negatif yang ditimbulkannya.

Menurut penulis buku MJM, setiap amal dalam kehidupan terbagi dua, yaitu :

Pertama, Bagian yang bersifat struktural (tanzhimi) yang wajib dirahasiakan
Kedua, bagian yang bersifat pemikiran (fikri) dan nilai (ruhi) yang dijelaskan sesuai dengan program.
Pembagian ini nampak jelas dalam kehidupan Rasul. Misal, pada saat mengatur kelompok-kelompok kerja rahasia di Darul Arqam bin Abil Arqan dan kelompok halaqah lainnya.
Sebagai Kesimpulan rambu ini, yaitu sirriyah merupakan “Kotak” tempat menyimpan program amal jama’i dan “tirai” yang menutupi program tersebut. Sirriyah merupakan “kunci” keamana yang akan melindungi amal jama’I dari musuh yang senantiasa mengawasinya. Para da’I juga harus memahami rambu ini dan mengetahui penggunaannya secara baik sesuai dengan tempat dan waktunya.
“Allah sebaik-baik Penjaga dan Dialah Maha Penyayang diantara Para Penyayang” (Q.S Yusuf :64)

Bogor, 17 Mei 2010

Linda J Kusumawardani

Blogger Ketika Setiap Kata Bermakna

2 thoughts on “Sedikit Membahas Rambu ke-IV Buku Menuju Jama’atul Muslimin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s